RADARBONANG.ID – Dalam penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar, penggunaan tanda baca menjadi hal penting yang tak bisa diabaikan.
Salah satu tanda baca yang kerap digunakan namun masih sering disalahartikan fungsinya adalah tanda hubung (-).
Berdasarkan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), tanda hubung memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari menyambung kata, menandai bentuk ulang, hingga memperjelas makna dalam frasa.
Berikut ini adalah panduan lengkap penggunaan tanda hubung sesuai kaidah resmi EYD beserta cara penulisan tanda hubung yang benar yang dapat membantu kamu menulis lebih rapi, jelas, dan sesuai aturan.
1. Menandai Kata Terpenggal karena Pergantian Baris
Tanda hubung digunakan untuk menyambung kata yang terpotong akibat pindah baris. Contohnya:
Di samping cara lama, diterapkan juga ca-
ra baru …
Nelayan pesisir itu berhasil membudidayakan rum-
put laut.
Kini ada cara yang baru untuk meng-
ukur panas.
Parut jenis ini memudahkan kita me-
ngukur kelapa.
2. Menyambung Unsur Bentuk Ulang
Untuk menyambung bentuk kata ulang (reduplikasi), tanda hubung wajib digunakan:
anai-anai
anak-anak
berulang-ulang
kemerah-merahan
mengorek-ngorek
3. Digunakan dalam Penulisan Tanggal, Ejaan, dan Skor
Tanda hubung juga digunakan untuk:
Tanggal: 11-11-2025
Ejaan huruf per huruf: p-a-n-i-t-i-a
Skor pertandingan: 2-1
4. Memperjelas Hubungan Kata atau Ungkapan
Tanda hubung membantu mencegah ambiguitas dalam kata majemuk atau frasa khusus:
| Dengan Tanda Hubung | Tanpa Tanda Hubung |
| ber-evolusi | be-revolusi |
| meng-urus (merawat) | me-ngurus (kurus) |
| dua-puluh-lima ribuan (25 x 1.000) | dua-puluh lima-ribuan (20 x 5.000) |
| mesin hitung-tangan | mesin-hitung tangan |
5. Menggabungkan Huruf Kapital dan Nonkapital atau Huruf dan Angka
Penggunaan yang tepat misalnya:
se-Indonesia
peringkat ke-2
tahun 2000-an
hari-H
ber-KTP
di-SK-kan
ciptaan-Nya
D-3, S-1
KTP-mu
6. Tidak Digunakan saat Menyatakan Jumlah Huruf pada Singkatan
Pada singkatan dengan huruf dan angka yang menunjukkan jumlah huruf, tanda hubung tidak digunakan:
- BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia)
- P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan)
- P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan)
7. Gabungan Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing/Daerah/Slang
Tanda hubung wajib digunakan saat menggabungkan kata Indonesia dengan kata dari bahasa asing, daerah, atau slang:
di-slepet ‘dijepret’ (Betawi)
ber-pariban ‘bersaudara sepupu’ (Batak)
mem-back up ‘menyokong’ (Inggris)
di-tafṣīl ‘dijelaskan’ (Arab)
di-bokisin ‘dibohongi’ (slang)
8. Menandai Imbuhan atau Bentuk Terikat sebagai Objek Bahasan
Saat imbuhan atau bentuk terikat menjadi topik pembahasan, gunakan tanda hubung:
Imbuhan pe- pada pekerja bermakna ‘orang yang’.
Bentuk terikat pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.
Bentuk terikat -anda terdapat pada kata seperti ayahanda, ibunda, pamanda.
9. Menyatakan Kesatuan Makna antara Dua Unsur
Tanda hubung digunakan pada nama tempat atau frasa yang memiliki makna kesatuan:
suami-istri
Soekarno-Hatta
Konferensi Asia-Afrika
Kesimpulan
Tanda hubung (-) bukan sekadar pemisah atau pemanis visual, tetapi merupakan alat penting dalam penulisan bahasa Indonesia yang efektif.
Ia membantu memperjelas struktur kalimat, menghindari kesalahan makna, dan menjaga konsistensi penulisan sesuai kaidah Ejaan Bahasa Indonesia Edisi Kelima.
Dengan memahami dan menerapkan sembilan fungsi tanda hubung yang telah dijabarkan, kamu ikut menjaga mutu bahasa tulis Indonesia agar tetap akurat dan profesional.
Jadi, yuk biasakan menulis dengan tanda baca yang benar! (*)
Editor : Amin Fauzie