5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang Kontak di Selat Sunda, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:30 WIB
Delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speedboat masih dalam pencarian setelah hilang kontak di Perairan Selat Sunda. (jawapos.com)
Delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speedboat masih dalam pencarian setelah hilang kontak di Perairan Selat Sunda. (jawapos.com)

RADARBONANG.ID - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.

Kedelapan orang tersebut sebelumnya berada dalam perjalanan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Polda Banten turut menyiapkan pos antemortem melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes).

Pos tersebut disiapkan sebagai langkah kesiapsiagaan apabila nantinya diperlukan proses identifikasi terhadap korban.

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, keberadaan pos antemortem menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap operasi pencarian yang masih berlangsung.

Baca Juga: Jarang Disadari, 9 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Menunjukkan Seseorang Cerdas

”Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” ujar Hengki, Rabu (9/9).

Meski pos antemortem telah disiapkan, fokus utama tim gabungan saat ini masih pencarian.

Petugas dari berbagai unsur terus menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi terakhir rombongan tersebut diketahui berada.

Pencarian Masih Fokus Jalur Laut

Hengki mengatakan, hingga Rabu, operasi SAR masih mengutamakan pencarian melalui jalur laut.

Pengerahan unsur udara belum dilakukan karena masih mempertimbangkan sejumlah kondisi di lapangan.

Menurut dia, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan sebelum pencarian melalui udara dilakukan.

”Untuk sampai dengan sekarang belum (melakukan SAR udara). Nanti melihat perkembangan hari ini, saya akan minta petunjuk.

Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan,” terangnya.

Kondisi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena rombongan tersebut memang berada di kawasan Selat Sunda untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas gunung api.

Tim SAR harus tetap memperhatikan keselamatan personel selama melakukan operasi pencarian.

Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Basarnas, BMKG, kepolisian, hingga instansi terkait lainnya.

Masing-masing unsur dikerahkan untuk mendukung proses pencarian delapan orang yang hingga kini belum ditemukan.

Informasi Hilang Kontak Diterima Selasa

Polda Banten menerima informasi mengenai hilangnya rombongan tersebut pada Selasa (8/9).

Setelah informasi diterima, unsur terkait langsung melakukan pencarian di wilayah perairan Selat Sunda.

Hengki mengatakan, pencarian telah dilakukan sejak informasi pertama diterima dan dilanjutkan hingga Rabu.

”Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian,” kata Hengki.

Rombongan tersebut diketahui berangkat pada Senin (7/9).

Mereka menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi.

Namun, dalam perjalanan, rombongan tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak.

Sampai pencarian memasuki hari kedua, keberadaan mereka belum diketahui.

Identitas 5 Jurnalis yang Hilang

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut berasal dari sejumlah media dan bekerja sebagai jurnalis lepas.

Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Kelima jurnalis tersebut berada di kawasan Selat Sunda dalam rangka menjalankan tugas jurnalistik.

Mereka hendak meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang menjadi perhatian masyarakat.

Selain lima jurnalis, terdapat tiga kru speedboat yang turut dalam perjalanan tersebut.

Ketiganya memiliki peran berbeda dalam perjalanan menuju kawasan gunung api.

Tiga Kru Speedboat Ikut Dalam Pencarian

Tiga kru yang masih dalam pencarian masing-masing bernama Warta (55), Surakman (60), dan Heriyanto (49).

Warta diketahui bertugas sebagai kapten kapal.

Sementara Surakman merupakan anak buah kapal (ABK), sedangkan Heriyanto berperan sebagai pemandu atau guide.

Dengan demikian, total terdapat delapan orang yang masih dicari dalam operasi SAR tersebut.

Tim gabungan terus berupaya menemukan keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya.

Pencarian dilakukan dengan memperhatikan kondisi perairan Selat Sunda dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Faktor keselamatan menjadi pertimbangan penting karena petugas harus bekerja di kawasan yang memiliki potensi bahaya.

Pos Antemortem Disiapkan untuk Kesiapsiagaan

Selain mengerahkan personel untuk pencarian, Polda Banten menyiapkan pos antemortem sebagai langkah antisipasi.

Fasilitas tersebut berkaitan dengan kebutuhan proses identifikasi apabila nantinya diperlukan.

Penyiapan pos antemortem tidak mengubah fokus utama operasi.

Tim SAR tetap memprioritaskan pencarian untuk menemukan delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga: Indonesia Rawan Bencana, Kenapa Anggaran Mitigasi Harus Terus Diperkuat? Ini Penjelasannya

Operasi pencarian juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan sumber daya yang tersedia.

Penyisiran wilayah perairan terus dilakukan sambil memantau kondisi cuaca serta aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Situasi di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Sebelumnya, pencarian juga mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang laut, serta faktor keselamatan personel.

Hingga Rabu (9/9), operasi SAR masih berlangsung. Tim gabungan terus berupaya menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut.

Perkembangan pencarian akan menjadi dasar bagi penentuan langkah operasi berikutnya, termasuk kemungkinan penggunaan sarana udara.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
Gunung Anak Krakatau 5 jurnalis hilang di Selat Sunda SAR jurnalis hilang Selat Sunda jurnalis hilang saat liput Gunung Anak Krakatau operasi SAR Selat Sunda