Kesaksian Penyintas Kapal Virgo, Detik-Detik Menegangkan di Laut Jawa Tanpa Sirine Peringatan

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 13:03 WIB
Ahmad Saudi menjadi salah satu penyintas Kapal Virgo Transport 8. Ia menceritakan detik-detik kapal mulai miring hingga dirinya terpaksa melompat ke laut. (foto: Khairun.Nisa/detikKalimantan)
Ahmad Saudi menjadi salah satu penyintas Kapal Virgo Transport 8. Ia menceritakan detik-detik kapal mulai miring hingga dirinya terpaksa melompat ke laut. (foto: Khairun.Nisa/detikKalimantan)

RADARBONANG.ID — Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa menyisakan cerita menegangkan dari para penumpang yang berhasil selamat.

Kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum kehilangan kontak dan kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik.

Salah satu penyintas, Ahmad Saudi, menceritakan pengalaman mencekam ketika berusaha menyelamatkan diri dari kapal yang perlahan kehilangan keseimbangan.

Saat kejadian berlangsung, Ahmad mengaku sedang tertidur di area sofa kapal.

Situasi berubah dalam waktu singkat.

Ahmad terbangun setelah mendengar keributan dan melihat sejumlah penumpang berlarian dalam kondisi panik. 

Baca Juga: Tulisan Nyeleneh sampai Desain Minimalis, Ini Alasan Baju Printing Jadi Favorit Anak Muda

Ketika menyadari posisi kapal sudah miring secara ekstrem, dia langsung berusaha mencari bagian kapal yang dinilai paling aman untuk bertahan.

Kapal Mendadak Miring dan Penumpang Mulai Panik

Keterangan Ahmad menggambarkan bagaimana kondisi di dalam kapal berubah dengan cepat.

Penumpang yang sebelumnya berada di dalam ruangan mulai berusaha mencari jalan keluar ketika posisi kapal semakin tidak normal.

Ahmad kemudian bertahan dengan berpegangan pada bagian jendela kapal.

Ketika kemiringan kapal terus bertambah, dia berusaha memanjat menuju bagian badan kapal yang berada lebih tinggi.

Situasi tersebut membuat upaya menyelamatkan diri menjadi semakin sulit.

Penumpang harus mengambil keputusan dalam waktu singkat sambil menghadapi kondisi kapal yang terus berubah.

Di tengah kepanikan itu, Ahmad tetap bertahan di bagian atas kapal.

Dia menunggu hingga perahu karet darurat berhasil dilepaskan sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk melompat ke laut.

Bertahan Sampai Kapal Benar-Benar Tenggelam

Ahmad tidak langsung meninggalkan kapal ketika kondisi mulai memburuk.

Dia memilih bertahan di titik yang lebih tinggi sambil menunggu kesempatan untuk menyelamatkan diri.

Ketika kapal semakin tenggelam dan situasi tidak lagi memungkinkan untuk bertahan, Ahmad akhirnya melompat ke laut.

Setelah berada di air, upaya penyelamatan menjadi harapan utama agar dirinya bisa bertahan hidup.

Penyintas kemudian berhasil dievakuasi bersama korban lainnya menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi.

Dalam operasi tersebut, KMP Haida termasuk salah satu armada yang terlibat dalam proses evakuasi.

Hingga laporan pada Minggu siang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 103 orang dari kapal yang membawa 243 penumpang dan awak.

Penyintas Soroti Tidak Adanya Sirine Peringatan

Setelah berhasil dievakuasi ke Banjarmasin menggunakan MV Haida, Ahmad menyampaikan hal yang menurutnya menjadi salah satu persoalan penting saat kejadian.

Dia mengaku tidak mendengar adanya instruksi darurat maupun bunyi sirine peringatan ketika kapal mulai miring.

Menurut kesaksiannya, perubahan posisi kapal yang berlangsung cepat membuat sebagian penumpang tidak memiliki banyak waktu untuk memahami situasi dan mencari jalan keluar.

Ahmad menilai kondisi tersebut sangat menyulitkan penumpang yang berada di area kamar kelas ekonomi.

Menurut dia, perempuan dan anak-anak yang berada di dalam ruangan menghadapi situasi lebih sulit ketika kapal mulai kehilangan keseimbangan.

Sebaliknya, penumpang yang berada di luar ruangan dinilai memiliki peluang lebih besar untuk segera menyadari kondisi kapal.

Ahmad menyebut sebagian dari mereka merupakan laki-laki dan pengemudi yang lebih cepat keluar dari ruangan sebelum akhirnya melompat ke laut.

Kesaksian tersebut menjadi gambaran dari pengalaman salah satu penyintas.

Sementara itu, penyebab pasti kecelakaan dan kondisi sistem keselamatan kapal tetap menjadi bagian dari proses penanganan serta penyelidikan pihak berwenang.

Kapal Sebelumnya Dilaporkan Menghadapi Cuaca Buruk

Sebelum kehilangan kontak, Virgo Transport 8 diketahui menghadapi cuaca buruk di tengah perjalanan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana menyebut nakhoda sempat melaporkan kondisi tersebut kepada pihak agen sekitar tengah malam.

Sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu, 13 September 2026, nakhoda kembali melaporkan bahwa posisi kapal sudah dalam keadaan miring.

Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR langsung bergerak menuju perkiraan lokasi terakhir kapal.

Laporan mengenai hilang kontak kemudian diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA.

Posisi terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Operasi SAR Melibatkan Banyak Armada

Proses pencarian dan evakuasi melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

KN SAR Laksmana 241 dikerahkan dari Banjarmasin.

Sejumlah kapal lain juga ikut membantu proses penyelamatan, termasuk KMP Haida, TB Mahao, TB TCP, KRI Nala, dan KN Kunyit.

Baca Juga: Jersey Ketiga Timnas Indonesia Segera Hadir? Tema Laut dan Ombak Bikin Suporter Garuda Penasaran

Basarnas turut mengerahkan helikopter untuk melakukan pencarian dari udara.

Di sisi lain, Polri juga mengirim tiga kapal untuk memperkuat operasi SAR.

Armada tersebut dikerahkan dari sejumlah wilayah menuju lokasi kejadian di perairan Laut Jawa.

Bagi para penyintas seperti Ahmad, kejadian tersebut meninggalkan pengalaman yang sulit dilupakan.

Detik-detik ketika kapal mulai miring, kepanikan penumpang, hingga keputusan untuk melompat ke laut menjadi bagian dari perjuangan untuk bertahan hidup di tengah laut.

Kesaksian mengenai kondisi di dalam kapal nantinya dapat menjadi salah satu informasi penting bagi pihak berwenang dalam mengevaluasi rangkaian kejadian, termasuk sistem peringatan dan prosedur keselamatan yang diterapkan saat kondisi darurat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : detik.com
kapal Virgo Transport 8 penyintas kapal Virgo kapal tenggelam di Laut Jawa kesaksian korban kapal Virgo kecelakaan kapal Banjarmasin