Resmi Dilantik, Bahlil Rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM dalam Struktur Baru Pemerintahan

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:35 WIB
Bahlil Lahadalia resmi dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM. (istimewa)
Bahlil Lahadalia resmi dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM. (istimewa)

RADARBONANG.ID - Bahlil Lahadalia kini mengemban dua jabatan sekaligus dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain tetap menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Penunjukan Bahlil sebagai menko baru ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Sebelumnya Bahlil Sudah Ungkap Akan Rangkap Jabatan

Sebelum prosesi pelantikan berlangsung, Bahlil memang telah mengungkap bahwa dirinya mendapat mandat untuk menjabat sebagai menko sekaligus tetap menjalankan tugas sebagai Menteri ESDM.

Baca Juga: MotoGP Mandalika Bikin Ekonomi Ikut Ngebut, Dampaknya Triliunan hingga Buka Peluang bagi UMKM Lokal

Saat tiba di Istana Kepresidenan pada Kamis pagi, Bahlil mengatakan dirinya mendapat telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengenai penugasan tersebut.

Bahlil menyebut penugasan itu sebagai amanah dari Presiden dan mengatakan akan menjalankan seluruh tugas yang diberikan kepadanya.

"Saya dapat telepon dari Pak Seskab untuk Menko merangkap Menteri ESDM, kita jalankan semua tugas yang diberikan oleh Bapak Presiden," ujar Bahlil.

Ketika ditanya mengenai pembagian tugas dan rincian posisi barunya, Bahlil saat itu belum memberikan penjelasan.

Ia meminta awak media menunggu hingga dirinya resmi dilantik.

Jabatan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Dalam pelantikan tersebut, nomenklatur jabatan Bahlil adalah Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Posisi tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur pemerintahan yang memberikan fokus lebih besar terhadap koordinasi kebijakan hilirisasi dan transisi energi.

Sebagai menko, ruang lingkup koordinasinya berkaitan dengan kebijakan lintas kementerian di sektor yang berada dalam bidang hilirisasi dan transisi energi.

Sementara itu, Bahlil tetap memegang posisi Menteri ESDM yang sebelumnya sudah dijalankannya.

Dengan demikian, Bahlil kini berada pada posisi yang menghubungkan koordinasi kebijakan hilirisasi dengan sektor energi dan sumber daya mineral.

Tetap Menjabat Menteri ESDM

Bahlil sebelumnya dilantik sebagai Menteri ESDM pada 19 Agustus 2024.

Ia menggantikan Arifin Tasrif dan kemudian melanjutkan jabatan tersebut dalam pemerintahan Prabowo Subianto.

Sebelum menjadi Menteri ESDM, Bahlil lebih dahulu dikenal melalui kiprahnya di bidang investasi.

Ia menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 2019.

Setelah nomenklatur lembaga berubah menjadi Kementerian Investasi, Bahlil kemudian menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM hingga Agustus 2024.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan karier pemerintahan Bahlil sebelumnya banyak berkaitan dengan investasi, sebelum kemudian beralih ke sektor energi.

Fokus Hilirisasi dan Energi

Penempatan Bahlil sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi membuat sektor hilirisasi kembali menjadi salah satu bagian penting dalam struktur koordinasi pemerintahan.

Hilirisasi sendiri berkaitan dengan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan, termasuk melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara sektor transisi energi berkaitan dengan perubahan sistem energi menuju penggunaan sumber energi yang lebih beragam dan rendah emisi.

Dalam posisi barunya, koordinasi antara kebijakan hilirisasi dan energi menjadi bagian dari tugas yang harus dijalankan Bahlil bersama kementerian serta lembaga terkait.

Bahlil Diminta Menjalankan Amanah Presiden

Bahlil sebelumnya mengatakan dirinya siap menjalankan penugasan baru tersebut.

"Insya Allah kita menjalankan amanah dari Pak Presiden untuk bangsa dan negara," kata Bahlil sebelum pelantikan.

Baca Juga: Psikopat Tak Selalu Pembunuh, Begini Penjelasan Psikiater soal Sifat Psikopatik

Setelah resmi dilantik, Bahlil kini menjalankan dua fungsi pemerintahan sekaligus.

Di satu sisi, ia tetap bertanggung jawab sebagai Menteri ESDM.

Di sisi lain, ia mengemban fungsi koordinasi sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026.

Dengan jabatan baru tersebut, Bahlil menjadi salah satu pejabat yang mendapat penugasan tambahan dalam pemerintahan Prabowo untuk menangani koordinasi bidang hilirisasi dan transisi energi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
Menko Hilirisasi Bahlil rangkap jabatan menteri esdm Bahlil Lahadalia Kabinet Merah Putih