RADARTUBAN-Menurut pandangan ulama, lima kebaikan ini harus disegerakan dan tidak ditunda.
Hal tersebut sebagaimana kalam hikmah Al-Imam Haatim Al-'Asham Rahimahullah yang dikutip ulama di laman Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta Barat.
Berikut lima kebaikan yang harus disegerakan:
1. Menjamu tamu
Jangan sampai ditunda memberi suguhan kepada tamu. Begitu mereka datang, beri hidangan minuman dan makanan.
Juga tidak perlu ditanya mau minum apa, sudah makan atau belum?
2. Mengurus jenazah
Jenazah harus segera diurus, tidak boleh ditunda-tunda. Seandainya jenazah itu orang baik, maka akan segera mendapatkan balasan kebaikannya.
Sebaliknya, kalau bukan orang baik, agar segera lepas dari tanggungannya.
3. Menikahkan anak gadis jika sudah datang jodohnya
Bagi orang tua yang punya anak gadis dan sudah datang jodohnya, jika sudah istikhoroh dan cukup syarat dan rukunnya, maka segerakan menikahkan mereka.
Ditunda-tunda hanya akan mengundang maksiat dan bisa menimbulkan fitnah.
4. Menyegerakan bayar utang
Utang harus segera dilunasi, karena utang bisa menjadi penghalang kebahagiaan di akhirat.
Orang yang punya tanggungan utang, tapi tidak berniat melunasi, maka masuk kategori pencuri.
Orang yang punya tanggungan utang, sudah diberi kemampuan untuk melunasi oleh Allah SWT, namun masih juga tetap tidak melunasi, maka dikategorikan dzholim.
5. Bertaubat dari dosa
Inilah urusan yang paling besar di antara lima urusan yang perlu disegerakan.
Taubat jangan ditunda. Setiap perbuatan dosa sekecil apa pun, segeralah taubati seiring tekad untuk tidak mengulanginya lagi. Menunda-nunda taubat sama saja seperti menantang takdir.
Itu karena saat pintu taubat masih terbuka lebar tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bertaubat. Padahal, kematian tidak pernah diketahui kapan dan di mana datangnya. (*)