Tembus 100 Ribu untuk Pertama Kali, Jepang Punya 107.677 Warga Berusia 100 Tahun Lebih

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:56 WIB
Jepang kembali mencatat rekor panjang umur. Jumlah warganya yang berusia 100 tahun atau lebih kini menembus 107 ribu orang. Uniknya, sekitar 88 persen merupakan perempuan. (featured image: Edmonton Journal)
Jepang kembali mencatat rekor panjang umur. Jumlah warganya yang berusia 100 tahun atau lebih kini menembus 107 ribu orang. Uniknya, sekitar 88 persen merupakan perempuan. (featured image: Edmonton Journal)

RADARBONANG.ID - Jepang kembali mencatat rekor dalam hal usia panjang penduduknya.

Jumlah warga berusia 100 tahun atau lebih di negara tersebut mencapai 107.677 orang pada 2026, sekaligus menjadi pertama kalinya angka tersebut menembus 100 ribu sejak pencatatan dimulai.

Data terbaru Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan jumlah tersebut naik 7.914 orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka itu juga menjadi peningkatan selama 56 tahun berturut-turut.

Menariknya, kelompok centenarian atau penduduk berusia minimal 100 tahun di Jepang masih didominasi perempuan.

Dari total 107.677 orang, sebanyak 94.298 di antaranya merupakan perempuan atau sekitar 88 persen.

Baca Juga: Cuma Seluas 0,63 Km², Kemantren Pakualaman di Yogyakarta Ternyata Jadi yang Terkecil di Indonesia

Pertama Kali Tembus 100 Ribu Orang

Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak demografi penting bagi Jepang.

Negara tersebut memang sudah lama dikenal memiliki angka harapan hidup tinggi, tetapi pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia juga menghadirkan tantangan baru.

Pemerintah Jepang mulai mencatat jumlah penduduk berusia 100 tahun atau lebih pada 1963. Saat itu, jumlahnya hanya 153 orang.

Dalam beberapa dekade berikutnya, angka tersebut terus meningkat.

Jumlah centenarian menembus 1.000 orang pada 1981, kemudian melewati 10 ribu pada 1998 dan 50 ribu pada 2012.

Kini, jumlahnya telah mencapai lebih dari dua kali lipat angka 50 ribu tersebut.

Kenaikan yang terjadi selama puluhan tahun tersebut menunjukkan perubahan besar dalam struktur usia masyarakat Jepang.

Perempuan Mendominasi hingga 88 Persen

Salah satu hal yang paling mencolok dari data terbaru adalah perbedaan jumlah berdasarkan jenis kelamin.

Sebanyak 94.298 perempuan tercatat berusia 100 tahun atau lebih.

Sementara itu, jumlah laki-laki dalam kelompok usia tersebut jauh lebih sedikit.

Proporsi perempuan mencapai sekitar 88 persen dari seluruh centenarian Jepang.

Dominasi tersebut sebenarnya bukan fenomena baru karena perempuan secara umum memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Kondisi tersebut turut memperlihatkan bagaimana keberhasilan peningkatan usia harapan hidup dapat mengubah komposisi masyarakat.

Semakin banyak orang mencapai usia sangat lanjut, semakin besar pula kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan perawatan lansia.

Lonjakan Panjang Sejak 1963

Jika dibandingkan dengan kondisi ketika pencatatan pertama dilakukan, pertumbuhan jumlah centenarian Jepang sangat besar.

Pada 1963, hanya terdapat 153 orang berusia 100 tahun atau lebih.

Angka tersebut kemudian meningkat menjadi lebih dari 1.000 pada 1981.

Memasuki akhir 1990-an, jumlahnya sudah melampaui 10 ribu. Pada 2012, Jepang bahkan mencatat lebih dari 50 ribu centenarian.

Kini, angka tersebut sudah mencapai 107.677 orang.

Kementerian Kesehatan Jepang mencatat kenaikan ini sebagai rekor baru yang berlangsung selama 56 tahun berturut-turut.

Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran bagaimana kemajuan kesehatan masyarakat, layanan medis, serta perubahan pola hidup ikut memengaruhi panjang usia penduduk.

Umur Panjang Sekaligus Tantangan Baru

Di balik rekor tersebut, Jepang menghadapi persoalan demografi yang tidak sederhana.

Bertambahnya jumlah penduduk lansia terjadi ketika angka kelahiran negara tersebut terus rendah.

Artinya, jumlah warga yang membutuhkan layanan kesehatan, pensiun, dan perawatan meningkat, sementara kelompok usia produktif yang menopang sistem tersebut semakin terbatas.

Kondisi ini membuat Jepang harus menghadapi kebutuhan pengeluaran yang semakin besar untuk pensiun, layanan kesehatan, serta perawatan lansia.

Pada saat bersamaan, jumlah tenaga kerja juga menghadapi tekanan akibat struktur penduduk yang menua.

Karena itu, rekor jumlah penduduk berusia 100 tahun tidak hanya menjadi kabar mengenai panjang umur.

Fenomena tersebut juga menggambarkan perubahan besar yang sedang berlangsung dalam masyarakat Jepang.

Jepang dan Fenomena Masyarakat Menua

Jepang selama bertahun-tahun menjadi salah satu negara yang identik dengan umur panjang.

Pola makan, akses layanan kesehatan, serta gaya hidup sering menjadi bagian dari pembahasan mengenai tingginya angka harapan hidup di negara tersebut.

Baca Juga: Disebut Sering Bikin Geleng-geleng, Ternyata Ini 6 Karakter Gen Z yang Justru Jadi Green Flag

Namun, semakin banyak penduduk mencapai usia sangat lanjut, pemerintah juga harus menyiapkan sistem yang mampu menjaga kualitas hidup mereka.

Tantangannya bukan sekadar membuat masyarakat hidup lebih lama, tetapi memastikan tambahan usia tersebut dapat dijalani dengan sehat, mandiri, dan tetap mendapatkan dukungan yang memadai.

Rekor 107.677 centenarian akhirnya menjadi gambaran dua sisi Jepang.

Di satu sisi, negara tersebut berhasil mencapai pencapaian luar biasa dalam hal panjang umur.

Di sisi lain, jumlah lansia yang terus bertambah menjadi tantangan besar bagi masa depan ekonomi dan sistem sosial negara tersebut.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
Jepang 107677 centenarian warga Jepang berusia 100 tahun populasi lansia Jepang rekor centenarian Jepang penduduk Jepang 100 tahun