Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sumur Srumbung, Jejak Wali di Tuban. Dipercaya Terbentuk dari Tancapan Tongkat Sunan Bonang

Dwi Setiyawan • Kamis, 28 Desember 2023 - 00:00 WIB

Sumur Srumbung di lingkungan Sumur Srumbung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Sumur Srumbung di lingkungan Sumur Srumbung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jawa Timur.


TUBAN-Sumur Srumbung dikenal sebagai salah satu peninggalan Sunan Bonang.

Sumur yang berlokasi di lingkungan Sumur Srumbung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jawa Timur tersebut tidak tercatat sebagai situs sejarah Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

Namun, masyarakat Tuban dan sekitarnya mengultuskan sumur tersebut sebagai bagian dari sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa.

Untuk memberikan tetenger, prasasti di luar dinding tembok depan pun tertulis, Salah Satu Peninggalan Waliullah Sayid R. Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang) Sumur Srumbung.

Sumur Srumbung di lingkungan Sumur Srumbung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jawa Timur.
Sumur Srumbung di lingkungan Sumur Srumbung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Sumur tersebut dipugar pada 10 November 1952. La’alik Helmiyati, salah satu tokoh masyarakat Tuban  mengatakan, berdasarkan cerita tutur dari leluhurnya, keberadaan sumur tersebut berawal dari kedatangan seorang pendeta Hindu ke Tuban.

Keperluannya, mencari Sunan Bonang untuk diajak adu kesaktian.

Menjelang tiba di daratan, perahu yang ditumpangi dan berisi kitab-kitab tenggelam. Sehingga, perahunya pun hilang.

Ketika berjalan di pantai, pendeta ini bertemu dengan Sunan Bonang. Setelah menyampaikan tantangannya, Sunan Bonang menancapkan tongkatnya di pasir.

‘’Begitu tongkat dicabut, keluarlah air beserta kitab-kitab pendeta yang tenggelam tadi,’’ kata ustadzah kelahiran lingkungan Sumur Srumbung itu.

Tahu karomah Sunan Bonang yang luar biasa, pendeta ini menyerah dan memutuskan menjadi muridnya.

Sumber air itulah yang kemudian dikenal dengan Sumur Srumbung.

Nama tambahan Srumbung diberikan karena untuk mengatur agar air yang keluar beraturan, sunan mengambil bongkahan glugu atau pohon kelapa untuk ditancapkan persis di tengah sumber air tersebut.  

Sumur ini juga kerap didatangi para penziarah wali. Selain untuk melihat karomah sang wali, mereka juga mengambil air sumur tersebut sesuai dengan keyakinannya.

Salah satu kelebihan sumur ini adalah tidak pernah surut. Kelebihan lainnya, meski hanya berjarak kurang dari 20 meter dari bibir pantai, air sumur ini tetap tawar dan jernih.

Setiap hari, sumur ini dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari memasak, mandi, dan minum. (*)

Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#Sumur Srumbung #adu kesaktian #sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa #karomah sang wali #Kelurahan Kutorejo Kecamatan Tuban #situs sejarah #Sayid R Mahdum Ibrahim #Sunan Bonang #tuban #Peninggalan Waliullah