Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengapa Wisuda Sekolah Kini Identik dengan Makeup, Outfit, dan Konten Media Sosial? Ini Fenomenanya

M. Afiqul Adib • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:31 WIB
menyoroti perubahan budaya wisuda sekolah, dari yang dulu sederhana dengan seragam, kini menjadi tren glamor dengan jasa MUA, outfit khusus, dan foto estetik yang dipengaruhi media sosial. (Illustration by Mila Okta Safitri on Unsplash)
menyoroti perubahan budaya wisuda sekolah, dari yang dulu sederhana dengan seragam, kini menjadi tren glamor dengan jasa MUA, outfit khusus, dan foto estetik yang dipengaruhi media sosial. (Illustration by Mila Okta Safitri on Unsplash)

RADARBONANG.ID – Ada pemandangan yang cukup berbeda jika membandingkan wisuda sekolah beberapa tahun lalu dengan yang berlangsung saat ini.

Dahulu, siswa datang mengenakan seragam sekolah atau pakaian yang telah ditentukan, mengikuti prosesi kelulusan secara sederhana, lalu mengabadikan momen bersama teman dan guru dengan kamera seadanya.

Kini, suasana wisuda berubah cukup drastis. Persiapan tidak lagi hanya soal hadir tepat waktu atau menerima ijazah, tetapi juga memilih pakaian terbaik, memesan jasa makeup artist (MUA), menyewa fotografer profesional, hingga mencari lokasi foto yang estetik untuk diunggah ke media sosial.

Perubahan ini menunjukkan bahwa budaya wisuda telah mengalami transformasi.

Di satu sisi, momen kelulusan menjadi lebih meriah dan berkesan. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan apakah makna utama wisuda mulai bergeser karena semakin besarnya perhatian terhadap penampilan.

Baca Juga: Vinicius Junior Belum Mau Perpanjang Kontrak di Real Madrid, Arsenal hingga Manchester City Siap Manfaatkan Situasi

Dari Seragam Sederhana Menjadi Perayaan Penuh Gaya

Beberapa tahun lalu, prosesi wisuda sekolah identik dengan kesederhanaan.

Sebagian besar siswa mengenakan seragam sekolah atau toga sederhana yang disediakan oleh pihak sekolah.

Acara berlangsung singkat, diisi sambutan kepala sekolah, penyerahan tanda kelulusan, kemudian ditutup dengan foto bersama keluarga dan teman-teman.

Kini, konsep tersebut berubah.

Banyak wisuda sekolah dikemas layaknya sebuah perayaan besar.

Dekorasi dibuat lebih menarik, panggung dirancang megah, tata cahaya lebih modern, bahkan beberapa sekolah menghadirkan hiburan khusus agar acara terasa lebih meriah.

Tidak hanya penyelenggara, para siswa juga ikut mempersiapkan diri jauh-jauh hari demi tampil maksimal pada hari kelulusan.

Media Sosial Mengubah Cara Merayakan Wisuda

Salah satu faktor terbesar di balik perubahan budaya wisuda adalah perkembangan media sosial.

Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook membuat setiap momen penting mudah dibagikan kepada banyak orang.

Akibatnya, dokumentasi wisuda tidak lagi sekadar menjadi kenangan pribadi, tetapi juga bagian dari identitas yang ingin ditampilkan di ruang digital.

Banyak siswa ingin menghasilkan foto dan video yang menarik sehingga rela menghabiskan waktu lebih lama untuk mempersiapkan penampilan.

Unggahan wisuda yang estetik sering kali mendapatkan banyak perhatian, sehingga tanpa disadari muncul dorongan untuk mengikuti tren yang sama.

Tren Makeup Artist Semakin Populer

Fenomena lain yang semakin berkembang adalah meningkatnya penggunaan jasa makeup artist atau MUA saat wisuda sekolah.

Jika dahulu jasa rias identik dengan acara pernikahan atau pesta besar, kini wisuda menjadi salah satu momen yang banyak dimanfaatkan siswa untuk menggunakan layanan tersebut.

Bagi sebagian orang, menggunakan MUA merupakan bentuk penghargaan terhadap momen spesial yang hanya terjadi sekali dalam setiap jenjang pendidikan.

Riasan profesional dinilai dapat membuat penampilan lebih percaya diri sekaligus menghasilkan foto yang lebih menarik.

Namun, tidak sedikit pula yang merasa menggunakan jasa MUA bukan lagi sekadar pilihan, melainkan karena ingin mengikuti tren yang sedang berkembang.

Tekanan Sosial Mulai Terasa

Perubahan budaya wisuda ternyata juga membawa dampak sosial.

Di tengah maraknya unggahan foto wisuda yang menarik di media sosial, sebagian siswa merasa harus tampil dengan standar tertentu agar tidak dianggap kurang menarik atau tertinggal dari teman-temannya.

Tekanan tersebut dapat muncul secara tidak langsung melalui lingkungan pertemanan maupun tren yang berkembang di media sosial.

Akibatnya, sebagian siswa merasa kurang percaya diri apabila tidak menggunakan pakaian baru, riasan profesional, atau dokumentasi berkualitas tinggi.

Padahal, setiap keluarga memiliki kondisi ekonomi yang berbeda.

Beban Ekonomi bagi Sebagian Keluarga

Selain tekanan sosial, biaya wisuda juga menjadi perhatian.

Persiapan penampilan sering kali membutuhkan pengeluaran tambahan, mulai dari membeli pakaian, menyewa toga, menggunakan jasa MUA, menyewa fotografer, hingga mencetak dokumentasi.

Bagi sebagian keluarga, biaya tersebut mungkin tidak menjadi persoalan.

Namun, bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi yang terbatas, pengeluaran tambahan menjelang wisuda dapat menjadi beban tersendiri.

Orang tua tentu ingin melihat anak tampil bahagia pada hari kelulusannya. Akan tetapi, mereka juga berharap perayaan tersebut tidak berubah menjadi tuntutan yang memberatkan kondisi keuangan keluarga.

Apakah Semua Itu Memang Diperlukan?

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah seluruh persiapan tersebut benar-benar menjadi kebutuhan utama dalam sebuah wisuda?

Pada dasarnya, tidak ada yang salah dengan tampil rapi, menggunakan riasan, ataupun mengabadikan momen melalui foto yang indah.

Hal tersebut merupakan bagian dari cara setiap orang merayakan pencapaian mereka.

Namun, yang perlu dijaga adalah agar perhatian terhadap penampilan tidak menggeser makna utama dari wisuda itu sendiri.

Wisuda merupakan simbol keberhasilan menyelesaikan proses belajar yang panjang, penuh tantangan, dan membutuhkan kerja keras.

Nilai tersebut jauh lebih penting dibandingkan seberapa mewah pakaian yang dikenakan atau seberapa estetik hasil dokumentasinya.

Merayakan Kelulusan dengan Bijak

Perkembangan zaman memang membuat cara masyarakat merayakan berbagai momen penting ikut berubah, termasuk wisuda sekolah.

Baca Juga: Air Alkali Benarkah Bisa Atasi Asam Lambung dan Menyembuhkan Penyakit? Simak Fakta Berdasarkan Penelitian

Media sosial, teknologi, dan kreativitas telah menghadirkan pengalaman yang lebih menarik bagi banyak orang.

Namun, merayakan kelulusan secara sederhana bukan berarti mengurangi rasa bangga atas pencapaian yang diraih.

Sebaliknya, kesederhanaan justru dapat membuat seluruh siswa menikmati momen tersebut tanpa tekanan sosial maupun beban ekonomi yang berlebihan.

Pada akhirnya, wisuda bukanlah kompetisi tentang siapa yang paling menarik atau paling estetik di media sosial.

Wisuda adalah momen untuk mensyukuri hasil perjuangan selama bertahun-tahun, mengapresiasi dukungan orang tua dan guru, serta menyambut langkah baru menuju masa depan.

Jika makna itu tetap dijaga, maka wisuda akan selalu menjadi kenangan indah, apa pun bentuk perayaannya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#wisuda sekolah #tren wisuda #makeup wisuda #foto estetik #media sosial