Pesan Suahasil Nazara untuk Pejabat Baru Bea Cukai: Jangan Tunggu Pelanggaran untuk Bertindak

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:22 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta Bea Cukai mempertajam pengawasan berbasis risiko. Bukan hanya menindak, tetapi membaca pola sejak awal. (istimewa)
Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta Bea Cukai mempertajam pengawasan berbasis risiko. Bukan hanya menindak, tetapi membaca pola sejak awal. (istimewa)

RADARBONANG.ID - Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan arahan khusus kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) setelah melantik sejumlah pejabat baru di lingkungan Kementerian Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Suahasil meminta Bea Cukai memperkuat pengawasan dengan pendekatan berbasis risiko.

Pengawasan diharapkan tidak hanya dilakukan ketika pelanggaran sudah terjadi, tetapi mampu membaca pola kegiatan ekonomi sejak awal.

Arahan tersebut disampaikan Suahasil dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat Sekretariat KSSK di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/9/2026). Sebanyak 14 pejabat dilantik dalam agenda tersebut.

Baca Juga: 6 Hours of Fuji 2026: Toyota Bawa Misi Balas Kegagalan Austin dan Pertahankan Puncak Klasemen WEC

Bea Cukai Diminta Tak Sekadar Menindak

Suahasil menilai pola pengawasan perlu diperkuat agar potensi pelanggaran dapat diketahui lebih awal.

Menurut dia, pendekatan berbasis risiko memungkinkan Bea Cukai membaca aktivitas ekonomi yang berpotensi memunculkan kegiatan ilegal.

“Untuk para pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, saya meminta agar pengawasan Direktorat Jenderal Bea Cukai menjadi semakin tajam, berbasis risiko, mampu membaca pola, bukan hanya menindak setelah pelanggaran terjadi,” ujar Suahasil.

Menurutnya, pengawasan perlu dimulai dari hulu. Aktivitas ekonomi yang menjadi bagian dari rantai perdagangan perlu diperhatikan sejak awal sehingga potensi kegiatan ilegal dapat ditekan sebelum berkembang menjadi pelanggaran.

Pendekatan tersebut membuat fungsi pengawasan tidak hanya berorientasi pada penindakan.

Bea Cukai diharapkan mampu melakukan pemetaan risiko berdasarkan pola kegiatan ekonomi yang ditemukan.

Ada Fungsi Penerimaan Negara

Selain pengawasan, Suahasil mengingatkan bahwa DJBC memiliki sejumlah fungsi lain sebagai bagian dari Kementerian Keuangan.

Salah satunya adalah mengumpulkan penerimaan negara. Fungsi tersebut berjalan bersamaan dengan tugas pengawasan dan penindakan di bidang kepabeanan dan cukai.

Suahasil juga menekankan peran Bea Cukai dalam melakukan pembinaan terhadap kegiatan usaha masyarakat.

Perhatian tersebut terutama diarahkan kepada pelaku usaha yang berorientasi ekspor.

Dengan demikian, Bea Cukai tidak hanya ditempatkan sebagai institusi yang bertugas menemukan dan menindak pelanggaran.

Institusi tersebut juga memiliki peran dalam mendukung kegiatan ekonomi dan penerimaan negara.

Arahan itu menjadi bagian dari pesan Suahasil kepada pejabat baru agar menjalankan fungsi masing-masing secara lebih tepat sesuai tugas dan kewenangannya.

14 Pejabat Baru Dilantik

Dalam agenda tersebut, Suahasil melantik 14 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan dan KSSK.

Sebanyak 12 pejabat berasal dari lingkungan Kemenkeu, sedangkan dua lainnya mengisi posisi pada Sekretariat KSSK.

Pelantikan tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dan sejumlah posisi lain yang telah dilakukan sebelumnya.

Suahasil menjelaskan, terdapat pejabat yang sebelumnya belum sempat mengikuti pelantikan karena sejumlah kondisi.

Pelantikan kali ini juga berkaitan dengan penyempurnaan atas proses pengisian jabatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Di antara pejabat yang dilantik untuk posisi di lingkungan Bea Cukai adalah Adhang Noegroho Adhi sebagai Kepala Kantor Wilayah DJBC Maluku dan Galih Elham Setiawan sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.

Pengawasan Berbasis Risiko Jadi Sorotan

Pendekatan berbasis risiko yang disampaikan Suahasil pada dasarnya menempatkan kemampuan membaca pola sebagai bagian penting dari pengawasan.

Bea Cukai diharapkan dapat mengenali aktivitas ekonomi yang memiliki potensi risiko sebelum pelanggaran terjadi.

Dengan begitu, pengawasan tidak semata-mata bergantung pada tindakan setelah ditemukan pelanggaran.

Suahasil juga mengingatkan bahwa kegiatan pengawasan tersebut tetap harus berjalan bersama fungsi Bea Cukai dalam mendukung penerimaan negara dan pembinaan usaha masyarakat, terutama sektor yang memiliki orientasi ekspor.

Arahan kepada Bea Cukai tersebut menjadi salah satu bagian dari pesan Suahasil kepada pejabat baru Kementerian Keuangan.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga memberikan arahan kepada pejabat Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta Sekretariat KSSK mengenai tugas masing-masing.

Baca Juga: Changan Nevo Q05 Mulai Masuk Garasi Konsumen Usai GIIAS 2026, Ini Fitur dan Harganya

Untuk DJP, Suahasil meminta jajarannya mampu membaca perkembangan ekonomi dan memahami perilaku wajib pajak.

Sementara pejabat DJPb diminta menjaga pengelolaan APBN agar tetap berperan dalam menggerakkan perekonomian.

Adapun Sekretariat KSSK diminta memperkuat koordinasi antarlembaga, termasuk dalam pemantauan kondisi ekonomi, membaca risiko, pertukaran informasi, hingga menyiapkan sistem peringatan dini.

Bagi Bea Cukai, pesan utamanya adalah memperkuat pengawasan sejak awal. Kemampuan membaca pola kegiatan ekonomi menjadi bagian penting agar potensi pelanggaran dapat dicegah, bukan sekadar ditindak setelah terjadi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
Bea Cukai Suahasil Nazara pengawasan berbasis risiko pejabat Kemenkeu pelantikan pejabat Kemenkeu