Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Manfaat Dzikir dan Sholat Bisa Mencegah Gangguan Kecemasan, Ahli Kesehatan Merekomendasikan

Dwi Setiyawan • Senin, 1 April 2024 | 16:10 WIB

Ilustrasi sholat
Ilustrasi sholat


TUBAN-Kasus kesehatan mental, terutama gangguan kecemasan di Indonesia patut diwaspadai.

Terlebih, prevalensi gangguan kecemasan mencapai sebesar 3-8 persen. Dari angka tersebut, 6 persen di antaranya dialami golongan usia anak dan remaja.

Mengutip laman Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta, gangguan cemas paling banyak dipicu faktor stressor.

Kondisi ini membuat penderitanya menjadi khawatir berlebihan, memikirkan hal-hal menakutkan yang belum tentu terjadi, mudah terdistraksi, sulit fokus, dan bereaksi berlebihan terhadap sesuatu.

Selain itu gangguan cemas juga dapat memunculkan gejala fisik seperti berdebar, berkeringat, mual, muntah, dan rasa seperti tercekik.

Jika hal ini terjadi terus-menerus, maka produktivitas penderita dapat terganggu.

Bagaimana cara mencegahnya?

Meditasi termasuk suatu teknik latihan untuk melatih perhatian, konsentrasi, meningkatkan taraf kesadaran sehingga dapat mengamati setiap perubahan dari dalam diri.

Dalam aspek psikologis, meditasi memiliki banyak sekali efek baik.

Salah satunya adalah kecemasan yang menurun, peningkatan kontrol diri, harga diri, aktualisasi diri, empati, serta kepercayaan diri.

Umat muslim sudah melakukan meditasi setiap harinya, yaitu sholat dan dzikir.

Tentu, sholat dimaksud yang dilakukan dengan khusyuk dan terfokus pada interaksi hamba dengan Tuhannya. Hal tersebut sama dengan prinsip meditasi, yaitu pemusatan pikiran.

Sholat juga berisi doa dan dzikir yang merupakan puji-pujian kepada Allah yang diucapkan secara berulang.

Dzikir berarti mengingat Allah. Ini tertuang dalam Alquran surat An-Nisa ayat 103 yang artinya: "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu (kewajiban) yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Dzikir dan sholat membuat kita fokus pada satu titik, yaitu kegiatan mengingat Allah yang dilakukan secara berulang.

Ini mengurangi pemikiran-pemikiran berlebihan yang terjadi pada kondisi gangguan cemas.

Dengan berdzikir dan sholat, kita mengingat Allah melalui hati, lisan, dan tindakan, sehingga meningkatkan ketakwaan sekaligus membuat hati menjadi tentram. (*)

Editor : Amin Fauzie
#kesehatan #Manfaat Dzikir #gangguan kecemasan #sholat