RADARBONANG.ID – Dunia pendidikan internasional kembali menjadi sorotan setelah salah satu universitas ternama di Inggris menghadirkan program studi yang tidak biasa.
Universitas Exeter resmi mengumumkan pembukaan program magister bertema ilmu sihir dan okultisme yang langsung memicu perdebatan luas di kalangan akademisi maupun masyarakat global.
Program pascasarjana tersebut diberi nama MA in Magic and Occult Science.
Baca Juga: Apa Itu Haji Khusus? Ini Perbedaan Haji Plus dan Haji Reguler yang Wajib Dipahami Calon Jemaah
Meski terdengar seperti konsep yang berasal dari film fantasi, program ini justru dirancang dengan pendekatan akademik serius dan berbasis penelitian ilmiah.
Kehadiran jurusan ini membuat banyak orang penasaran. Sebagian menganggapnya sebagai inovasi baru dalam dunia humaniora, sementara lainnya memandangnya hanya sebagai strategi unik untuk menarik perhatian mahasiswa internasional.
Fokus pada Kajian Sejarah dan Budaya Mistisisme
Pihak Universitas Exeter menegaskan bahwa mahasiswa yang mengambil program ini tidak akan diajarkan praktik sihir atau mantra mistis seperti yang sering digambarkan dalam film populer.
Sebaliknya, mahasiswa akan mempelajari sejarah panjang mistisisme dan pengaruhnya terhadap perkembangan budaya, politik, hingga struktur sosial masyarakat dunia dari masa ke masa.
Dalam kurikulumnya, mahasiswa diajak menelusuri berbagai fenomena esoterisme melalui pendekatan multidisipliner.
Topik pembelajaran mencakup sejarah perburuan penyihir di Eropa abad pertengahan, filsafat okultisme Barat, ritual magis dalam budaya kuno, hingga representasi sihir dalam sastra dan seni modern.
Tidak hanya itu, pembelajaran juga melibatkan sejumlah disiplin ilmu lain seperti sejarah, sosiologi, sastra, antropologi, hingga studi agama.
Dengan pendekatan tersebut, program ini dinilai lebih menyerupai kajian budaya dan sejarah ketimbang pembelajaran supranatural seperti yang dibayangkan banyak orang.
Minat terhadap Dunia Mistisisme Dinilai Semakin Tinggi
Universitas Exeter mengungkapkan bahwa pembukaan program studi ini dilatarbelakangi meningkatnya ketertarikan generasi muda terhadap tema mistisisme dan sejarah supranatural.
Fenomena tersebut terlihat dari tingginya popularitas berbagai karya budaya populer bertema sihir, mitologi, dan dunia gaib dalam beberapa tahun terakhir.
Ketertarikan masyarakat terhadap hal-hal esoteris dianggap membuka peluang baru bagi kajian akademik yang lebih serius dan mendalam.
Pihak kampus juga menilai bahwa pemahaman mengenai sejarah mistisisme penting untuk membantu masyarakat modern memahami bagaimana kepercayaan supranatural di masa lalu mampu memengaruhi sistem sosial, kebijakan politik, hingga pola pikir suatu peradaban.
Karena itulah, jurusan ini dirancang bukan untuk menghidupkan praktik mistik, melainkan mengkaji dampak budaya dan sejarahnya secara objektif.
Lulusan Diproyeksikan Berkarier di Bidang Budaya dan Penelitian
Meski terdengar unik, Universitas Exeter menyebut lulusan program ini tetap memiliki peluang karier yang cukup luas.
Mahasiswa yang menyelesaikan studi nantinya diharapkan memiliki kemampuan analisis kritis, riset sejarah, serta pemahaman budaya yang mendalam. Keahlian tersebut dinilai relevan untuk berbagai sektor profesional.
Beberapa bidang yang diproyeksikan menjadi tujuan karier lulusan antara lain museum, lembaga budaya, industri pariwisata sejarah, penelitian akademik, penerbitan, hingga media kreatif.
Selain itu, pemahaman tentang budaya mistisisme juga dianggap penting dalam pengembangan industri hiburan modern seperti film, game, dan literatur yang banyak mengangkat tema supranatural.
Menuai Pro dan Kontra di Kalangan Akademisi
Keputusan Universitas Exeter membuka jurusan ini langsung memancing reaksi beragam dari berbagai pihak.
Sebagian akademisi memuji langkah tersebut sebagai bentuk inovasi pendidikan yang berani dan segar.
Mereka menilai kajian mengenai sejarah mistisisme memang layak dipelajari secara ilmiah karena memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan budaya manusia.
Banyak pula yang menganggap program ini dapat memperluas cakupan studi humaniora yang selama ini lebih banyak berfokus pada sejarah politik atau ekonomi.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pihak yang meragukan relevansi jurusan tersebut. Kritik muncul karena nama “Ilmu Sihir” dianggap terlalu kontroversial dan berpotensi memunculkan kesalahpahaman di masyarakat.
Beberapa pengamat pendidikan bahkan menilai langkah itu hanya bagian dari strategi pemasaran universitas untuk menciptakan sensasi di tengah persaingan global antar kampus internasional.
Meski demikian, pihak Universitas Exeter tetap optimistis bahwa program tersebut akan mendapat sambutan positif dari mahasiswa yang memiliki minat pada kajian budaya, sejarah, dan filsafat mistisisme.
Baca Juga: Ribuan Nomor Penipu Mengatasnamakan DPR hingga Pejabat Diblokir Komdigi, Masyarakat Diminta Waspada
Fenomena Baru dalam Dunia Pendidikan Modern
Pembukaan jurusan ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan tinggi kini semakin terbuka terhadap tema-tema yang sebelumnya dianggap tidak lazim untuk dipelajari secara akademik.
Jika dulu kajian tentang sihir dan okultisme hanya dianggap bagian dari cerita rakyat atau hiburan, kini topik tersebut mulai diposisikan sebagai objek penelitian budaya yang serius.
Universitas Exeter pun menjadi salah satu institusi pendidikan pertama yang secara khusus menghadirkan program magister dengan fokus mendalam pada sejarah sihir dan ilmu okultisme.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana universitas modern berupaya menghadirkan program studi yang berbeda untuk menjawab minat generasi muda yang terus berkembang di era digital dan budaya populer saat ini.