Kepala BGN Sudaryono Jadi Sorotan, Belanja Iklan Meta Hampir Rp200 Juta dalam Tiga Bulan

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 16:03 WIB
Belanja iklan digital Sudaryono di Meta tembus hampir Rp200 juta dalam tiga bulan. Jawa Barat tercatat menjadi wilayah dengan alokasi terbesar. (X/ Hidupsebagai62)
Belanja iklan digital Sudaryono di Meta tembus hampir Rp200 juta dalam tiga bulan. Jawa Barat tercatat menjadi wilayah dengan alokasi terbesar. (X/ Hidupsebagai62)

RADARBONAG.ID - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjadi sorotan setelah data transparansi iklan Meta menunjukkan adanya pengeluaran hampir Rp200 juta dalam periode sekitar tiga bulan.

Berdasarkan laporan yang dikutip AFU.ID, total belanja iklan yang dikaitkan dengan akun Sudaryono pada periode 15 Juni hingga 12 September 2026 mencapai Rp199.014.038.

Data tersebut berasal dari Meta Ads Library yang dapat diakses publik.

Besarnya anggaran tersebut kemudian menjadi perhatian karena iklan dijalankan ketika Sudaryono tengah menjadi salah satu figur yang berkaitan erat dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Baca Juga: 30 Prompt Gemini AI Terbaik untuk Edit Foto Viral, Bikin Konten hingga Bantu Urusan Bisnis

Belanja Iklan Capai Hampir Rp200 Juta

Data yang beredar menunjukkan aktivitas iklan Sudaryono tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Pulau Jawa menjadi kawasan dengan alokasi terbesar dalam distribusi iklan tersebut.

Jawa Barat tercatat menjadi wilayah dengan belanja paling besar, yakni sekitar Rp35,13 juta.

Setelah itu terdapat Jawa Tengah dengan sekitar Rp29,18 juta dan Jawa Timur sebesar Rp26,39 juta.

Sementara itu, Sumatera Utara tercatat memperoleh alokasi sekitar Rp15,45 juta. Anggaran lainnya tersebar di beberapa wilayah seperti Lampung, Riau, dan DKI Jakarta.

Besarnya angka tersebut membuat nama Sudaryono masuk dalam daftar pengiklan dengan pengeluaran terbesar di Meta untuk periode yang diamati.

Sudaryono Masuk Daftar Top Spender

Dalam laporan lain yang merangkum data iklan Meta selama 90 hari, pengeluaran akun Sudaryono tercatat sekitar Rp197,94 juta dengan 158 iklan.

Data tersebut menempatkannya di antara akun dengan belanja iklan terbesar dalam periode tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas promosi melalui platform digital menjadi salah satu bagian yang cukup menonjol dalam komunikasi yang dilakukan melalui akun tersebut.

Namun, data belanja iklan tidak dengan sendirinya menjelaskan siapa yang membiayai seluruh pengeluaran tersebut atau untuk tujuan kelembagaan tertentu.

Iklan Berkaitan dengan Program MBG

Salah satu materi iklan yang disebut dalam laporan tersebut berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis.

Materi tersebut mengangkat pesan mengenai makanan sehat dan berusaha membangun persepsi bahwa makanan bergizi tidak harus identik dengan makanan yang membosankan.

Dalam salah satu contoh yang dicantumkan, iklan bertema “MBG Enak, Kenyang, Bergizi: Ada Yang Bosan?” disebut memiliki anggaran sekitar Rp800 ribu hingga Rp900 ribu dengan jangkauan impresi sekitar 125 ribu sampai 200 ribu tayangan.

Kehadiran materi semacam ini menjadi menarik karena Sudaryono saat ini menjabat sebagai Kepala BGN, lembaga yang memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan program MBG.

Pertanyaan soal Sumber Dana

Sorotan terhadap belanja iklan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai sumber dana yang digunakan.

Dalam laporan AFU.ID disebutkan bahwa hingga artikel tersebut diterbitkan belum terdapat penjelasan resmi mengenai apakah pengeluaran iklan tersebut berasal dari dana pribadi Sudaryono, anggaran lembaga, atau sumber pendanaan organisasi lain.

Pertanyaan tersebut penting dibedakan dari data belanja iklannya sendiri.

Meta Ads Library menunjukkan informasi mengenai aktivitas dan nilai belanja iklan tertentu, tetapi data tersebut tidak otomatis menjelaskan asal uang yang digunakan untuk membayar iklan.

Karena itu, sumber pembiayaan perlu dikonfirmasi kepada pihak yang bersangkutan agar tidak muncul kesimpulan yang melampaui data yang tersedia.

Jawa Barat Jadi Wilayah dengan Belanja Terbesar

Distribusi iklan juga menjadi bagian yang menarik untuk diperhatikan.

Jawa Barat menjadi wilayah dengan alokasi terbesar dalam rincian yang diberitakan, disusul Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ketiga wilayah tersebut memiliki jumlah penduduk yang besar sehingga menjadi kawasan penting dalam distribusi informasi digital.

Selain tiga provinsi tersebut, iklan juga tercatat menjangkau Sumatera Utara, Lampung, Riau, dan DKI Jakarta.

Pola tersebut menunjukkan bahwa iklan tidak hanya diarahkan pada satu wilayah tertentu, tetapi tersebar di beberapa kawasan dengan target audiens yang berbeda.

Transparansi Iklan Digital Semakin Mudah Dipantau

Keberadaan Meta Ads Library membuat aktivitas iklan di platform Meta menjadi lebih mudah ditelusuri oleh publik.

Masyarakat dapat melihat informasi tertentu mengenai iklan yang ditayangkan, termasuk halaman pengiklan, materi iklan, serta data pengeluaran untuk kategori iklan yang tercakup dalam sistem transparansi Meta.

Baca Juga: Marquez dan Martin Punya 274 Poin, Persaingan Gelar MotoGP 2026 Makin Panas di Austria

Dalam kasus Sudaryono, data tersebut kemudian menjadi bahan perhatian publik setelah tangkapan layar mengenai pengeluaran iklan dibagikan di media sosial pada September 2026.

Besarnya angka belanja tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran atau penggunaan dana tertentu.

Penilaian mengenai hal tersebut membutuhkan informasi tambahan, terutama mengenai tujuan iklan, sumber pembiayaan, serta aturan yang berlaku.

Dengan demikian, data hampir Rp200 juta tersebut untuk saat ini dapat dibaca sebagai catatan pengeluaran iklan yang terlihat dalam sistem transparansi Meta.

Sementara pertanyaan mengenai sumber dana dan hubungan pengeluaran tersebut dengan aktivitas kelembagaan masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : afu.id
Sudaryono iklan Meta belanja iklan Sudaryono Meta Ads Library Sudaryono Kepala BGN Sudaryono iklan MBG