Bukan Roket, Laser Jadi Kunci Menuju Alpha Centauri dalam 20 Tahun, Begini Cara Kerjanya

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:57 WIB
Puluhan ribu tahun bisa dipangkas menjadi sekitar 20 tahun. Breakthrough Starshot mengembangkan konsep wahana mini yang didorong pancaran laser menuju Alpha Centauri. (svs.gsfc.nasa.govsvs.gsfc.nasa.gov)
Puluhan ribu tahun bisa dipangkas menjadi sekitar 20 tahun. Breakthrough Starshot mengembangkan konsep wahana mini yang didorong pancaran laser menuju Alpha Centauri. (svs.gsfc.nasa.govsvs.gsfc.nasa.gov)

RADARBONANG.ID – Bagaimana jika perjalanan menuju bintang tetangga yang selama ini diperkirakan membutuhkan puluhan ribu tahun bisa dipangkas menjadi hanya sekitar dua dekade?

Gagasan tersebut tengah dikembangkan melalui proyek Breakthrough Starshot.

Proyek eksplorasi antarbintang ini mengusulkan penggunaan wahana antariksa berukuran sangat kecil yang didorong menggunakan pancaran laser dari Bumi.

Target utamanya adalah sistem bintang Alpha Centauri yang berjarak sekitar 4,37 tahun cahaya dari Bumi.

Dengan teknologi roket konvensional saat ini, perjalanan menuju sistem tersebut diperkirakan membutuhkan waktu puluhan ribu tahun.

Sementara itu, konsep Breakthrough Starshot menargetkan wahana berukuran gram dapat melaju hingga sekitar 20 persen kecepatan cahaya.

Dengan kecepatan tersebut, wahana diperkirakan dapat mencapai Alpha Centauri dalam waktu sekitar 20 tahun.

Bukan Roket Biasa, Wahana Didorong Cahaya

Teknologi yang dikembangkan dalam Breakthrough Starshot cukup berbeda dari pesawat antariksa konvensional.

Baca Juga: Gagal Bobol Gawang Indonesia meski Unggul Jumlah Pemain, Pelatih Malaysia Soroti Lini Belakang Garud

Wahana yang disebut nanocraft atau StarChip dirancang berukuran sangat kecil dan memiliki massa sekitar gram.

Wahana tersebut kemudian dipasangkan dengan layar cahaya atau lightsail yang sangat tipis dan ringan.

Alih-alih membawa bahan bakar dalam jumlah besar, wahana akan mendapatkan dorongan dari pancaran laser berkekuatan sangat tinggi yang ditembakkan dari sistem berbasis darat.

Konsep tersebut memanfaatkan sifat dasar cahaya. Foton memang tidak memiliki massa diam, tetapi membawa momentum.

Ketika foton mengenai permukaan layar, momentum tersebut dapat memberikan dorongan yang sangat kecil.

Jika dorongan diberikan dalam jumlah sangat besar secara terus-menerus, efeknya dapat membuat wahana yang sangat ringan mengalami percepatan hingga kecepatan yang luar biasa tinggi.

Dalam konsep Starshot, sistem laser berskala gigawatt akan digunakan untuk mendorong layar pada nanocraft.

Target kecepatannya mencapai sekitar 20 persen dari kecepatan cahaya atau sekitar 60.000 kilometer per detik.

Dari Puluhan Ribu Tahun Menjadi Sekitar 20 Tahun

Perbedaan waktunya menjadi bagian paling menarik dari konsep ini.

Breakthrough Initiatives menyebut Alpha Centauri berjarak sekitar 25 triliun mil atau 4,37 tahun cahaya dari Bumi.

Dengan wahana antariksa tercepat menggunakan teknologi saat ini, perjalanan menuju sana dapat memakan waktu sekitar 30.000 tahun.

Starshot mencoba mengubah skenario tersebut dengan wahana yang dapat bergerak lebih dari seribu kali lebih cepat.

Dengan kecepatan sekitar 20 persen kecepatan cahaya, nanocraft yang dikirim menuju sistem Alpha Centauri secara teoritis dapat tiba dalam waktu sekitar 20 tahun setelah peluncuran.

