TUBAN-Pesanggrahan Nggembul di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur banyak didatangi warga yang ingin ngalab berkah dari wali songo, penyebar ajaran Islam di Pulau Jawa.
Tempat keramat yang konon dijadikan tempat pertemuan wali songo ini, diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa.
Umumnya, mereka yang menjalankan lelaku spiritual datang pada malam hari.
Pesanggrahan Nggembul ini memang cocok untuk tempat mendekatkan diri
kepada Sang Pencipta. Itu karena tempatnya yang sangat tersembunyi dan sunyi.
Juga kepercayaan dari bertuahnya jejak yang ditinggalkan para wali penyebar ajaran Islam.
Pesanggrahan Nggembul berada di tengah dua bukit kapur. Jalan terdekat menuju tempat ini adalah melalui jalan setapak yang sangat curam dari utara bukit yang posisinya di selatan Desa Boto.
Begitu sampai di dasar tebing, terhampar pemandangan alam yang indah. Sebuah sungai kecil dengan air yang bening mengalir di tengahnya.
Dasar tebing ini juga ditumbuhi pepohonan besar dan ditinggali puluhan monyet.
Pesanggrahan Nggembul menempel di tebing bukit bagian utara. Pesanggrahan ini ditutup kain putih. Tingginya sekitar 20meter (m) dari dasar tebing.
Untuk menuju tempat tersebut harus menaiki jalan setapak berbatu.
Setelah sampai pada ketinggian tertentu, ada dua tangga yang menghubungkan
dengan pesanggahan ini.
Pesanggrahan Nggembul ini tak lebih berupa dua dataran berlantai batu yang menempel pada tebing bukit.
Dataran pertama yang lantainya dilapisi perlak biasanya dipakai sholat. Sementara dataran kedua berukuran lebih sempit. Lantai area kedua ini berlapis papan jati.
Di dataran inilah konon menurut cerita tutur masyarakat setempat dipakai tempat pertemuan rutin para wali songo.
Kabarnya, di lantai batu yang dipakai tempat pertemuan tersebut masih terdapat cekungan menyerupai telapak kaki yang dipercaya sebagai jejak kaki para aulia.
Di salah satu sudut area ini juga terdapat genuk kecil atau tempat air dari tanah
liar yang dipakai menampung tetesan air dari langit-langit batu di atasnya.
Air ini juga diburu orang yang menjalankan lelaku spiritual karena dipercaya
memiliki tuah.
Pada hari-hari tertentu, Pesanggrahan Nggembul ramai didatangi orang dari berbagai daerah dan sekitar Tuban.
Selain menjalankan lelaku spiritual, tidak sedikit yang datang ke Pesanggrahan Nggembul dengan membawa sapi maupun kambing. Biasanya, mereka membawa binatang tersebut untuk memenuhi nazar dari doanya yang dikabulkan.
Binatang tersebut biasanya diserahkan kepada juru kunci pesanggrahan untuk disembelih. Selanjutnya, dagingnya dimasak dan dibagikan kepada warga sekitar.
Sa’i, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, sebagian besar orang datang ke Nggembul untuk mencari ketenangan.
‘’Di tempat inilah bisa didapatkan kedamaian batin dari penyakit duniawi,’’ kata dia. (ds)