Kenangan Coffee hingga Sari Ratu Masuk Daftar Boikot Netizen Malaysia, Ternyata Ini Pemicunya

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 16:56 WIB
Sejumlah merek makanan dan minuman asal Indonesia masuk daftar boikot yang diunggah seorang netizen Malaysia di Threads. Seruan itu disebut dipicu unggahan yang diduga menghina Raja Malaysia. Namun, konten yang dimaksud belum diketahui secara jelas. (instagram.com/kulturdomestik)
Sejumlah merek makanan dan minuman asal Indonesia masuk daftar boikot yang diunggah seorang netizen Malaysia di Threads. Seruan itu disebut dipicu unggahan yang diduga menghina Raja Malaysia. Namun, konten yang dimaksud belum diketahui secara jelas. (instagram.com/kulturdomestik)

RADARBONANG.ID – Seorang netizen Malaysia membuat heboh media sosial Threads setelah menyerukan boikot terhadap sejumlah makanan, minuman, dan restoran asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia.

Seruan tersebut muncul setelah pengunggah mengaku geram dengan sebuah unggahan di media sosial yang diduga mengandung penghinaan terhadap Raja Malaysia.

Akun Threads dengan nama pengguna mee.zsa mengunggah daftar sejumlah merek makanan dan minuman asal Indonesia yang tersedia di Malaysia.

Daftar tersebut mencakup berbagai produk, mulai dari kopi, teh, es krim, hingga restoran yang menyajikan menu khas Nusantara.

Unggahan itu kemudian mendapat perhatian besar dari pengguna Threads.

Ribuan tanda suka, komentar, dan bagikan tercatat pada unggahan tersebut.

Baca Juga: Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini 5 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,619 Juta

Daftar Merek Indonesia Ikut Disorot

Dalam unggahannya, mee.zsa mencantumkan sejumlah merek asal Indonesia yang telah membuka gerai di Malaysia.

Beberapa di antaranya adalah Kenangan Coffee, Ai-Cha Ice Cream & Tea, dan MOMOYO.

Pengunggah juga menyertakan informasi mengenai tahun berdiri serta jumlah gerai dari sejumlah merek yang dicantumkan.

Tidak berhenti pada bisnis minuman, daftar tersebut juga mencakup restoran yang menawarkan makanan khas Indonesia.

Nama Sari Ratu, Waroeng Penyet, dan RM Cibiuk turut dimasukkan dalam daftar tersebut.

Produk dari perusahaan besar Indonesia, termasuk merek yang berada di bawah Indofood, juga ikut disebut dalam unggahan tersebut.

Daftar itu kemudian menjadi bahan perdebatan di kalangan pengguna media sosial Malaysia dan Indonesia.

Warganet Ingatkan Soal Kepemilikan Gerai

Seruan boikot tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari warganet Malaysia.

Sebagian pengguna justru mengingatkan bahwa tidak semua gerai merek asal Indonesia yang beroperasi di Malaysia secara langsung dimiliki oleh perusahaan dari Indonesia.

Beberapa di antaranya menggunakan sistem waralaba.

Dengan model tersebut, gerai di Malaysia dapat dijalankan oleh pengusaha atau pemegang hak waralaba setempat.

Karena itu, sebagian warganet menilai aksi boikot justru berpotensi memberikan dampak kepada warga Malaysia sendiri.

Perdebatan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai hubungan bisnis antara Indonesia dan Malaysia.

Di sisi lain, ada pula warganet yang memberikan komentar bernada sindiran.

Mereka menyebut jika boikot memang ingin dilakukan, maka seharusnya tidak hanya menyasar restoran dan merek makanan Indonesia.

Beberapa pengguna bahkan menyindir agar masyarakat Malaysia turut menghindari batik dan rendang yang selama ini juga populer di negara tersebut.

Disebut Bukan karena Sepak Bola

Dalam unggahan lain, pemilik akun mee.zsa kemudian memberikan penjelasan mengenai alasan di balik seruan boikot tersebut.

Ia menegaskan bahwa ajakan tersebut bukan dipicu oleh hasil pertandingan sepak bola antara Indonesia dan Malaysia.

Menurutnya, persoalan yang membuatnya geram berkaitan dengan sebuah unggahan di media sosial yang diduga menghina Raja Malaysia.

Namun, bentuk unggahan yang dimaksud tidak dijelaskan secara rinci dalam unggahan tersebut.

Hingga kini, konten yang disebut sebagai pemicu seruan boikot itu juga belum diketahui secara jelas.

Karena itu, tudingan mengenai adanya penghinaan terhadap Raja Malaysia masih perlu dilihat berdasarkan unggahan atau sumber asli yang dimaksud.

Tak Ingin Berselisih dengan Warga Indonesia

Mee.zsa juga menyatakan bahwa seruan tersebut tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk bermusuhan dengan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Ia mengaku tidak memiliki niat untuk berselisih dengan warga Indonesia.

Namun, ia menyampaikan bahwa kesabaran masyarakat Malaysia juga memiliki batas.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan beragam respons dari pengguna Threads.

Ada yang mendukung seruan tersebut sebagai bentuk protes.

Ada pula yang meminta persoalan tidak dibawa terlalu jauh hingga merugikan pelaku usaha dan konsumen.

Perdebatan di media sosial pun menunjukkan bagaimana isu yang berkaitan dengan identitas nasional dapat dengan cepat berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Apalagi, produk makanan dan minuman Indonesia telah cukup dikenal dan memiliki pasar di Malaysia.

Baca Juga: Begini Makna Self Love yang Perlu Dipahami Ketika Memasuki Usia 20-an

Di sisi lain, banyak bisnis tersebut juga melibatkan mitra atau pengusaha lokal melalui sistem waralaba.

Karena itu, seruan boikot terhadap sebuah merek tidak selalu hanya berdampak kepada perusahaan asal negara tertentu.

Dampaknya juga dapat dirasakan oleh pekerja, pemegang waralaba, pemasok, hingga konsumen di negara tempat bisnis tersebut beroperasi.

Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai unggahan yang disebut sebagai pemicu persoalan tersebut.

Perdebatan antara pengguna Malaysia dan Indonesia pun masih berlangsung di media sosial, dengan sebagian warganet memilih mendukung boikot sementara lainnya meminta persoalan tidak digeneralisasi kepada seluruh produk dan masyarakat Indonesia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : instagram.com/redsignalcom
boikot makanan Indonesia di Malaysia netizen Malaysia Kenangan Coffee Malaysia restoran Indonesia di Malaysia Threads Malaysia