RADARBONANG.ID — Keinginan memiliki mobil listrik kini tidak selalu harus dibayar dengan harga mobil baru yang relatif tinggi.
Pasar mobil bekas mulai menawarkan sejumlah pilihan kendaraan listrik dengan banderol yang lebih ramah di kantong.
Memasuki September 2026, harga mobil listrik bekas di Indonesia bahkan sudah berada di kisaran Rp 124 jutaan.
Kondisi tersebut membuat mobil listrik bekas semakin menarik bagi konsumen yang ingin mencoba kendaraan elektrifikasi tanpa harus mengeluarkan dana sebesar ketika membeli unit baru.
Baca Juga: Baru Pertama Kali Makan Sushi? Ini Panduan Biar Nggak Salah Pesan di Restoran Jepang
Tren ini juga muncul ketika pilihan mobil listrik di pasar Indonesia semakin beragam.
Produsen menghadirkan kendaraan dengan berbagai ukuran dan rentang harga, sementara perkembangan industri mobil listrik nasional terus berjalan.
Salah satu contohnya adalah pembangunan fasilitas produksi BYD di Subang yang memiliki kapasitas hingga 150.000 unit per tahun.
Namun, sebelum tergoda dengan harga murah, calon pembeli tetap perlu memperhatikan kondisi kendaraan, terutama bagian yang paling mahal dalam sebuah mobil listrik: baterainya.
Harga Bekas Mulai Rp 124 Jutaan
Mobil listrik bekas kini menawarkan alternatif bagi konsumen yang ingin masuk ke dunia kendaraan listrik dengan biaya awal lebih rendah.
Banderol sekitar Rp 124 jutaan menjadi salah satu titik harga yang menarik karena sudah berada di level yang lebih mudah dijangkau dibandingkan banyak mobil listrik baru.
Harga tersebut tentu tidak bisa disamaratakan untuk semua kendaraan.
Tahun produksi, kondisi unit, jarak tempuh, tipe atau varian, kelengkapan dokumen, hingga kondisi baterai dapat membuat harga satu mobil berbeda cukup jauh dengan unit lainnya.
Karena itu, daftar harga mobil listrik bekas sebaiknya digunakan sebagai gambaran awal, bukan patokan mutlak ketika melakukan transaksi.
Kenapa Mobil Listrik Bekas Mulai Menarik?
Salah satu daya tarik utama mobil listrik bekas adalah harga pembeliannya.
Teknologi kendaraan listrik berkembang cukup cepat.
Model baru bermunculan dengan fitur yang semakin lengkap, sementara unit yang sudah beberapa tahun berada di pasar mulai mengalami penurunan harga.
Bagi konsumen yang tidak terlalu mengejar model terbaru, kondisi ini bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan mobil listrik dengan harga lebih terjangkau.
Selain harga pembelian, biaya penggunaan sehari-hari juga menjadi pertimbangan.
Mobil listrik tidak menggunakan mesin pembakaran internal seperti mobil konvensional sehingga komponen dan pola perawatannya berbeda.
Namun, bukan berarti mobil listrik bebas biaya perawatan.
Justru pada mobil bekas, calon pembeli perlu lebih teliti melihat kondisi komponen elektrifikasinya.
Jangan Cuma Lihat Harga, Periksa Baterai
Baterai merupakan salah satu komponen paling penting sekaligus paling mahal pada mobil listrik.
Karena itu, membeli mobil listrik bekas tidak cukup hanya dengan melihat tampilan bodi, interior, atau jumlah kilometer pada odometer.
Kondisi baterai perlu diperiksa secara serius.
Calon pembeli sebaiknya mencari tahu kapasitas baterai yang tersisa, riwayat penggunaan kendaraan, pola pengisian daya, serta apakah mobil pernah mengalami masalah pada sistem baterai.
Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan menggunakan perangkat diagnostik di bengkel yang memahami kendaraan listrik.
Langkah tersebut penting karena kondisi baterai akan berpengaruh terhadap jarak tempuh dan kenyamanan penggunaan mobil dalam jangka panjang.
Perhatikan Garansi Baterai
Hal lain yang tidak kalah penting adalah garansi.
Setiap merek memiliki ketentuan berbeda mengenai masa garansi kendaraan maupun baterai.
Karena itu, calon pembeli mobil listrik bekas sebaiknya meminta informasi mengenai status garansi unit yang akan dibeli.
Sebagai contoh, BYD M6 yang dipasarkan di Indonesia mendapatkan garansi kendaraan selama enam tahun dan garansi traction battery selama delapan tahun.
Artinya, masa garansi bisa menjadi salah satu faktor penting ketika membandingkan mobil listrik bekas.
Jika unit yang ingin dibeli masih memiliki sisa garansi resmi, hal tersebut tentu menjadi nilai tambah.
Cek Riwayat Servis dan Pengisian
Mobil listrik memang memiliki sistem penggerak yang berbeda dengan mobil berbahan bakar bensin atau diesel. Namun, riwayat perawatan tetap penting.
Pastikan calon pembeli mendapatkan informasi mengenai servis berkala, kondisi sistem kelistrikan, rem, ban, suspensi, hingga perangkat pengisian daya.
Riwayat pengisian juga dapat menjadi informasi tambahan.
Mobil yang digunakan dengan pola pengisian tertentu dan dirawat dengan baik belum tentu memiliki kondisi baterai yang sama dengan mobil lain meskipun tahun produksinya identik.
Karena itu, jangan hanya terpaku pada tahun dan harga.
Dua mobil dengan model yang sama bisa memiliki kondisi berbeda ketika sudah berada di pasar mobil bekas.
Pastikan Infrastruktur Pengisian Sesuai Kebutuhan
Sebelum membeli mobil listrik, calon konsumen juga perlu memikirkan kebiasaan penggunaan.
Apakah mobil lebih sering digunakan untuk perjalanan dalam kota? Apakah tersedia tempat untuk melakukan pengisian daya di rumah? Seberapa sering kendaraan digunakan untuk perjalanan jarak jauh?
Pertanyaan tersebut penting karena pengalaman menggunakan mobil listrik sangat berkaitan dengan akses pengisian daya.
Pengguna yang memiliki fasilitas pengisian di rumah tentu memiliki fleksibilitas berbeda dibandingkan mereka yang sepenuhnya mengandalkan stasiun pengisian umum.
Untuk perjalanan jauh, keberadaan SPKLU juga perlu diperhitungkan.
Infrastruktur pengisian menjadi bagian penting dari ekosistem kendaraan listrik, terutama ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan antarkota.
Mobil Listrik Bekas Bisa Jadi Alternatif, Asal Teliti
Harga yang mulai berada di kisaran Rp 124 jutaan membuat pasar mobil listrik bekas semakin menarik untuk diperhatikan.
Namun, harga murah seharusnya bukan satu-satunya alasan untuk membeli.
Kondisi baterai, riwayat servis, sisa garansi, kelengkapan dokumen, kondisi fisik, hingga akses pengisian daya harus masuk dalam pertimbangan.
Bagi konsumen yang sudah lama ingin mencoba mobil listrik tetapi masih terbentur harga mobil baru, pasar bekas memang bisa menjadi jalan tengah.
Terlebih, pilihan mobil listrik di Indonesia terus berkembang dan persaingan antarmerek semakin ramai.
Baca Juga: Karhutla Makin Serius, Polri Tetapkan 112 Tersangka dari 167 Laporan Polisi hingga September 2026
Kehadiran lebih banyak produk juga berpotensi membuat konsumen memiliki pilihan yang semakin luas.
Jadi, kalau menemukan mobil listrik bekas dengan harga Rp 124 jutaan, jangan langsung tergoda hanya karena angka di iklan terlihat murah.
Cari tahu kondisi baterainya, periksa riwayat kendaraannya, lalu bandingkan dengan harga pasar sebelum membawa pulang.
Sebab dalam membeli mobil listrik bekas, harga murah memang menarik, tetapi kondisi baterai bisa menentukan apakah pembelian tersebut benar-benar menguntungkan dalam jangka panjang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kompas.com