Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Andong Wilis, Penyebar Ajaran Islam yang Dimakamkan di Panyuran, Tuban. Jasadnya Tanpa Kepala Terdampar di Pantai

Dwi Setiyawan • Jumat, 12 Januari 2024 | 16:00 WIB

Makam Syeh Andalusy atau Andong Wilis di Dukuh Kepoh, Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Makam Syeh Andalusy atau Andong Wilis di Dukuh Kepoh, Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
 
TUBAN-Salah satu aulia penyebar ajaran Islam di Nusantara yang dimakamkan di Tuban, Jawa Timur adalah Syeh Andalusy atau lebih dikenal dengan nama Andong Wilis.

Makam aulia ini di Dukuh Kepoh, Desa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Makam orang alim yang dimuliakan Allah tersebut masih asli. Cungkupnya terbuat dari welit atau daun kelapa yang dikeringkan dan dianyam rapi.

Untuk melindungi welit ini dari terik panas dan hujan, di atasnya ditumpangi genting.

Setiap penziarah yang memasuki kompleks makam ini harus melewati pintu di tenggara pagar makam.

Pintu tersebut sangat rendah dan sempit. Karena itu, siapa pun yang masuk harus membungkuk.

Rendahnya pintu ini dalam filosofi Jawa memiliki makna mendalam. Yakni, merunduknya penziarah sebagai tanda hormat kepada orang yang diziarahi.

Persis di selatan makam Syeh Andalusy berdiri sebuah tempat ibadah yang diberi nama Masjid Astana Andongwilis.

Sejarah aulia ini banyak versi. Dalam buku Catatan Sejarah 700 Tahun Tuban yang ditulis R. Soeparmo menyatakan, Syeh Andalusy berasal dari Pacangan, Madura.

Dimakamkannya jasad aulia ini di Panyuran dikaitkan dengan perjalanan laut yang ditempuh menuju Bonang, Lasem, Rembang, Jawa Tengah untuk mengunjungi putranya yang belajar agama di daerah tersebut.

Di tengah laut terjadi peperangan antara prajurit Demak dan Majapahit.

Dalam pertempuran tersebut, Syeh Andalusy terbunuh. Jasadnya tanpa kepala terdampar di pantai Panyuran pada siang hari.

Warga sekitar yang menemukan tak mampu mengangkat jasad tersebut ke daratan.

Setelah maghrib, dari laut memancar cahaya terang yang menyilaukan mata.

Setelah menepi, cahaya tersebut diketahui kepala Syeh Andalusy.

Setelah warga menyatukan kepala tersebut ke badannya, barulah bisa diangkat ke daratan dan dimakamkan.

Untuk menandai liang lahat, warga menanam pohon kepoh. Pohon ini banyak tumbuh di kompleks makam tua tersebut. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Syeh Andalusy #orang alim #Masjid Astana Andongwilis #Desa Panyuran Kecamatan Palang Kabupaten Tuban #Andong Wilis #makam aulia #penyebar ajaran Islam