RADARBONANG.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menargetkan program revitalisasi sekolah berskala besar pada 2026.
Sebanyak 71.744 satuan pendidikan di berbagai daerah Indonesia masuk dalam sasaran program yang didukung anggaran mencapai Rp14 triliun.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional, terutama bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat maupun berada di wilayah dengan akses pendidikan terbatas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan program revitalisasi ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki fasilitas pendidikan secara bertahap namun masif.
Baca Juga: Di Tengah Tekanan Tinggi di Arsenal, Ini Cara Mikel Arteta Menjaga Mental Tetap Stabil
Pemerintah Tambah Target Revitalisasi Sekolah
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah awalnya telah memiliki target revitalisasi sekolah dalam jumlah tertentu.
Namun pada 2026, cakupan program akan diperluas dengan penambahan sekitar 60 ribu satuan pendidikan.
Dengan penambahan tersebut, total sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi mencapai lebih dari 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Program ini tidak hanya menyasar gedung sekolah yang mengalami kerusakan berat, tetapi juga fasilitas pendidikan yang dinilai sudah tidak layak mendukung proses belajar mengajar.
Pemerintah berharap langkah ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan sehingga siswa dan tenaga pengajar dapat menjalankan aktivitas belajar secara lebih aman dan nyaman.
Ribuan Sekolah Sudah Terima Bantuan
Pelaksanaan revitalisasi sekolah sebenarnya telah mulai berjalan pada tahun sebelumnya.
Hingga saat ini, pemerintah disebut telah menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan.
Selain itu, bantuan revitalisasi juga telah disalurkan kepada 3.408 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp2,6 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, atap sekolah, sanitasi, hingga sarana pendukung pembelajaran lainnya.
Sejumlah proyek pembangunan di beberapa daerah juga telah memasuki tahap awal pengerjaan sebagai bagian dari program percepatan revitalisasi nasional.
Sekolah Korban Bencana Jadi Prioritas
Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Banyak sekolah di sejumlah wilayah Indonesia diketahui mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir, gempa bumi, tanah longsor, maupun cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas belajar mengajar terganggu dan sebagian siswa harus belajar dengan fasilitas seadanya.
Karena itu, revitalisasi sekolah di daerah terdampak bencana dinilai mendesak agar kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan secara normal.
Fokus pada Wilayah 3T
Selain daerah bencana, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau kawasan 3T.
Sekolah-sekolah di wilayah tersebut selama ini kerap menghadapi keterbatasan fasilitas, akses transportasi, hingga minimnya sarana penunjang pendidikan.
Melalui program revitalisasi 2026, pemerintah berharap kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil dapat berkurang secara bertahap.
Perbaikan fasilitas pendidikan juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung kualitas tenaga pengajar di daerah.
Sekolah Rusak Berat Tetap Masuk Prioritas
Tidak hanya sekolah di daerah bencana dan kawasan 3T, pemerintah juga memasukkan sekolah dengan tingkat kerusakan berat di wilayah lain sebagai prioritas revitalisasi.
Hal ini dilakukan agar seluruh peserta didik di Indonesia dapat memperoleh hak pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi bangunan sekolah.
Kerusakan ruang kelas, plafon roboh, atap bocor, hingga sanitasi yang buruk selama ini menjadi persoalan yang masih ditemukan di sejumlah daerah.
Melalui anggaran Rp14 triliun yang telah disiapkan, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan pembangunan sekolah dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Baca Juga: Gen Z Mulai Tinggalkan TWS dan Kembali ke Earphone Kabel, Ternyata Alasannya Bukan Sekadar Nostalgia
Diharapkan Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional
Program revitalisasi sekolah dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Fasilitas sekolah yang memadai diyakini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan efektif bagi siswa maupun guru.
Selain meningkatkan keamanan bangunan, revitalisasi juga diharapkan mampu mendukung penerapan metode pembelajaran modern yang membutuhkan sarana lebih baik.
Pemerintah menargetkan pemerataan fasilitas pendidikan dapat terus berjalan sehingga seluruh siswa, baik di kota maupun daerah terpencil, memiliki kesempatan belajar dengan kualitas yang setara.
Dengan cakupan lebih dari 71 ribu sekolah pada 2026, program revitalisasi ini menjadi salah satu proyek pendidikan terbesar yang tengah dipersiapkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah