Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Haeydhar, Pelajar SMKN 2 Tuban Juara 1 LKS Jawa Timur dengan Maskot Si Macco

Shafa Dina Hayuning Mentari • Senin, 22 September 2025 | 01:55 WIB
Muhammad Zakky Haeydhar saat membawa piagam Juara 1 LKS Jawa Timur 2025.
Muhammad Zakky Haeydhar saat membawa piagam Juara 1 LKS Jawa Timur 2025.

RADARBONANG.ID – Keterbatasan bukan halangan bagi Muhammad Zakky Haeydhar.

Pelajar kelas XI Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 2 Tuban itu sukses meraih Juara 1 bidang Desain Maskot dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jawa Timur 2025.

Hebatnya lagi, dia menciptakan karya hanya bermodalkan gawai pinjaman dari kakaknya.

Bagi remaja yang akrab disapa Haeydhar, LKS bukan sekadar lomba rutin pelajar SMK.

Ajang ini adalah panggung besar untuk membuktikan bakat sekaligus mengasah kreativitas.

Meski minim pengalaman di kompetisi besar, keberanian dan semangat membuatnya mantap untuk tampil.

Dalam lomba tersebut, Haeydhar memilih macan tutul jawa sebagai inspirasi utama. Maskot ciptaannya dia beri nama Si Macco.

Karakter ini bukan hanya hasil goresan digital, melainkan juga lahir dari riset kecil tentang satwa endemik Jawa Timur, mulai dari trenggiling, lutung, rusa bawean, hingga akhirnya jatuh pada macan tutul.

“Saat itu ada banyak hewan yang menginspirasi, seperti trenggiling, lutung, rusa bawean. Tapi saya lebih tertarik dengan macan tutul yang saya namai Si Macco,” ungkapnya.

Filosofi Si Macco cukup mendalam. Haeydhar menggambarkannya sebagai pemimpin bijak: berani, cerdas, tegas, namun tetap tenang menghadapi perubahan zaman.

Filosofi itu sekaligus mencerminkan semangat generasi muda yang siap menjawab tantangan masa depan.

Meski tampak percaya diri, Haeydhar sebenarnya menghadapi kendala besar di balik karyanya.

Dunia desain digital baru ia tekuni sejak masuk jurusan DKV. Ia belajar otodidak dari dasar, tanpa perangkat pribadi.

“Sejujurnya persiapan saya cuma modal bismillah dan usaha dari ilmu yang saya pelajari secara otodidak. Bahkan, peralatannya juga bukan milik sendiri. Saya harus meminjam dari kakak, itu pun harus bergantian memakainya,” tutur remaja asal Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban itu.

Perangkat digital yang mahal, bahkan bisa mencapai belasan juta, sempat menjadi hambatan.

Namun, keterbatasan tak membuatnya menyerah. Dia terus berlatih dengan peralatan seadanya, membuktikan bahwa mimpi bisa diwujudkan dengan tekad kuat.

Bagi Haeydhar, menggambar bukan hanya hobi, tapi juga wadah untuk mewujudkan mimpi.

Kemenangannya di LKS 2025 menjadi pijakan awal untuk perjalanan panjang di dunia desain.

“Saya ingin terus bertumbuh, berkarya, dan meningkatkan kemampuan sekaligus pemahaman teknik desain saya untuk bekal menjadi seorang ilustrator yang bisa memberikan dampak positif melalui visual yang bermakna,” tandasnya penuh semangat.

Meski hanya ucapan selamat yang dia terima usai menjuarai lomba, kebahagiaan itu justru membuatnya semakin termotivasi.

Haeydhar membuktikan, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dengan kreativitas, tekad, dan kerja keras, karya besar tetap bisa lahir dari tempat sederhana. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Jawa Timur 2025 #lks #pelajar #Macan Tutul Jawa #Si Macco #DKV #maskot #Muhammad Zakky Haeydhar #SMKN 2 Tuban