Kabar Gembira dari Way Kambas, Ratu dan Delilah Bunting di Tengah Ancaman Kepunahan Badak Sumatera

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:19 WIB
Kabar baik datang dari Way Kambas. Ratu dan Delilah, dua badak sumatera betina, kini tengah bunting. Ratu mengandung anak keempat, sedangkan Delilah mengandung anak keduanya. (istimewa)
Kabar baik datang dari Way Kambas. Ratu dan Delilah, dua badak sumatera betina, kini tengah bunting. Ratu mengandung anak keempat, sedangkan Delilah mengandung anak keduanya. (istimewa)

RADARBONANG.ID – Kabar menggembirakan datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS), Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Dua badak sumatera betina, Ratu dan Delilah, kini tengah bunting dan dipantau secara intensif oleh tim konservasi.

Kabar tersebut menjadi angin segar bagi upaya penyelamatan badak sumatera.

Sebab, satwa dengan nama ilmiah Dicerorhinus sumatrensis itu saat ini berstatus Critically Endangered atau kritis dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Populasi badak sumatera di alam diperkirakan tidak lebih dari 80 ekor.

Satwa tersebut juga kini hanya tersisa di Indonesia, dengan habitat yang tersebar di sejumlah kawasan seperti Ekosistem Gunung Leuser, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga: Bukan Sekadar Mengejar Ijazah, Ini yang Dibutuhkan Anak Muda untuk Hadapi Masa Depan

Karena itu, kebuntingan Ratu dan Delilah bukan sekadar kabar kelahiran dua anak badak.

Jika berjalan lancar hingga proses persalinan, keduanya dapat memberikan tambahan penting bagi populasi sekaligus mendukung keberagaman genetik spesies tersebut.

Ratu Mengandung Anak Keempat

Ratu menjadi salah satu induk yang paling menarik perhatian dalam program pengembangbiakan badak sumatera di Way Kambas.

Pada 3 Oktober 2026, Ratu tercatat tengah mengandung calon anak keempat bersama pejantan Andalas. Usia kebuntingannya telah mencapai 238 hari atau sekitar 7,9 bulan.

Ratu sebelumnya telah melahirkan tiga anak. Salah satunya adalah Delilah yang lahir pada 2016.

Jika kebuntingan kali ini berjalan baik hingga kelahiran, Ratu akan kembali menambah anggota baru dalam program konservasi badak sumatera.

Kabar tersebut juga menjadi penting karena reproduksi badak sumatera tidak berlangsung dalam waktu singkat.

Masa kebuntingan satwa ini dapat mencapai sekitar 15 hingga 16 bulan.

Artinya, perjalanan Ratu menuju kelahiran masih membutuhkan waktu dan pemantauan panjang.

Delilah Juga Tengah Bunting

Kabar baik tidak hanya datang dari Ratu.

Delilah, anak Ratu yang lahir di SRS pada 2016, kini juga tengah mengandung.

Delilah sedang menjalani kebuntingan calon anak kedua bersama pejantan Harapan.

Per 3 Oktober 2026, usia kebuntingan Delilah telah mencapai 251 hari atau sekitar 8,3 bulan.

Kebuntingan Delilah memiliki arti tersendiri bagi program konservasi.

Sebab, Delilah merupakan badak sumatera betina yang lahir di SRS dan kemudian berhasil berkembang biak.

Pada 2023, Delilah mencatat sejarah setelah melahirkan anak pertamanya, Indra.

Ia menjadi badak sumatera betina kelahiran penangkaran yang berhasil menghasilkan keturunan.

Kini, pengalaman tersebut kembali berlanjut dengan kebuntingan keduanya.

Lima Badak Sudah Lahir di Way Kambas

Program pengembangbiakan di SRS Taman Nasional Way Kambas telah menghasilkan lima kelahiran badak sumatera.

Mereka adalah Andatu yang lahir pada 2012, Delilah pada 2016, Sedah Mirah pada 2022, serta Anggi dan Indra yang lahir pada 2023.

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Kementerian Kehutanan, Balai Taman Nasional Way Kambas, dan Yayasan Badak Indonesia atau YABI.

SRS menerapkan konsep pengembangbiakan semi-in-situ.

Badak ditempatkan dalam lingkungan yang mendekati habitat alaminya dengan interaksi manusia seminimal mungkin.

Meski begitu, aspek kesehatan dan reproduksi tetap dipantau secara intensif oleh tim medis serta keeper.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan populasi badak sumatera.

Masa Kebuntingan Masih Panjang

Meski kabar kebuntingan Ratu dan Delilah membawa harapan, proses menuju kelahiran masih membutuhkan perhatian serius.

Badak sumatera memiliki masa kebuntingan sekitar 15 hingga 16 bulan.

Setelah lahir, anak badak juga membutuhkan waktu cukup panjang untuk tumbuh dan berkembang sebelum mencapai tahap mandiri.

Karena itu, kondisi kedua induk akan terus dipantau hingga proses persalinan.

Tim medis, keeper, dan manajemen SRS memantau kesehatan Ratu dan Delilah sekaligus perkembangan calon anak di dalam kandungan.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kedua induk dapat melewati masa kebuntingan dengan baik hingga melahirkan anak yang sehat.

Tidak ada proses yang instan dalam konservasi satwa langka.

Setiap keberhasilan reproduksi membutuhkan perencanaan, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, perawatan, serta pemantauan dalam waktu panjang.

Harapan di Tengah Populasi yang Sangat Sedikit

Status badak sumatera yang kritis membuat setiap kelahiran memiliki nilai penting.

Dengan populasi liar yang diperkirakan kurang dari 80 ekor, kehilangan satu individu dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan spesies.

Sebaliknya, keberhasilan kelahiran dapat menambah jumlah individu sekaligus membantu menjaga keragaman genetik populasi.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena badak sumatera saat ini hanya bertahan di Indonesia.

Konservasi di Way Kambas pun tidak hanya bertujuan menghasilkan anak badak.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempelajari reproduksi, kesehatan, perilaku, serta kebutuhan spesies yang terancam punah.

Baca Juga: In This Economy, Coba 7 Trik Tampil Minimalis Ini agar Tetap Kece Tanpa Bikin Dompet Menjerit

Kebuntingan Ratu dan Delilah akhirnya menjadi pengingat bahwa perjuangan menyelamatkan badak sumatera masih terus berlangsung.

Dua induk tersebut kini membawa harapan baru bagi lahirnya generasi berikutnya.

Jika seluruh proses berjalan lancar, Way Kambas kembali akan menyambut anggota baru dalam keluarga badak sumatera.

Bagi spesies yang jumlahnya tinggal puluhan di alam, dua kelahiran bukan sekadar kabar menggembirakan.

Keduanya bisa menjadi bagian penting dari perjuangan panjang agar badak sumatera tidak benar-benar hilang dari Indonesia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : goodnewsfromindonesia.id
badak sumatera Ratu badak sumatera Delilah badak sumatera Way Kambas konservasi badak sumatera