Purbaya Lengser dari Menkeu, Pengamat Sebut Ada Potensi Konsekuensi Politik bagi Pemerintah

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:55 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa tak lagi menjabat Menteri Keuangan setelah digantikan Suahasil Nazara. Pengamat menyoroti kemungkinan dampak politik dari pergantian tersebut. (youtube.com/@forumkeadilanTV)
Purbaya Yudhi Sadewa tak lagi menjabat Menteri Keuangan setelah digantikan Suahasil Nazara. Pengamat menyoroti kemungkinan dampak politik dari pergantian tersebut. (youtube.com/@forumkeadilanTV)

RADARBONANG.ID - Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan menjadi perhatian dalam dinamika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniasyah, menilai keputusan tersebut memiliki potensi menimbulkan konsekuensi politik bagi pemerintah.

Purbaya resmi tidak lagi menjabat Menteri Keuangan setelah Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.

Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Serah terima jabatan kemudian dilakukan di Kementerian Keuangan pada Selasa, 15 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Keuangan atas kerja sama selama sekitar satu tahun masa kepemimpinannya.

Baca Juga: Ide Bisnis Bucket Kreatif untuk Pemula, Bisa Custom Sesuai Selera dan Budget Pelanggan

Dedi Soroti Momentum Pencopotan

Dedi menilai pergantian menteri merupakan kewenangan Presiden.

Namun, menurut dia, aspek politik dari keputusan tersebut juga perlu dilihat, terutama karena Purbaya saat pencopotan tengah menjadi figur yang cukup banyak mendapat perhatian publik.

Dalam podcast yang membahas pergantian tersebut, Dedi menyebut kondisi itu dapat menimbulkan konsekuensi politik apabila publik menilai proses pergantian Purbaya sebagai sesuatu yang tidak lazim.

Menurut Dedi, situasi tersebut berpotensi membuat Purbaya memiliki ruang politik baru di luar pemerintahan.

Ia bahkan menyebut kemungkinan Purbaya dapat menjadi lawan politik Prabowo apabila persepsi publik terhadap pencopotannya berkembang ke arah tertentu.

Pernyataan tersebut merupakan analisis Dedi dan bukan keputusan atau sikap resmi pemerintah mengenai posisi politik Purbaya setelah tidak lagi menjabat.

Bukan Semata soal Kinerja

Dedi juga menilai pergantian Purbaya tidak bisa langsung disimpulkan sebagai akibat dari persoalan kinerja.

Ia menyoroti sejumlah perubahan yang dilakukan Purbaya selama memimpin Kementerian Keuangan.

Perubahan tersebut antara lain berkaitan dengan lingkungan internal kementerian serta kebijakan yang menyentuh sektor perpajakan dan kepabeanan.

Dalam pandangan Dedi, gaya Purbaya yang relatif terbuka dalam menyampaikan pandangan turut membuat sosoknya lebih mudah mendapat perhatian masyarakat.

Purbaya selama menjabat memang dikenal cukup aktif menyampaikan pandangan mengenai kebijakan ekonomi dan fiskal.

Setelah pencopotannya, sejumlah pemberitaan juga menyoroti adanya perbedaan pandangan dan persoalan internal di lingkungan Kementerian Keuangan.

Reuters melaporkan bahwa pergantian tersebut terjadi setelah adanya ketegangan antara Purbaya dan sejumlah pejabat di Kementerian Keuangan.

Namun, pemerintah tidak secara terbuka menyampaikan satu alasan spesifik sebagai penyebab pencopotan tersebut.

Pergantian Menkeu Jadi Perhatian Pasar

Selain aspek politik, pergantian Menteri Keuangan juga memiliki dimensi ekonomi.

Posisi tersebut berhubungan langsung dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN serta kebijakan fiskal pemerintah.

Karena itu, perubahan pejabat di posisi strategis tersebut dapat menjadi perhatian pelaku pasar dan investor, terutama terkait kesinambungan kebijakan.

Namun, Suahasil setelah dilantik menegaskan bahwa pergantian Menteri Keuangan tidak berarti seluruh arah kebijakan sebelumnya akan berubah.

Ia menyatakan pekerjaan yang sudah berjalan akan dilanjutkan dengan tujuan menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN.

Mandat tersebut menjadi salah satu hal yang diperhatikan setelah Suahasil mengambil alih Kementerian Keuangan.

Sebagai pejabat yang sebelumnya berada di posisi Wakil Menteri Keuangan, Suahasil memiliki pengalaman panjang di kementerian tersebut.

Purbaya Masih Jadi Perhatian Publik

Dedi menilai perhatian masyarakat terhadap Purbaya tidak otomatis berakhir setelah dirinya meninggalkan jabatan Menteri Keuangan.

Popularitas yang terbentuk selama berada di pemerintahan dapat menjadi modal sosial yang tetap menarik perhatian publik.

Baca Juga: Guru SD Wajib Coba, 7 Ide Campaign Pembelajaran Kreatif yang Dekat dengan Dunia Anak

Namun, bagaimana posisi Purbaya ke depan masih bergantung pada perkembangan politik dan keputusan yang bersangkutan.

Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai langkah politik Purbaya setelah tidak lagi berada di kabinet.

Purbaya sendiri dalam serah terima jabatan memilih menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Keuangan.

Ia menyerahkan laporan kinerja selama masa jabatannya kepada Suahasil sebagai bagian dari proses pergantian kepemimpinan.

Di sisi lain, pemerintah melalui pejabat Kementerian Sekretariat Negara menyebut pergantian menteri merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan seorang menteri maupun wakil menteri harus siap diganti kapan saja.

Dengan demikian, potensi konsekuensi politik yang disoroti Dedi merupakan salah satu analisis mengenai dampak pergantian Purbaya.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada posisi Purbaya setelah keluar dari kabinet, respons publik, serta arah kebijakan pemerintahan di bawah Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : youtube.com/@forumkeadilanTV
Suahasil Nazara Menteri Keuangan Purbaya dicopot reshuffle Menteri Keuangan politik Purbaya Purbaya Yudhi Sadewa