Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Makam Sunan Geseng di Tuban. Terdapat Batu Ceper yang Dipercaya Tempat Bersila Ketika Bertapa

Dwi Setiyawan • Senin, 4 Maret 2024 | 16:00 WIB

Petilasan batu ceper terdapat bekas kaki yang dipercaya tempat Sunan Geseng bersila.
Petilasan batu ceper terdapat bekas kaki yang dipercaya tempat Sunan Geseng bersila.


TUBAN-Dalam buku-buku sejarah yang mengupas penyebaran ajaran Islam di Jawa, Sunan Geseng atau Eyang Cakrajaya tercatat sebagai salah tokoh yang membantu wali dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Cakrajaya adalah murid Sunan Kalijaga.

Seperti halnya makam Sunan Bonang yang punya banyak versi tempat pemakamannya, makam Sunan Geseng juga berlaku hal yang sama.

Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur adalah salah satu versi tersebut.

Versi lain menyebutkan, makam Sunan Geseng berada di Dusun Jolosutro, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Begitu juga makam di dekat Pantai Parangtritis, Jogjakarta dan makam di Desa Tirto, kaki Gunung Andong-dekat Gunung Telomoyo Kecamaan Grabag, Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Dari semua versi tempat pemakaman Sunan Geseng tersebut terdapat satu kesamaan, yakni berada di kawasan hutan.

Kesamaan lain dari masing-masing tempat pemakaman tersebut adalah soal hikayatnya.

Menurut hikayat, pada suatu ketika Eyang Cakrajaya menjalankan perintah Sunan Kalijaga untuk mengasingkan diri di hutan dan konsentrasi beribadah kepada Allah.

Di tengah lelakunya tersebut, hutan tersebut terbakar.

Versi lain menyebut sengaja dibakar Sunan Kalijaga untuk mencari keberadaan Sunan Geseng di tengah rimbunan semak dan hutan.

Ketika hutan terbakar, Sunan Geseng tidak mau menghentikan bertapanya, sesuai pesan sunan untuk tidak memutus ibadah, apa pun yang terjadi sampai sang sunan datang.

Ketika api yang membakar hutan padam, Sunan Kalijaga datang menjenguk.

Versi lain, setelah semak dan hutan terbakar, tubuh Sunan Geseng ditemukan dengan kondisi menghitam karena hangus.

Namun, dia tidak mengalami luka bakar sedikit pun.

Karena karomah itulah, dia digelari Sunan Kalijaga dengan panggilan Sunan Geseng yang berarti gosong.

Makam Sunan Geseng di Tuban memiliki sejumlah fakta pendukung sejarah yang kuat.

Di timur makam ini, terdapat batu petilasan Sunan Geseng ketika mendekatkan diri kepada Allah.

Batu inilah yang dipercaya ditempati wali Allah ini ketika hutan terbakar, seperti dalam hikayat.

Petilasan tersebut berbentuk batu ceper yang atasnya terdapat bekas kaki bersila. (*)

Ramai : suasana peserta jalan sehat di halaman SMATU kemarin pagi
Ramai : suasana peserta jalan sehat di halaman SMATU kemarin pagi
KH Dr Ahmad Munib Syafaat, Lc, MEI
KH Dr Ahmad Munib Syafaat, Lc, MEI
MATANG: Sayuran blustru yang siap diolah. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
MATANG: Sayuran blustru yang siap diolah. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
RAWAT: Nurul Komariah melihat perkembangan kebun sayuran blustru di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (10/2). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
RAWAT: Nurul Komariah melihat perkembangan kebun sayuran blustru di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (10/2). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
Editor : Amin Fauzie
#Batu ceper #Sunan Geseng