Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Petilasan Wali Songo di Tuban. Dipercaya Tempat Bertapa Sunan Kalijaga dalam Proses Menuju Kewalian

Dwi Setiyawan • Senin, 22 Januari 2024 | 16:00 WIB

Petilasan Wali Songo di Dusun Gadon, Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijaga.
Petilasan Wali Songo di Dusun Gadon, Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat pertapaan Sunan Kalijaga.


TUBAN-Sebuah tempat yang dipercaya sebagai lokasi pertemuan pertama Raden Said, nama kecil Sunan Kalijaga dengan Sunan Bonang berada di Dusun Gadon, Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo.

Tempat tersebut bernama Petilasan Wali Songo. Lokasinya di tepi jembatan perbatasan Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Petilasan tersebut dipercaya sebagai tempat bertapa Sunan Kalijaga dalam proses menuju kewaliannya.

Petilasan tersebut berwujud sebuah bongkahan batu besar yang di atasnya terdapat cekungan posisi orang bersila.

Pintu gerbang Petilasan Wali Songo di tepi jembatan perbatasan Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.
Pintu gerbang Petilasan Wali Songo di tepi jembatan perbatasan Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Masyarakat sekitar memercayai di tempat inilah Raden Said pertama kali bertemu dengan Sunan Bonang dan diminta menjaga tongkatnya sambil bertapa.

Hal tersebut merupakan syarat diterima sebagai murid.

Pertemuan tersebut terjadi setelah Raden Said yang juga putra pertama Bupati Tuban Wilwatikta itu diusir dari rumah setelah ketahuan mencuri beras di gudang untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat miskin.  

‘’Semua warga di sini memercayai kalau petilasan ini adalah tempat pertapaan Sunan Kalijaga setelah bertemu dengan Sunan Bonang,’’ kata Marzuki, juru kunci petilasan tersebut yang diwawancarai pada 16 Juli 2013.

Dia menyampaikan, diketahuinya tempat tersebut sebagai petilasan wali terjadi pada era 1970-an. Mulanya, tempat tersebut hutan belantara.

Salah seorang warga menemukan batu besar yang di atasnya terdapat cekungan posisi orang bersila.

‘’Mulai saat itu, warga di sini memercayai bekas pertapaan,’’ tuturnya.

Marzuki mengungkapkan, warga semakin meyakininya tempat tersebut adalah bekas pertapaan wali setelah terjadi banjir besar pada 1978.

Saat itu, hujan lebat turun selama tiga hari. Akibatnya, banjir besar menenggelamkan kawasan Tambakboyo dan Bancar setinggi kurang lebih tiga meter.

Satu-satunya tempat yang tidak terjamah banjir hanyalah petilasan tersebut.

‘’Seolah-olah air menghindari petilasan ini,’’ ujarnya.

Karena aman dari banjir, tempat tersebut menjadi lokasi pengungsian warga berikut harta benda dan ternak peliharaannya. (*)

PERHATIKAN PERAWATAN: Meski tidak menuntut air dengan pH rendah, tapi manfish sulit beradaptasi dengan air baru.   (IST/RADAR LAMONGAN)
PERHATIKAN PERAWATAN: Meski tidak menuntut air dengan pH rendah, tapi manfish sulit beradaptasi dengan air baru. (IST/RADAR LAMONGAN)
Editor : Amin Fauzie
#raden said #Dusun Gadon Desa Gadon Kecamatan Tambakboyo #Tempat Bertapa Sunan Kalijaga #bekas pertapaan wali #Petilasan Wali Songo