RADARBONANG.ID – Saranjana kembali menjadi perbincangan.
Nama tersebut selama ini dikenal melalui cerita tentang sebuah kota gaib di Kalimantan Selatan yang disebut memiliki kehidupan modern, bahkan teknologi yang dianggap jauh lebih maju dibandingkan dunia manusia.
Namun, kisah Saranjana tidak hanya menarik dari sisi mistis.
Di balik legenda tersebut terdapat jejak sejarah, cerita masyarakat lokal, hingga perjalanan seorang kreator konten yang akhirnya membawa pencariannya ke arah yang berbeda.
Adalah Gusti Gina, penulis sekaligus kreator konten yang selama bertahun-tahun dikenal melalui konten bertema horor.
Dalam perbincangannya di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Gina menceritakan pengalamannya menelusuri Saranjana sekaligus perubahan besar yang terjadi dalam kehidupannya.
Baca Juga: Kenapa Rupiah Punya Banyak Angka Nol? Bukan Cuma Soal Inflasi, Ada Masalah Ekonomi Struktural
Perjalanan tersebut membuat Saranjana bukan sekadar cerita tentang kota gaib.
Bagi Gina, penelusuran itu juga menjadi bagian dari perjalanan memahami keyakinan, kehidupan, hingga dirinya sendiri.
Saranjana dan Cerita Kota Gaib di Kalimantan
Saranjana selama ini dikenal sebagai urban legend yang berkembang di tengah masyarakat Kalimantan Selatan.
Dalam berbagai cerita yang beredar, Saranjana digambarkan sebagai sebuah kota yang tidak dapat dilihat oleh manusia secara umum.
Kota tersebut bahkan disebut memiliki gedung tinggi, kendaraan modern, serta berbagai teknologi yang membuat kisahnya semakin menarik.
Cerita mengenai keberadaan Saranjana kemudian berkembang luas melalui masyarakat, media sosial, hingga konten digital.
Meski demikian, keberadaan kota gaib tersebut tetap berada dalam ranah legenda dan kepercayaan masyarakat.
Tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan gambaran Saranjana sebagai kota modern yang berada di dimensi lain.
Menariknya, nama Saranjana tidak sepenuhnya muncul dari cerita masa kini.
Nama Saranjana dalam Jejak Sejarah
Dalam penelusuran yang dilakukan Gina bersama sejumlah informan dan sejarawan lokal, terdapat pembahasan mengenai nama Saranjana yang pernah muncul dalam catatan dan peta lama.
Wilayah tersebut disebut pernah tercatat dalam peta kuno masa Hindia Belanda pada abad ke-19 dengan nama “Tanjung Saranjana”.
Catatan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang membuat cerita Saranjana semakin menarik untuk ditelusuri.
Di sisi lain, sejarah kawasan tersebut juga berkaitan dengan memori kolektif masyarakat mengenai Kerajaan Banjar serta perpindahan masyarakat dari berbagai wilayah.
Dalam pembahasan yang diikuti Gina, migrasi suku Mandar dari Sulawesi ke Pulau Laut turut disebut dalam cerita mengenai asal-usul dan perkembangan masyarakat di kawasan tersebut.
Jejak sejarah inilah yang kemudian bertemu dengan cerita rakyat dan kepercayaan mengenai Saranjana sebagai kota gaib.
Gina Mengaku Semakin Percaya Setelah Datang Langsung
Bagi Gina, cerita mengenai Saranjana tidak berhenti pada informasi yang diperoleh dari internet atau cerita yang beredar di masyarakat.
Ia memilih mendatangi lokasi dan berbicara langsung dengan sejumlah informan.
Dari perjalanan tersebut, Gina mendengar berbagai kesaksian warga lokal mengenai Saranjana dan keyakinan tentang keberadaan dimensi lain yang disebut hidup berdampingan dengan manusia.
Pengalaman tersebut kemudian memengaruhi pandangannya terhadap cerita Saranjana.
“Saranjana pasti yang bisa saya jawab itu adalah urban legend ya... Tapi kalau ditanya taraf 1 sampai 10 kamu percaya atau tidak kalau Saranjana itu ada, mungkin saya taruh delapan deh, dasarnya karena saya meyakini alam gaib itu memang ada dan kita memang berdampingan,” ungkap Gusti Gina.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keyakinan Gina terhadap Saranjana merupakan pandangan personal yang terbentuk dari pengalaman dan keyakinannya terhadap keberadaan alam gaib.
Hal itu berbeda dengan pembuktian ilmiah mengenai keberadaan kota tersebut.
Dari Konten Horor Menuju Pencarian Diri
Menariknya, kisah Saranjana justru menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar dalam kehidupan Gina.
Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam konten bertema horor, ia kini memilih mengambil jeda dari dunia tersebut.
Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan jenis konten yang dibuat.
Gina juga mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan diri atau self-development.
Perjalanan tersebut muncul setelah dirinya melakukan refleksi terhadap berbagai pengalaman yang dijalani selama beberapa tahun terakhir.
Ia kemudian menuangkan refleksi tersebut melalui karya terbaru berupa buku memoar.
Ketika Pengalaman Hidup Menjadi Bahan Refleksi
Buku tersebut menjadi ruang bagi Gina untuk membicarakan perjalanan personal yang dialaminya.
Salah satu gagasan yang dibawa berkaitan dengan pentingnya menjalani kehidupan secara lebih sadar atau mindful.
Konsep tersebut mengajak seseorang untuk lebih memahami kondisi dirinya, menyadari pilihan yang dibuat, serta melihat kembali pola kehidupan yang mungkin selama ini dianggap biasa.
Gina juga membicarakan pentingnya memutus pola yang dianggap toksik dalam kehidupan.
Perubahan tersebut menunjukkan sisi lain dari sosok yang selama ini lebih banyak dikenal melalui cerita horor dan misteri.
Jika sebelumnya pencarian Gina banyak diarahkan pada tempat-tempat penuh cerita mistis, kini perhatiannya juga diarahkan ke dalam diri sendiri.
Saranjana dan Perjalanan Memahami Diri
Cerita tentang Saranjana pada akhirnya memiliki dua sisi yang berbeda.
Di satu sisi, terdapat legenda mengenai kota gaib yang diwariskan melalui cerita masyarakat dan berkembang menjadi urban legend.
Di sisi lain, terdapat jejak sejarah berupa nama wilayah yang pernah muncul dalam catatan masa lalu.
Di antara keduanya, pengalaman Gusti Gina menghadirkan sudut pandang personal mengenai bagaimana seseorang memaknai cerita, keyakinan, dan pengalaman yang ditemuinya.
Baca Juga: Resep Tumis Kacang Kapri Gurih dan Renyah, Menu Rumahan Praktis yang Masaknya Tidak Ribet
Perjalanan menelusuri Saranjana membuat Gina semakin yakin terhadap keyakinan pribadinya tentang alam gaib.
Namun, setelah bertahun-tahun mengeksplorasi dunia horor, ia justru memilih mengambil langkah untuk melihat ke dalam dirinya sendiri.
Dari kisah kota yang dianggap gaib hingga perjalanan memahami kehidupan, pengalaman Gina memperlihatkan bahwa sebuah pencarian tidak selalu berakhir pada tempat yang ingin ditemukan.
Terkadang, perjalanan panjang justru membawa seseorang pada pertanyaan yang lebih dekat dengan dirinya sendiri: siapa dirinya, apa yang ingin dijalani, dan pilihan seperti apa yang ingin dibuat untuk masa depan.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : youtube.com/@HelmyYahyaBicara