Setelah itu, wahana akan mengirimkan data hasil pengamatan kembali ke Bumi.

Namun, angka tersebut merupakan target dari konsep misi, bukan waktu tempuh yang sudah berhasil dicapai manusia.

Breakthrough Starshot masih merupakan program penelitian dan pengembangan untuk membuktikan apakah teknologi tersebut benar-benar dapat diwujudkan dalam skala misi antarbintang.

Tantangan Terbesarnya Justru Ada pada Layar

Mendorong benda sekecil itu hingga seperlima kecepatan cahaya bukan perkara sederhana.

Layar yang digunakan harus memiliki massa sangat rendah, tetapi tetap mampu bertahan ketika mendapatkan energi laser dalam jumlah besar.

Selain itu, wahana harus tetap berada pada jalur yang tepat ketika didorong oleh laser.

Sedikit perubahan posisi selama fase percepatan dapat membuat wahana keluar dari lintasan yang diinginkan.

Tantangan lain muncul ketika wahana sudah meninggalkan tata surya.

Debu antarbintang, radiasi kosmik, suhu ekstrem, komunikasi, serta kemampuan elektronik bertahan selama perjalanan puluhan tahun menjadi persoalan yang harus diperhitungkan.

Breakthrough Initiatives sendiri mencatat bahwa masih terdapat sejumlah tantangan rekayasa yang harus diselesaikan sebelum misi menuju Alpha Centauri dapat benar-benar diwujudkan.

Teknologi yang Bisa Mengubah Perjalanan Antariksa

Menariknya, manfaat konsep layar laser tidak hanya diarahkan untuk perjalanan antarbintang.

Teknologi serupa juga berpotensi digunakan untuk mempercepat misi di dalam tata surya.

Dalam perhitungan konseptual Breakthrough Starshot, nanocraft yang mampu mencapai 20 persen kecepatan cahaya secara teoritis dapat menuju Mars dalam waktu sekitar satu jam.

Angka tersebut tentu berbeda dengan misi Mars menggunakan wahana besar dan berawak yang memiliki kebutuhan propulsi serta keselamatan jauh lebih kompleks.

Karena itu, teknologi laser dan layar cahaya tidak hanya menarik karena menawarkan kemungkinan mencapai bintang lain.

Sistem tersebut juga membuka gagasan baru mengenai bagaimana wahana berukuran sangat kecil dapat bergerak dengan kecepatan ekstrem di ruang angkasa.

Masih Konsep, tetapi Membuka Kemungkinan Baru

Breakthrough Starshot pertama kali diumumkan pada 2016 sebagai program penelitian dan rekayasa senilai 100 juta dolar untuk mengembangkan bukti konsep teknologi wahana antariksa yang digerakkan cahaya.

Baca Juga: Bukan Banyak Bicara, Ini 5 Cara Sederhana agar Kamu Terlihat Lebih Cerdas Saat Ngobrol

Targetnya adalah membuat wahana ultra-ringan mampu melaju hingga sekitar 20 persen kecepatan cahaya dan menjadi dasar bagi misi flyby menuju Alpha Centauri dalam satu generasi.

Artinya, manusia belum memiliki kendaraan yang bisa begitu saja diterbangkan menuju Alpha Centauri dengan kecepatan tersebut.

Masih ada banyak persoalan teknis yang harus dipecahkan.

Namun, gagasan ini menunjukkan bahwa perjalanan antarbintang tidak selalu harus dibayangkan menggunakan roket berukuran raksasa dan bahan bakar dalam jumlah besar.

Dengan membuat wahana jauh lebih kecil dan menggunakan energi cahaya sebagai pendorong, para ilmuwan mencoba membuka kemungkinan baru dalam eksplorasi ruang angkasa.

Jika teknologi tersebut suatu hari berhasil diwujudkan, perjalanan menuju sistem bintang terdekat tidak lagi dihitung dalam puluhan ribu tahun.

Untuk pertama kalinya, perjalanan antarbintang secara teoritis dapat berada dalam skala waktu yang bisa dibayangkan manusia dalam satu masa hidup.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : youtube.com/@SISITERANG
Breakthrough Starshot Alpha Centauri teknologi laser luar angkasa layar cahaya perjalanan antarbintang