Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Wisuda Sekolah Selalu Jadi Perdebatan, Padahal yang Terpenting Bukan Kemewahan Acara

M. Afiqul Adib • Senin, 8 Juni 2026 | 07:57 WIB
Setiap tahun, wisuda sekolah selalu memicu perdebatan. Ada yang menganggapnya penting sebagai bentuk apresiasi, ada pula yang menilai hanya menambah biaya. (ilustrasi)
Setiap tahun, wisuda sekolah selalu memicu perdebatan. Ada yang menganggapnya penting sebagai bentuk apresiasi, ada pula yang menilai hanya menambah biaya. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID – Setiap musim kelulusan tiba, satu topik yang hampir selalu ramai diperbincangkan adalah wisuda sekolah.

Mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah, acara pelepasan siswa sering kali memunculkan dua kubu yang memiliki pandangan berbeda.

Di satu sisi, ada yang menganggap wisuda sebagai momen istimewa yang layak dirayakan.

Di sisi lain, tidak sedikit yang menilai kegiatan tersebut berlebihan, terutama jika disertai biaya tinggi dan kemasan acara yang terlalu mewah.

Perdebatan mengenai wisuda sekolah sebenarnya bukan hal baru. Hampir setiap tahun, diskusi serupa kembali muncul di media sosial, forum pendidikan, hingga lingkungan keluarga.

Baca Juga: Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S. Deyang Resmi Ditunjuk sebagai Pengganti

Namun di balik berbagai pandangan yang berkembang, ada satu hal yang sering terlupakan: tujuan utama dari perayaan tersebut.

Mengapa Wisuda Sekolah Sering Dipersoalkan?

Sebagian masyarakat berpendapat bahwa wisuda pada jenjang TK, SD, atau SMP tidak memiliki urgensi yang sama seperti wisuda perguruan tinggi.

Menurut pandangan ini, kelulusan pada jenjang pendidikan dasar merupakan proses yang wajar dan memang sudah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan setiap anak.

Karena itu, mereka menilai acara wisuda yang menggunakan toga, panggung megah, dekorasi mahal, hingga berbagai biaya tambahan dianggap tidak perlu dilakukan.

Kritik biasanya semakin menguat ketika muncul laporan mengenai pungutan yang dinilai memberatkan orang tua atau ketika perayaan berlangsung secara berlebihan hingga mengaburkan tujuan utamanya.

Bagi kelompok ini, penghargaan terhadap siswa tetap penting, tetapi tidak harus diwujudkan melalui acara yang memerlukan biaya besar.

Wisuda Juga Memiliki Nilai Emosional

Di sisi lain, banyak orang tua dan pendidik yang memandang wisuda sebagai momen yang memiliki makna emosional tersendiri.

Bagi seorang anak, menyelesaikan satu jenjang pendidikan merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.

Meskipun masih berada di tingkat TK atau SD, proses belajar yang mereka jalani tetap membutuhkan usaha, disiplin, dan ketekunan.

Wisuda menjadi simbol bahwa mereka berhasil menyelesaikan satu tahap penting dalam perjalanan pendidikan.

Momen tersebut juga dapat memberikan pengalaman positif yang membekas dalam ingatan anak hingga bertahun-tahun kemudian.

Tidak sedikit orang dewasa yang masih mengingat perasaan bangga ketika pertama kali mengenakan toga atau menerima sertifikat kelulusan saat masih kecil.

Bagi orang tua, wisuda juga sering menjadi simbol keberhasilan dalam mendampingi anak selama proses belajar.

Ada rasa haru dan kebanggaan melihat putra-putri mereka tumbuh dan melangkah ke tahap pendidikan berikutnya.

Masalah Muncul Ketika Perayaan Menjadi Beban

Pada dasarnya, sebagian besar perdebatan bukan terletak pada wisudanya, melainkan pada cara pelaksanaannya.

