RADARBONANG.ID – Jawa Timur mengirim 52 atlet untuk memperkuat Kontingen Indonesia pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Puluhan atlet tersebut tersebar di 15 cabang olahraga dan didampingi 16 pelatih.
Jumlah tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan kontribusi atlet yang besar dalam kontingen Indonesia pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.
Secara keseluruhan, Indonesia mengirim 432 atlet yang akan bertanding dalam 35 cabang olahraga.
Ketua Umum KONI Jawa Timur M Nabil menyebut keikutsertaan 52 atlet tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi daerah, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia.
“Kami atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mohon doa restu atas terpilihnya atlet-atlet Jawa Timur yang mengikuti event Asian Games. Total ada 52 atlet, 16 pelatih, dan 15 cabang olahraga yang terlibat,” kata Nabil.
Baca Juga: Google Mulai Uji Project Suncatcher, Bisakah Pusat Data AI Dipindahkan dari Bumi ke Luar Angkasa?
52 Atlet Jatim Tersebar di 15 Cabor
Kontribusi Jawa Timur tidak hanya berasal dari satu atau dua cabang olahraga.
Para atlet tersebar dalam berbagai disiplin dengan karakter pertandingan yang berbeda.
Dari tenis lapangan, ada Christopher Benjamin Rungkat, M Rifqi Fitriadi, Aldila Sutjiadi, dan Priska Madelyn Nugroho.
Kemudian dari cabang padel terdapat Beatrice Gumulya.
Sementara Faizzatus Shoimah menjadi wakil Jawa Timur yang memperkuat tim basket 5×5 Indonesia.
Pada cabang balap sepeda, Jawa Timur memiliki Dewika Mulya Sova, Muhammad Syelhan Nurrahmat, M Andy Royan, dan Dika Alif Dhentaka.
Sementara itu, Ahmad Ghozali Fuaiz menjadi salah satu wakil Jatim dari cabang wushu.
Kontribusi lainnya datang dari bola voli indoor. Lima atlet yang masuk skuad Indonesia adalah Giovanny Yoku, Putri Nur Hidayati Agustin, Geofanny Eka Cahyaningtyas, Ajeng Nur Cahaya, dan Khanza Putri Yansi Ganesti.
Dari cabang hockey, terdapat Ferdian Fathur Rohman, M Hendri Firdaus, dan Andrea Guntara Adi.
Daftar tersebut baru sebagian dari atlet Jatim yang memperkuat kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya.
Sebaran tersebut memperlihatkan bahwa atlet Jawa Timur tidak hanya hadir dari cabang olahraga yang selama ini populer.
Ada pula wakil dari cabang yang memiliki karakter pertandingan dan jalur pembinaan berbeda.
Bukan Sekadar Soal Jumlah Atlet
Bagi KONI Jawa Timur, kehadiran 52 atlet di Asian Games tidak semata-mata berkaitan dengan besarnya jumlah wakil.
M Nabil berharap para atlet mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia sekaligus membawa nama Jawa Timur dalam persaingan olahraga tingkat Asia.
“Mudah-mudahan mereka bisa berkontribusi untuk Indonesia dan memberikan sesuatu yang terbaik untuk prestasi Jawa Timur di kancah internasional,” ujarnya.
Kehadiran atlet Jatim di Asian Games juga menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga daerah.
Atlet yang mampu menembus kompetisi tingkat Asia menunjukkan bahwa jalur pembinaan di daerah tidak berhenti pada kompetisi nasional.
Mereka harus melalui proses seleksi dan persiapan sebelum akhirnya masuk dalam kontingen Indonesia.
KONI Jawa Timur pun membawa semangat “Dari Jawa Timur untuk Indonesia Menuju Prestasi Dunia” dalam pembinaan atletnya.
Janice Tjen Justru Tidak Tampil
Di tengah banyaknya atlet Jatim yang tampil di Aichi-Nagoya, ada satu nama dari cabang tenis yang justru tidak masuk dalam kontingen Asian Games.
Petenis Jawa Timur Janice Tjen dipastikan tidak tampil setelah tidak memperoleh pengecualian dari Women's Tennis Association atau WTA untuk melewatkan China Open di Beijing.
Jadwal China Open, turnamen WTA 1000, beririsan dengan pelaksanaan Asian Games.
Janice sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dirinya tidak dapat membela Indonesia di Aichi-Nagoya karena harus mengikuti turnamen WTA tersebut.
Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti menjelaskan bahwa situasi Janice berbeda dengan petenis Filipina Alexandra Eala yang memilih tampil di Asian Games.
Menurut Pelti, Janice perlu mempertahankan poin peringkat yang dimilikinya.
Kehilangan poin tersebut dapat memengaruhi peluangnya untuk masuk langsung ke babak utama Australian Open 2027.
Pelti sebenarnya telah meminta WTA memberikan kebijakan khusus agar Janice tetap dapat tampil di Asian Games tanpa kehilangan poin. Namun, pengecualian tersebut tidak diberikan.
Pelti menyatakan siap menanggung konsekuensi berupa penalti jika Janice melewatkan turnamen WTA.
Persoalan utamanya bukan denda, melainkan dampak terhadap poin peringkat.
Baca Juga: Max Verstappen Kuasai FP3 Baku, Russell Gagal Sapu Bersih FP GP Azerbaijan
“Kalau sanksi, Pelti siap membayar sanksi. Tidak ada urusan, kita siap membayar,” kata Andi.
Menurut Pelti, keputusan tersebut juga ditempatkan dalam rencana jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Kiprah Atlet Jatim Masih Berlanjut
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi panggung penting bagi 52 atlet Jawa Timur yang memperkuat Indonesia.
Mereka tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga bertanding sebagai bagian dari Kontingen Indonesia dalam persaingan olahraga tingkat Asia.
Dengan 15 cabang olahraga yang diikuti, kiprah atlet Jatim masih akan menjadi perhatian sepanjang rangkaian pertandingan hingga penutupan Asian Games pada 4 Oktober 2026.
Bagi Jawa Timur, setiap pertandingan menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan atlet daerah menuju level internasional.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : konijawatimur.co