Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kisah Air Mata Konservator RI yang Akhirnya Bertemu Rafflesia hasseltii setelah 13 Tahun

Muhammad Azlan Syah • Jumat, 21 November 2025 | 23:15 WIB

Seorang konservasionis Indonesia tak kuasa menahan haru saat akhirnya menemukan bunga Rafflesia hasseltii yang mekar sempurna di tengah hutan setelah 13 tahun
Seorang konservasionis Indonesia tak kuasa menahan haru saat akhirnya menemukan bunga Rafflesia hasseltii yang mekar sempurna di tengah hutan setelah 13 tahun

RADARBONANG.ID - Momen haru dan penuh makna terjadi ketika Septian Andriki, konservasionis dan pemandu riset lapang, berhasil menemukan bunga langka Rafflesia hasseltii setelah perjuangan panjang selama 13 tahun.

Dalam video ekspedisi yang dibagikan oleh University of Oxford, Deki – panggilan akrabnya – terlihat menangis tersedu dan terduduk lemas di depan bunga yang diidam-idamkannya.

Dikutip dari detik.com, Deki mengaku sangat emosional ketika akhirnya bisa menyaksikan mekarnya Rafflesia hasseltii.

“Saya sangat beruntung,” ucapnya lirih sambil menahan air mata. Keberhasilan ini bukanlah kebetulan, melainkan puncak dari kerja keras dan kesabaran luar biasa yang ia jalani bersama tim ekspedisi.

Baca Juga: Circle Mengecil Setelah Jadi Ibu? Ternyata Ada Pola Psikologis yang Dialami Hampir Semua New Mom

Penantian Panjang

Ekspedisi untuk mencari Rafflesia hasseltii bukanlah hal mudah. Deki dan rekan-rekannya menempuh perjalanan penuh tantangan di hutan hujan Sumatera Barat, tepatnya di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus.

Di kawasan ini, mereka menghadapi medan berat dan bahaya alam, sekaligus berharap mendapatkan jejak mekarnya bunga langka tersebut.

Menurut Deki, penyebaran Rafflesia hasseltii sangat terbatas, hanya terjadi di beberapa lokasi tertentu.

“Hanya ada di tiga tempat: satu di Punggul, satu di Riau, dan satu lagi di Sumatera Barat,” ujarnya.

Fakta ini menunjukkan betapa langkanya bunga tersebut, yang membuat setiap momen keberadaan mekarnya jadi sangat bernilai.

Keajaiban Bunga Rafflesia hasseltii

Rafflesia hasseltii merupakan salah satu jenis bunga Rafflesia yang paling mencolok. Bunganya berwarna merah darah dengan bercak-bercak putih di kelopak, dan sangat tergantung pada tumbuhan inang tertentu agar bisa tumbuh.

Karena ketergantungan pada inang tersebut dan habitatnya yang spesifik, populasinya sangat rentan terhadap kerusakan hutan.

Menurut tim, bunga yang ditemukan diperkirakan berusia sembilan bulan dan baru mekar tujuh hari.

Saat mekar sempurna, ukuran bunga ini bisa mencapai panjang 72 cm, menjadikannya salah satu bunga raksasa nan langka yang sulit ditemukan.

Dari Ilustrasi Buku ke Penelitian Lapangan

Perburuan Deki semakin intens sejak Oxford University memintanya untuk membantu ilustrasi buku ilmiah terkait spesies langka ini.

Sejak 2017 dan sempat menyerah, Deki kembali survei pada tahun 2022.

Hingga akhirnya, di tahun 2025, tim ekspedisi menerima laporan bahwa bunga yang ditunggu-tunggu itu akan mekar di hutan Nagari Sumpur Kudus.

Ketika surat izin penelitian diterima dan tim mencapai lokasi, harapan dan kerinduan selama bertahun-tahun pun meledak.

Setelah menyiapkan pengamatan dengan seksama, akhirnya mereka menyaksikan mekarnya Rafflesia.

Rekaman video momen tersebut pun diabadikan oleh tim ekspedisi, termasuk Dr. Chris Thorogood dari University of Oxford.

Bahaya di Balik Penemuan

Penemuan bunga Rafflesia ini tidak lepas dari risiko. Deki mengaku tim sempat merasa terancam saat ekspedisi berlangsung berbarengan dengan musim durian.

Karena durian banyak disukai hewan, seperti harimau, tim harus ekstra hati-hati. “Tiba-tiba kami seperti balapan dengan harimau, tidak tahu hari sial mana yang akan datang,” kata Deki. Namun bahaya tersebut tidak menghentikan komitmennya.

Bagi Deki, setiap langkah di hutan itu adalah bagian dari misi menjaga warisan alam yang sangat langka dan rapuh.

Upaya Konservasi Berkelanjutan

Kini, setelah berhasil menemukan bunga yang sudah lama dicari, tim ekspedisi tidak hanya berencana mendokumentasikan Rafflesia, tapi juga melindungi habitat dan inangnya.

Salah satu inang tumbuhan penting adalah Centella stigma, yang jika diabaikan bisa membuat populasi Rafflesia semakin rentan.

Deki menekankan pentingnya menjaga akar dan inang tumbuhan ini. “Jangan dicabut, jangan ditebang, jangan dipotong,” ujarnya tegas.

Selain itu, tim juga berencana mengembangkan metode konservasi alternatif, termasuk upaya menumbuhkan Rafflesia di luar habitat aslinya agar populasinya bisa diperkuat tanpa merusak ekosistem asli.

Pesan untuk Pemerintah dan Masyarakat

Konservasionis ini memberikan pesan kuat kepada pemerintah dan masyarakat untuk terus mendukung prinsip ekowisata bijak (ecotourism).

Menurut Deki, bukan dengan membangun fasilitas besar, tetapi mempertahankan hutan secara utuh dan bertanggung jawab adalah cara terbaik untuk melestarikan keindahan langka seperti Rafflesia hasseltii.

“Ayo kita jaga habitat ini bersama, tanpa mengubah fungsinya secara drastis,” imbuhnya.

Ia berharap masyarakat bisa menyadari betapa berharga spesies langka ini dan bergandengan tangan untuk menjaga keberadaannya.

Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Miliki Pemilik Baru, Datu Nova Fatmawati Akuisisi Mayoritas Saham PT MJS

Makna Besar bagi Konservasi Indonesia

Penemuan ini menjadi simbol harapan: bahwa upaya konservasi, riset ilmiah, dan kerja sama lokal bisa menghadirkan keajaiban alam yang sempat hanya diimpikan.

Kegigihan Deki dan tim bukan hanya soal menemukan bunga langka, tetapi juga menegaskan bahwa keanekaragaman hayati Indonesia sangat layak diperjuangkan.

Dengan keberhasilan ini, nama Rafflesia hasseltii sekali lagi menarik perhatian dunia ilmiah dan publik.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi agar generasi mendatang terus mencintai dan melindungi kekayaan alam yang tersimpan di jantung hutan Indonesia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
#penemuan bunga langka Sumatera #konservasi Rafflesia Indonesia #Rafflesia hasseltii #Septian Andriki Deki #konservasionis menangis