Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Menjelajah ke Berbagai Negara Bermodal Prestasi, Muti Sebut Negara Eropa Tepat Jadi Rujukan Pelajari Kanker

Piscella Aisa Kusuma • Kamis, 30 November 2023 | 00:21 WIB

BUAH DARI PRESTASI: Mutiara Auliya Firdausy saat berfoto di Eiger Glacier, salah satu pegunungan di Swiss.
BUAH DARI PRESTASI: Mutiara Auliya Firdausy saat berfoto di Eiger Glacier, salah satu pegunungan di Swiss.


TUBAN - Kecintaan terhadap sains mengantarkan Mutiara Auliya Firdausy, 23, menjelajah ke berbagai negara yang diimpikan sejak kecil.

Bermodal prestasi, mahasiswi koas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) asal Tuban itu sudah mengunjungi berbagai negara seperti Argentina, Jepang, Italia, Belgia, Swiss, Belanda, Ceko, hingga Prancis.

Sejak duduk di bangku SDN Kutorejo 1, Tuban, Muti, sapaan akrabnya, sudah menyukai segala hal yang berhubungan dengan sains.

Baginya, mempelajari ilmu pengetahuan alam adalah suatu hal yang sangat mengasyikkan.

Muti membuktikan dirinya memiliki kemampuan dalam bidang tersebut dengan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) sejak SMP.

‘’Saat itu saya ikut OSN dan berhasil lulus pelatihan nasional (pelatnas),” tuturnya.

Lulusan SMPN 1 Tuban itu mengungkapkan, setelah lulus pelatnas, dia melanjutkan perjuangannya dengan mengikuti International Junior Science Olympiad (IJSO), kompetisi sains internasional.

Dalam olimpiade yang diselenggarakan di Argentina tersebut, Muti meraih juara dan membawa pulang medali silver.

‘’Berkat OSN juga saya bisa mendapat beasiswa untuk sekolah di SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang,” kata dia.

Saat SMA, kemampuan bidang ilmu pengetahuan alam yang dikuasai sulung dari tiga bersaudara itu terus ditingkatkan hingga berhasil meraih berbagai kejuaraan. Salah satunya, mendapatkan medali silver OSN SMA 2016 dan medali perunggu pada Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2017.

‘’Di tahun yang sama, saya juga menjadi delegasi Indonesia untuk Sakura High School Exchange Program in Science oleh Japan Science and Technology di Tokyo, Jepang,” ungkap Muti menjelaskan perjalanan ke negara kedua yang dijelajahi.

Melalui program pertukaran pelajar tersebut, dia berkesempatan mengunjungi Negeri Sakura.

Di Jepang, Muti bertemu para pelajar dari kelas internasional untuk diberi wadah menyalurkan aspirasi dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) atau sains, teknologi, teknik, dan matematika.

‘’Tujuan program ini untuk mempererat hubungan Indonesia dengan Jepang dalam bidang STEM,” jelasnya.

Sepulang dari Jepang pada 2017, Muti tergabung dalam organisasi alumni program tersebut. Namanya, Sakura Alumni Association in Indonesia (SAAI).

Dalam organisasi tersebut, Muti menjadi salah satu koordinator alumni dan berkesempatan pergi ke Jepang yang kedua kalinya pada Oktober 2023.

‘’Pada saat itu kami berkunjung ke Jepang untuk melihat bagaimana progres perkembangan dari organisasi tersebut,” kenangnya.

Meski aktif pada organisasi di luar akademik, sarjana kedokteran FKUI itu mengaku bahwa dirinya tak pernah mengesampingkan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa koas. Kampusnya juga mendukung kegiatan Muti.

‘’Untuk kegiatan di Jepang, saya juga didukung FKUI dan mendapat izin selama dua hari dari dekanat,” ucap cewek asal Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban itu.

Tak hanya menjelajah sejumlah negara untuk mendalami sains, Muti juga mengembangkan diri di bidang akademik kedokteran.

Itu dibuktikan dengan pengalamannya mendapatkan penghargaan sebagai peraih beasiswa dalam program International Credit Mobility yang diselenggarakan Erasmus Mundus.

‘’Dalam program tersebut, saya berkesempatan untuk melakukan pertukaran pelajar ke Universitas Leiden, Belanda selama tiga bulan,” ujarnya.

Selama menempuh pendidikan gratis di Belanda, perempuan kelahiran 2000 itu mendalami mekanisme penyakit, imunologi, dan kanker.

Muti mengungkapkan, Eropa adalah negara yang tepat untuk dijadikan rujukan dalam pelajari kanker.

Salah satu pertimbangannya, negara di Benua Eropa tersebut fokus pada penanganan kanker.

‘’Sebab, kasus penyakit kanker di Eropa lebih banyak dibandingkan di Indonesia,‘’ ujar gadis berjilbab itu.

Selama menempuh studi di Belanda, Muti juga memanfaatkan waktu luangnya untuk traveling ke Italia, Belgia, Swiss, Belanda, Ceko, hingga Prancis.

‘’Semua yang saya lakukan memang atas dasar saya suka,” kata dia. (*)

Format poin Klasemen yang digunakan pada M5 World Championship 2023. (facebook/@Mobile Legends Esports)
Format poin Klasemen yang digunakan pada M5 World Championship 2023. (facebook/@Mobile Legends Esports)
Jadwal pertandingan M5 hari ke 1.
Jadwal pertandingan M5 hari ke 1.
Photo
Photo
Jadwal pertandingan M5 hari ke 2 sumber . (facebook/@Mobile Legends Esports)
Jadwal pertandingan M5 hari ke 2 sumber . (facebook/@Mobile Legends Esports)
 Jadwal pertandingan M5 hari ke 4 sumber (facebook @Mobile Legends Esports)
Jadwal pertandingan M5 hari ke 4 sumber (facebook @Mobile Legends Esports)
 Jadwal pertandingan M5 hari ke 5 sumber. (facebook/@Mobile Legends Esports)
Jadwal pertandingan M5 hari ke 5 sumber. (facebook/@Mobile Legends Esports)
 Jadwal pertandingan M5 hari ke 6 sumber.  (facebook/@Mobile Legends Esports)
Jadwal pertandingan M5 hari ke 6 sumber. (facebook/@Mobile Legends Esports)
Editor : Amin Fauzie
#Mutiara Auliya Firdausy #sains #fakultas kedokteran #negara eropa #universitas indonesia #menjelajah ke berbagai negara #Pelajari Kanker #program pertukaran pelajar