Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Makam Sunan Bonang Tuban. Memiliki Tiga Halaman yang Terhubung Pintu Gerbang Paduraksan

Dwi Setiyawan • Sabtu, 30 Desember 2023 - 23:00 WIB

Gapura Paduraksan menuju halaman tengah kompleks Makam Sunan Bonang Tuban, Jawa Timur.
Gapura Paduraksan menuju halaman tengah kompleks Makam Sunan Bonang Tuban, Jawa Timur.


TUBAN-Kompleks makam Sunan Bonang Tuban, Jawa Timur dikelilingi tembok kuno dan terbagi menjadi tiga halaman. Tiap halaman dikeliling tembok dan dihubungkan dengan pintu gerbang Gapura Paduraksan.

Endang Triwuryani, juru pelihara Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto di Makam Sunan Bonang Tuban diwawancarai pada 2 Agustus 2012 menerangkan, halaman terdalam dari situs makam bernama njerohan merupakan bagian paling sakral karena terdapat cungkup makam Sunan Bonang dan para kerabatnya.

Makam tersebut dilindungi atap sirap dari kayu jati berukir.

Untuk melindungi cungkup yang merupakan situs sejarah tersebut, Yayasan Mabbarot Sunan Bonang (YMSB), pengelola makam membangun atap berkonstruksi baja.

‘’Antara halaman njero dengan halaman njaban tengah dihubungkan dengan Gapura Paduraksan,’’ jelasnya.

Endang mengungkapkan, gapura ini mempunyai hiasan berbentuk geometris. Motifnya sulur-sulur daun dan hiasan tumpal.

Pada dinding gapura ini dihias dengan piring-piring China dan arab.

Dia menyampaikan, hiasan tersebut menyerupai dinding candi yang disebut dengan istilah medalion.

Ornamen piring bertuliskan Arab pada dinding Gapura Paduraksan.
Ornamen piring bertuliskan Arab pada dinding Gapura Paduraksan.

Salah satu hiasannya, piring bertuliskan huruf Arab yang tertulis empat sahabat Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali.

Di halaman njaban tengah, lanjut Endang, berdiri Masjid Astana yang dibangun pada 1921 dan dua bangunan pendopo rante yang sekarang dipakai menyimpan benda-benda bersejarah.

Di antaranya, batu dakon, batu bergores, tempayan, yoni, pipisan, pet batu, dan batu lingga.

Halaman njaban atau terluar juga terhubung dengan Gapura Paduraksan dari bata.

Endang menyampaikan, jika Gapura Paduraksan sebagai pintu gerbang kompleks makam beratap sirap, maka lain halnya dengan Gapura Paduraksan ini. Semuanya terbuat dari bata. Pintu juga dari kayu berukir.

‘’Di kanan-kiri gapura terdapat lubang. Diperkirakan, dulunya dinding tembok gapura tersebut tidak terlubang. Namun, karena pertimbangan teknis, tembok tersebut dijebol untuk jalan penziarah,’’ tutur juru pelihara Makam Sunang Bonang itu.

Di luar gapura ini terdapat bangunan pendopo yang bentuknya limas dengan konstruksi bangunan kayu dan tidak berdinding.

Dua bangunan ini umpaknya berwarna putih dan terbuat dari tulang ikan pari. Fungsi bangunan semacam ini untuk istirahat. Juga tempat selamatan.

Di kompleks makam raja-raja Kota Gede Jogjakarta, kata dia, bangunan semacam ini sebagai paseban dan dipakai para penziarah untuk mempersiapkan diri sebelum masuk ke makam utama.

Endang menegaskan, kompleks makam Sunan Bonang termasuk situs sejarah yang dilindungi. Selain dilindungi dari kerusakan, situs sejarah tersebut juga dilestarikan.

‘’Untuk melindunginya, kami intens melakukan perawatan dan secara berkala melakukan perbaikan,’’ tandas dia. (*)

Editor : Amin Fauzie
#benda bersejarah #Gapura Paduraksan #situs sejarah #makam Sunan Bonang Tuban #piring bertuliskan huruf Arab #pintu gerbang