Terjebak Kepungan Api Saat Padamkan Karhutla Bromo, 4 Orang Meninggal Dunia dan 2 Luka Serius

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:50 WIB
Petugas gabungan berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, yang menewaskan empat orang. (istimewa)
Petugas gabungan berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, yang menewaskan empat orang. (istimewa)

RADARBONANG.ID – Insiden pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menelan korban jiwa.

Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi empat orang setelah Hendra Rony Wagiyanata, petugas yang sebelumnya mengalami luka bakar serius, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (15/10/2026).

Kabar duka tersebut dikonfirmasi Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, pada Jumat (16/10/2026).

Hendra, yang dikenal dengan panggilan Cak Panda, merupakan Manggala Agni Pemula pada Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I BB TNBTS.

Ia sebelumnya menjadi salah satu korban yang selamat dari kepungan api saat menjalankan upaya pemadaman di kawasan Mentigen, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo.

Meski telah mendapatkan penanganan medis intensif, luka bakar yang dialaminya sangat parah sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga: Red Bull Racing Perpanjang Kontrak Laurent Mekies hingga 2031, Apa Target Besarnya?

Kepergian Hendra menambah daftar korban dalam insiden yang terjadi ketika petugas gabungan berupaya mengendalikan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

Hendra Rony Sempat Dirawat akibat Luka Bakar

Rudijanta menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Hendra.

Pihak BB TNBTS juga mengenang dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjalankan tugas menjaga kawasan taman nasional.

Sebelum meninggal dunia, Hendra sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan setelah terjebak dalam kepungan asap pekat dan kobaran api saat proses pemadaman karhutla.

Tim medis telah berupaya memberikan penanganan darurat dan perawatan intensif.

Namun, kondisi luka bakar yang dialaminya terlalu parah hingga akhirnya ia meninggal dunia.

Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga besar BB TNBTS serta pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran di kawasan Gunung Bromo.

Tiga Korban Meninggal Lebih Dahulu

Sebelum Hendra dinyatakan meninggal dunia, tiga orang telah dilaporkan tewas dalam insiden pemadaman karhutla tersebut.

Ketiga korban itu adalah Sukaris, berusia 55 tahun, yang merupakan petugas BB TNBTS.

Dua korban lainnya, Wisnu Yuda Pratama berusia 25 tahun dan Sefriel Ardiansyah berusia 19 tahun, merupakan petugas keamanan hotel.

Dengan meninggalnya Hendra, total korban jiwa dalam insiden tersebut menjadi empat orang.

Para korban berasal dari unsur petugas taman nasional dan pekerja hotel yang turut terlibat dalam upaya pemadaman api.

Selain korban meninggal, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka bakar serius. Keduanya mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Insiden ini memperlihatkan risiko besar yang dihadapi petugas dan unsur pendukung ketika berupaya menangani kebakaran di kawasan hutan, terutama saat kondisi api dan arah angin berubah dengan cepat. 

Api Mengepung Petugas Saat Pemadaman

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di wilayah Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026).

Sejumlah titik yang dilaporkan terdampak berada di kawasan Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, wilayah Sukapura.

Petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Dalam proses penanganan tersebut, enam orang dilaporkan terjebak di tengah kepungan api.

Kondisi kebakaran yang membesar, disertai asap pekat dan perubahan arah angin, membuat situasi di lapangan menjadi berbahaya.

Para petugas dan unsur pendukung yang berupaya memadamkan api kemudian menjadi korban dalam insiden tersebut.

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya mengalami luka bakar dan harus dievakuasi untuk memperoleh perawatan medis.

Hendra menjadi korban keempat yang meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan.

Aparat dan pihak terkait melakukan penanganan terhadap para korban sekaligus mendalami rangkaian kejadian yang menyebabkan enam orang terjebak saat pemadaman.

Pengabdian di Kawasan Konservasi

Kepala BB TNBTS menyampaikan bahwa keberanian, dedikasi, dan pengorbanan para korban merupakan bentuk pengabdian dalam menjaga kelestarian alam serta kawasan konservasi.

Upaya pemadaman karhutla di kawasan Gunung Bromo menjadi pekerjaan berisiko karena kondisi api dapat berubah dan menyebar dengan cepat.

Baca Juga: Max Verstappen Turun di Portimão, Debut GT World Challenge Europe Jadi Sorotan Akhir Musim

Situasi tersebut menuntut kewaspadaan serta koordinasi antarpersonel selama penanganan berlangsung.

Sementara itu, penyelidikan terhadap insiden tersebut diperlukan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih lengkap, termasuk kondisi yang menyebabkan sejumlah petugas terjebak di tengah kebakaran.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Empat orang meninggal dunia saat menjalankan upaya pemadaman, sedangkan dua korban lainnya mengalami luka bakar serius.

Pengorbanan para korban menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas dan relawan dalam upaya melindungi kawasan hutan dari kebakaran. (*)

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
Probolinggo KARHUTLA Bromo korban meninggal tnbts