TUBAN-Sholawat Badar adalah mahakarya KH R. Muhammad Ali Manshur as-Shiddiqi yang dimakamkan di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Ulama besar kelahiran Jember tersebut menghabiskan lebih dari separo hidupnya di Tuban. Mulai menimba ilmu agama hingga berdakwah.
Manuskrip Sholawat Badar berhuruf Arab ditulis tangan Kiai Ali Manshur pada empat lembar kertas bergaris. Ukurannya sekitar 12x8cm.
Begitu usang kertas tersebut, warnanya pun tak lagi putih bersih. Namun, putih kekuning-kuningan.
Kiai Achmad Syakir Ali, putra Kiai Ali Manshur mengatakan, dulu kertas tersebut menjadi halaman tengah buku catatan ayahnya.
Karena hanya lembar ini yang dibutuhkan untuk pembuktian sejarah terciptanya karya besar di bidang seni religi tersebut kepada Ketua PBNU Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1997, halaman ini dilepas dari buku.
Dia mengungkapkan, lembar kertas bertuliskan tinta hitam inilah yang kemudian dibawa ke Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, alamat kantor PBNU.
Kiai Syakir menyimpan dengan baik manuskrip ini di rumah yang dulu ditinggali Kiai Ali
Manshur di Desa Maibit, Kecamatan Rengel. Sekarang, rumah tersebut ditempatinya. (*)