RADARBONANG.ID — Penemuan lima bayi orangutan di sebuah kawasan hutan di Odisha, India, membuat warga dan petugas kehutanan setempat kebingungan.
Satwa yang ditemukan dalam kondisi masih sangat muda itu berada ribuan kilometer dari habitat alaminya di Asia Tenggara.
Kelima orangutan tersebut ditemukan di kawasan Ranakatha Protected Reserve Forest, dekat Desa Badapai, Distrik Balasore, Odisha.
Warga yang lebih dulu melihat keberadaan satwa langka itu kemudian melaporkannya kepada petugas kehutanan.
Penemuan tersebut langsung memunculkan pertanyaan besar.
Bagaimana lima bayi orangutan bisa berada di hutan India, sementara spesies ini tidak hidup secara alami di negara tersebut?
Baca Juga: Unik! Warga Jogja Tanam Padi di Galon Bekas, Ratusan Tanaman Kini Siap Dipanen Setelah 90 Hari
Lima Bayi Orangutan Ditemukan Bersama
Petugas menemukan lima orangutan yang terdiri dari dua betina dan tiga jantan.
Seluruhnya masih berusia di bawah satu tahun dan diperkirakan masih sangat bergantung pada induknya.
Menurut laporan India Today, kondisi usia mereka menjadi perhatian khusus karena bayi orangutan pada usia tersebut membutuhkan perawatan dan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap induk.
Setelah dievakuasi, kelima satwa tersebut dibawa ke Nandankanan Zoological Park di Bhubaneswar.
Mereka kemudian ditempatkan dalam fasilitas karantina dan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Petugas kebun binatang juga terus memantau kondisi kelima bayi orangutan tersebut.
Beberapa di antaranya dilaporkan sudah mau memakan pisang yang diberikan oleh petugas.
Orangutan Tidak Punya Habitat Alami di India
Keberadaan lima bayi orangutan di Odisha menjadi sangat janggal karena India bukan habitat alami satwa tersebut.
Orangutan liar secara alami ditemukan di wilayah Indonesia dan Malaysia, terutama di pulau Sumatra dan Kalimantan.
Kondisi geografis tersebut membuat kemungkinan lima bayi orangutan itu berpindah sendiri ke India nyaris tidak masuk akal.
Pejabat kehutanan Balasore, Indalkar Pratik Prakash, menyatakan kemungkinan campur tangan manusia tengah diperiksa.
Namun, hingga kini belum ada bukti pasti yang dapat memastikan bahwa kelima satwa tersebut merupakan hasil penyelundupan.
Karena itu, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui asal-usul orangutan tersebut sekaligus bagaimana mereka bisa sampai ke Odisha.
Diduga Ada Peran Jaringan Penyelundupan
Dugaan perdagangan satwa ilegal menjadi salah satu kemungkinan yang tengah diperiksa aparat India.
Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Odisha bahkan menyebut adanya kemungkinan keterlibatan jaringan internasional dalam kasus tersebut.
Odisha Police Special Task Force (STF) kemudian mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap perjalanan kelima orangutan hingga akhirnya ditemukan di hutan Balasore.
Tim STF juga mendatangi Nandankanan Zoological Park untuk mengumpulkan informasi berkaitan dengan proses penyelamatan dan kondisi satwa.
Orangutan sendiri termasuk satwa yang menjadi sasaran perdagangan ilegal karena nilai ekonominya tinggi di pasar satwa eksotis.
Perdagangan tersebut dapat melibatkan pengiriman lintas negara dan berisiko besar terhadap kelangsungan hidup satwa.
Namun, aparat masih harus mengumpulkan bukti sebelum menyimpulkan bahwa kelima bayi orangutan tersebut memang bagian dari jaringan perdagangan internasional.
Mengapa Jalur Indonesia Ikut Disorot?
Indonesia menjadi perhatian dalam penyelidikan karena merupakan salah satu negara dengan habitat alami orangutan terbesar di dunia.
Orangutan Sumatra dan Kalimantan hidup di kawasan hutan tropis Indonesia.
Sementara itu, keberadaan orangutan di Malaysia juga tercatat secara alami di wilayah tertentu Kalimantan.
Karena itu, apabila penyelidikan nantinya membuktikan adanya perdagangan lintas negara, petugas perlu melacak dari mana satwa tersebut berasal, siapa yang mengangkutnya, serta bagaimana mereka bisa melewati sejumlah negara sebelum akhirnya sampai di India.
Sejumlah laporan menyebut kemungkinan jalur Asia Tenggara sedang diperiksa.
Namun, detail mengenai negara asal dan rute pasti kelima orangutan tersebut belum dapat dipastikan oleh aparat.
Kondisi Bayi Orangutan Jadi Perhatian
Selain mencari pelaku dan asal-usulnya, petugas juga menghadapi tantangan untuk memastikan kelima bayi orangutan tetap hidup dan sehat.
Usia mereka yang masih sangat muda membuat proses rehabilitasi tidak mudah.
Orangutan bayi secara alami menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama induknya untuk belajar mencari makanan, berpindah dari satu pohon ke pohon lain, hingga mengenali lingkungan hutan.
Kehilangan induk pada usia sangat dini dapat berdampak besar terhadap perkembangan mereka.
Karena itu, karantina di Nandankanan menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan mereka terlebih dahulu sebelum menentukan proses perawatan berikutnya.
Misteri Belum Terjawab
Sampai sekarang, pertanyaan terbesar dalam kasus ini masih sama: dari mana kelima bayi orangutan tersebut berasal dan siapa yang membawa mereka ke India?
Petugas belum menemukan jawaban pasti. Kemungkinan penyelundupan memang menjadi salah satu fokus penyelidikan, tetapi aparat masih membutuhkan bukti untuk memastikan dugaan tersebut.
Penemuan ini sekaligus menjadi pengingat mengenai ancaman perdagangan satwa liar lintas negara.
Baca Juga: Bunga Bangkai Terancam Punah, Indonesia Siapkan Bank Polen demi Menjaga Generasi Tanaman
Bagi spesies yang terancam punah seperti orangutan, satu kasus penyelundupan saja dapat berarti hilangnya individu dari populasi liar yang sudah menghadapi tekanan akibat kerusakan habitat dan perburuan.
Kini, kelima bayi orangutan itu berada di tempat yang lebih aman di bawah pengawasan petugas.
Sementara itu, penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap perjalanan misterius mereka dari habitat alami hingga akhirnya ditemukan sendirian di sebuah hutan di India.
Kasus ini bukan hanya tentang lima satwa langka yang ditemukan jauh dari rumahnya.
Di baliknya terdapat dugaan jalur perdagangan satwa internasional yang masih menjadi misteri dan harus diungkap oleh aparat.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : instagram.com/creativox