Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Guru Zaman Now: Serba Bisa, Serba Salah, tapi Tetap Jadi Pahlawan Tanpa Panggung di Era Digital yang Serbacepat

Arinie Khaqqo • Selasa, 25 November 2025 | 14:10 WIB
Ilustrasi guru
Ilustrasi guru

RADARBONANG.ID – Di balik layar kelas yang tampak tenang, para guru zaman now menjalani profesi yang makin mirip “superhero tanpa jubah”.

Bukan hanya mengajar, mereka dituntut menguasai aplikasi pembelajaran, mengedit video materi, memahami psikologi murid, menjadi customer service bagi orang tua, sekaligus harus tampil sempurna di ruang publik.

Meski serba bisa, posisi mereka kerap serba salah. Namun, justru di titik itulah peran guru makin terasa: pahlawan tanpa panggung yang sering bekerja jauh lebih keras dari yang terlihat.

Tekanan Era Digital: Guru Dituntut Jadi Multitasking Master

Dulu guru hanya berbekal kapur dan papan tulis. Sekarang? Guru harus fasih memakai Google Classroom, membuat presentasi yang estetis, merekam video pembelajaran saat siswa tidak hadir, hingga belajar algoritma TikTok karena sekolah ingin ikut tren edukasi lewat konten.

Seorang guru SMP di Surabaya mengaku kini pekerjaannya nyaris tak punya batas waktu. “Kalau murid jam 10 malam nanya tugas, kita harus jawab karena takut dibilang nggak peduli,” ujarnya.

Belum lagi komentar publik yang mudah viral jika ada potongan video kelas yang disalahpahami.

Serba Salah: Salah Satu Profesi yang Paling Mudah Dikritik

Keseimbangan seperti ini sulit, tapi menjadi tuntutan harian.

Di media sosial, guru menjadi salah satu profesi paling cepat diperdebatkan. Kesalahan kecil bisa jadi headline.

Padahal, banyak guru bekerja dalam tekanan: gaji terbatas, fasilitas tidak merata, dan ekspektasi publik yang makin tinggi.

Ketika Guru Menjadi Konselor Emosi

Murid generasi sekarang tak sekadar butuh pelajaran. Mereka membutuhkan pendengar, tempat curhat, dan sosok yang bisa memulihkan motivasi belajar.

Beberapa guru mengakui bahwa 30% hingga 40% waktu mereka habis untuk mendengarkan cerita murid tentang kecemasan, konflik pertemanan, hingga tekanan akademik.

Guru BK makin kewalahan. Guru mata pelajaran pun ikut mengambil peran sebagai “konselor dadakan” agar murid tetap stabil secara emosi. Ironisnya, hampir tidak ada pelatihan resmi untuk peran ini.

Panggung yang Tak Pernah Terang

Meski begitu, apresiasi terhadap guru belum seimbang dengan beban kerja mereka. Konten viral tentang guru jarang sebanding dengan kenyataan bahwa mereka:

Ini membuat profesi guru berada dalam “zona sunyi apresiasi”. Mereka bukan influencer, tapi pengaruh mereka terhadap masa depan murid jauh lebih besar.

Guru di Mata Murid: Sosok yang Tak Tergantikan oleh Teknologi

Meski AI, video pembelajaran, dan platform digital berkembang pesat, peran guru justru makin krusial.

Pada akhirnya, guru tetap menjadi fondasi pendidikan dan figur yang tak tergantikan dalam membentuk generasi masa depan.

Pahlawan Tanpa Panggung, Tapi Tidak Pernah Tanpa Arti

Hari ini guru bukan hanya pengajar. Mereka motivator, pembimbing, problem solver, dan penjaga masa depan murid.

Meski sering berada di posisi serba salah, mereka tetap hadir, tetap bertahan, dan tetap berjuang.

Panggung mungkin tidak pernah terang bagi mereka. Tapi dampak mereka akan terus menyala dalam hidup tiap murid yang pernah disentuhnya.(*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#apresiasi guru #peran guru #guru zaman now #guru dan teknologi #tantangan guru modern #guru era digital