Ketika sebuah acara pelepasan siswa dilakukan secara sederhana dan sesuai kemampuan sekolah maupun orang tua, biasanya tidak menimbulkan persoalan berarti.

Namun situasinya berbeda ketika perayaan berubah menjadi ajang yang menuntut biaya besar.

Seragam khusus, sewa gedung mewah, dekorasi berlebihan, dokumentasi mahal, hingga berbagai kebutuhan tambahan lainnya dapat membuat sebagian keluarga merasa terbebani.

Dalam kondisi seperti itu, esensi wisuda sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa mulai tergeser oleh aspek seremonial yang berlebihan.

Akibatnya, acara yang seharusnya membawa kebahagiaan justru dapat menimbulkan tekanan bagi sebagian orang tua.

Memisahkan Makna dan Kemewahan

Salah satu cara melihat persoalan ini secara lebih jernih adalah dengan memisahkan antara makna wisuda dan kemewahan acara.

Makna wisuda terletak pada penghargaan terhadap usaha siswa, rasa syukur atas proses belajar yang telah dilalui, serta motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Sementara itu, kemewahan hanyalah pilihan tambahan yang sebenarnya tidak menentukan nilai dari perayaan tersebut.

Seorang siswa tetap dapat merasakan kebanggaan meskipun acara dilakukan secara sederhana di lingkungan sekolah.

Sebaliknya, kemegahan acara tidak akan memiliki arti besar jika justru menimbulkan beban finansial bagi keluarga.

Karena itu, banyak pihak menilai bahwa yang perlu dikoreksi bukan keberadaan wisudanya, melainkan kecenderungan untuk membuat perayaan menjadi terlalu berlebihan.

Menghormati Pilihan yang Berbeda

Setiap sekolah memiliki kondisi, budaya, dan kemampuan yang berbeda. Demikian pula dengan orang tua dan siswa.

Ada sekolah yang memilih mengadakan acara sederhana dengan biaya minim. Ada pula yang menggelar perayaan lebih meriah karena didukung oleh kemampuan dan kesepakatan seluruh pihak.

Selama pelaksanaannya tidak memaksa, transparan, dan tidak memberatkan keluarga siswa, pilihan tersebut seharusnya dapat dihormati.

Tidak semua sekolah harus merayakan wisuda dengan cara yang sama.

Begitu pula tidak semua orang tua harus memiliki pandangan yang seragam mengenai penting atau tidaknya acara tersebut.

Menghargai perbedaan pilihan sering kali lebih bijak daripada terus memperdebatkan sesuatu yang pada dasarnya bersifat relatif.

Jalan Tengah yang Lebih Sehat

Di tengah perdebatan yang terus berulang, mungkin jalan tengah menjadi pilihan yang paling masuk akal.

Wisuda tetap dapat dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa, tetapi dengan konsep yang sederhana, inklusif, dan sesuai kemampuan.

Baca Juga: Hadiah Piala Dunia 2026 Tembus Rp14,3 Triliun, FIFA Pecahkan Rekor dengan Prize Pool Terbesar Sepanjang Sejarah

Fokus utama sebaiknya berada pada penghargaan terhadap proses belajar, bukan pada kemewahan acara.

Dengan pendekatan seperti itu, siswa tetap memperoleh pengalaman berharga, orang tua dapat menikmati momen kebanggaan tanpa terbebani biaya berlebihan, dan sekolah tetap bisa menjaga nilai positif dari tradisi tersebut.

Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah seberapa megah panggung yang dibangun, seberapa mahal toga yang dikenakan, atau seberapa meriah dekorasi yang dipasang.

Yang terpenting adalah ketulusan dalam memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah menyelesaikan satu tahap perjalanan pendidikan mereka.

Karena makna sebuah perayaan tidak ditentukan oleh kemewahannya, melainkan oleh nilai dan kenangan yang ditinggalkannya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#wisuda sekolah #wisuda TK #wisuda SD #apresiasi siswa #perayaan kelulusan