RADARBONANG.ID - Generasi Alpha yang kelak menjadi bagian penting dari Indonesia Emas 2045 mulai menunjukkan perhatian terhadap kondisi sosial dan arah pembangunan bangsa.
Hal itu terlihat dalam kanal Youtube Reset Indonesia yang menghadirkan perwakilan Generasi Alpha, Kaffa Billahi Syahidah atau Kafa, bersama Sayyid Romidzauq atau Aang.
Keduanya berdialog dengan Yusuf Priambodo mengenai berbagai persoalan yang mereka temukan setelah membaca buku Reset Indonesia.
Baca Juga: Inovasi Anak Bangsa! Kacamata AI “RunSight” Bantu Difabel Visual Berlari Mandiri dan Mendunia
Percakapan tersebut menunjukkan bahwa perhatian anak muda terhadap persoalan bangsa tidak selalu sebatas mengikuti tren di media sosial.
Mereka juga mulai mempertanyakan berbagai kondisi sosial serta arah masa depan Indonesia.
Salah satu hal yang disoroti Kafa adalah pentingnya keterlibatan generasi muda dalam membicarakan masa depan bangsa.
Menurutnya, persoalan kenegaraan tidak seharusnya hanya menjadi pembahasan kalangan orang dewasa.
"Kepedulian atas masa depan bangsa bukan cuma milik orang dewasa," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pandangan bahwa generasi muda memiliki kepentingan langsung terhadap berbagai keputusan yang dibuat saat ini.
Sebab, dampak dari kebijakan dan kondisi sosial hari ini akan turut menentukan kehidupan mereka pada masa mendatang.
Gen Alpha Mulai Memahami Persoalan Bangsa
Kafa dan Aang tidak hanya berbicara mengenai masa depan secara abstrak.
Setelah membaca ResetIndonesia, keduanya mencoba menghubungkan berbagai gagasan dalam buku tersebut dengan realitas yang mereka lihat di kehidupan sehari-hari.
Perhatian terhadap ketimpangan sosial, penegakan hukum, hingga integritas menjadi bagian dari keresahan yang mereka sampaikan dalam dialog tersebut.
Keterlibatan anak muda dalam pembahasan persoalan publik juga menunjukkan bahwa kelompok usia muda tidak bisa begitu saja dianggap apatis terhadap kondisi bangsa.
Mereka memiliki cara sendiri dalam memahami isu sosial, terutama melalui informasi yang mereka dapatkan dari buku, internet, media sosial, maupun ruang diskusi.
Bagi generasi yang akan menjalani kehidupan Indonesia pada 2045, berbagai persoalan tersebut bukan sekadar isu politik atau kebijakan.
Kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, hukum, dan lingkungan yang terbentuk hari ini akan menjadi bagian dari kehidupan mereka di masa depan.
Indonesia Emas 2045 dan Suara Generasi Muda
Konsep Indonesia Emas 2045 menempatkan generasi muda sebagai salah satu kelompok penting dalam perjalanan menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, suara generasi muda mengenai kondisi bangsa menjadi bagian dari percakapan yang tidak bisa diabaikan.
Dialog Kafa dan Aang dalam Reset Indonesia memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap masa depan bangsa dapat tumbuh sejak usia muda.
Kritik maupun pertanyaan yang mereka sampaikan dapat menjadi bagian dari ruang diskusi publik selama disampaikan berdasarkan pengetahuan dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Mereka adalah bagian dari generasi yang akan merasakan secara langsung hasil dari berbagai keputusan yang dibuat pada hari ini.
Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam memahami persoalan bangsa menjadi penting.
Bukan untuk menggantikan peran generasi sebelumnya, melainkan untuk memastikan bahwa pembahasan mengenai masa depan Indonesia juga memberi ruang bagi mereka yang kelak akan menjalaninya. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari