TUBAN- Banyak versi cerita tutur terkait surau kuno di Dusun Dondong, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang menjadi cikal bakal berdirinya Masjid Baitul Muttakin. Salah satunya diungkapkan Kaslik, takmir masjid yang diwawancarai pada 21 Juli 2012.
Dia mengatakan, surau kuno tersebut dipercaya dibangun di zaman kewalian.
Salah satu versi cerita yang diterima dari leluhurnya adalah terkait sejarah Syeh Siti Jenar atau yang dikenal dengan Mbah Buyut Pangeran Gedong yang dimakamkan di belakang Masjid Baitul Muttakin.
Dusun Dondong memiliki sejumlah tempat yang diyakini jejak penyebaran ajaran Islam. Salah satunya keberadaan tiga sumur kembar.
Sumur pertama yang bernama Sumur Tengah berada di selatan Masjid Baitul Muttakin.
Kelebihan sumur ini adalah airnya selalu hangat dan tidak pernah surut, meski kemarau.
Sementara sumur kedua yang bernama giling juga berada di selatan masjid.
Sumur berikutnya bernama sumur lor di utara masjid.
Selain sumur, kata Kaslik, cerita tutur masyarakat setempat juga mengkaitkan surau kuno tersebut dengan dua makam keramat lain di dusunnya.
Pertama, makam Pengulu Atas Angin yang dikenal dengan Brawijaya dan makam Syeh Maulana Ishak Maghribi.
‘’Kalau menilik namanya, mereka adalah aulia yang menyiarkan agama di tanah Jawa,’’ tambah Slamet, tokoh masyarakat lainnya.
Begitu keramatnya petilasan surau dan makam-makam yang melingkupi Masjid Baitul Muttakin, sejumlah pejabat pusat di zaman Orde Baru kerap datang untuk ziarah. Salah satunya adalah Murdiono.
‘’Seingat saya, pada 1994, beliau ke sini,’’ tutur Slamet. (*)