RADARBONANG.ID – Harapan menemukan korban selamat dari bencana banjir bandang yang menerjang wilayah utara Nepal semakin menipis.
Jumlah korban jiwa terus bertambah seiring tim penyelamat melakukan pencarian di tengah reruntuhan dan kerusakan infrastruktur yang cukup parah.
Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal pada Rabu (2/9) mengonfirmasi bahwa sedikitnya 1.204 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Angka itu meningkat tajam dibandingkan laporan sebelumnya yang dirilis Kathmandu Post, yang mencatat 1.127 korban tewas.
Bencana tersebut mulai melanda kawasan terdampak sejak Rabu pagi (26/8).
Baca Juga: Phil Schiller Kurangi Peran di Apple, App Store dan Acara Produk Kini Dipimpin Eksekutif Baru
Peristiwa ini terjadi setelah perubahan kondisi alam di wilayah hulu memicu longsor besar yang kemudian membawa aliran air dalam jumlah sangat besar dari arah China.
Gelombang air bah kemudian menerjang aliran Sungai Bhote Koshi dan meluap ke kawasan di sekitarnya.
Permukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai pun terdampak parah.
Penyusutan Gletser Picu Rangkaian Bencana
Bencana yang terjadi di kawasan pegunungan Nepal tersebut tidak muncul secara tiba-tiba.
Perubahan kondisi lingkungan di kawasan hulu menjadi salah satu faktor penting dalam rangkaian peristiwa yang kemudian berujung pada banjir bandang.
Penyusutan gletser membuat kondisi wilayah pegunungan semakin rentan terhadap longsor dan perubahan aliran air.
Ketika material longsoran dalam jumlah besar bergerak menuju lembah, aliran air dapat terdorong dan menghasilkan gelombang banjir yang memiliki daya rusak sangat besar.
Dalam kasus ini, material longsor dan aliran air kemudian bergerak menuju Sungai Bhote Koshi.
Sungai tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan sekitarnya.
Ketika debit air meningkat secara drastis, wilayah permukiman di sepanjang aliran sungai berada dalam kondisi sangat rentan.
Banjir bandang yang datang dengan cepat membuat masyarakat memiliki waktu terbatas untuk menyelamatkan diri.
Ribuan Orang Menjadi Korban
Besarnya jumlah korban membuat proses pencarian menjadi pekerjaan yang sangat berat bagi tim penyelamat.
Hingga Rabu (2/9), jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.204 orang.
Sementara itu, pencarian terhadap warga yang masih hilang terus dilakukan.
Petugas harus bekerja di tengah kondisi medan yang tidak mudah.
Kerusakan bangunan, jalan, serta berbagai fasilitas umum membuat akses menuju sejumlah lokasi terdampak menjadi lebih sulit.
Kondisi tersebut juga memperbesar tantangan dalam proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Tim penyelamat tidak hanya harus mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan, tetapi juga memastikan warga yang berhasil selamat dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
330 Warga Negara Asing Berhasil Dievakuasi
Bencana ini juga berdampak terhadap warga negara asing yang berada di kawasan terdampak.
Hingga Selasa (1/9), tim penyelamat gabungan dilaporkan telah mengevakuasi sedikitnya 330 warga negara asing (WNA) yang terjebak akibat bencana.
Evakuasi tersebut menjadi bagian dari operasi darurat yang dilakukan setelah banjir bandang menerjang wilayah di sekitar Sungai Bhote Koshi.
Keberadaan wisatawan dan warga asing di kawasan pegunungan Nepal bukan sesuatu yang tidak biasa.
Nepal dikenal sebagai salah satu tujuan wisata alam dan pendakian, sehingga bencana di kawasan pegunungan juga dapat berdampak terhadap orang-orang yang sedang melakukan perjalanan.
Evakuasi ratusan WNA menunjukkan bahwa operasi penyelamatan harus dilakukan dengan cakupan yang luas, termasuk memastikan keselamatan masyarakat lokal maupun warga asing.
Infrastruktur Rusak, Pencarian Korban Makin Sulit
Selain menimbulkan korban jiwa, bencana juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di kawasan terdampak.
Jalan dan akses menuju sejumlah lokasi menjadi terganggu akibat terjangan banjir dan material longsor.
Kondisi tersebut membuat tim penyelamat harus menghadapi medan yang jauh lebih sulit dibandingkan operasi evakuasi dalam kondisi normal.
Akses yang rusak juga dapat menghambat pengiriman bantuan serta kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.
Karena itu, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pencarian korban.
Pemerintah dan tim gabungan juga perlu memastikan kebutuhan para penyintas terpenuhi sekaligus memulihkan akses menuju wilayah yang terisolasi.
Ancaman Bencana di Kawasan Pegunungan
Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana perubahan kondisi alam di wilayah pegunungan dapat memicu rangkaian bencana yang sangat besar.
Gletser, lereng gunung, sungai, dan permukiman yang berada di kawasan lembah memiliki keterkaitan erat.
Ketika terjadi perubahan pada salah satu bagian, dampaknya dapat menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Penyusutan gletser juga menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai perubahan lingkungan di kawasan Himalaya.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pegunungan, ancaman tersebut bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan dan kehidupan sehari-hari.
Nepal Masih Berduka
Dengan jumlah korban yang telah mencapai lebih dari seribu orang, bencana di kawasan Sungai Bhote Koshi menjadi salah satu tragedi besar yang meninggalkan duka mendalam bagi Nepal.
Tim penyelamat masih melanjutkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Sementara itu, penanganan terhadap warga yang terdampak dan pemulihan infrastruktur juga menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah.
Baca Juga: Tetap Populer di Era Streaming, VLC Tembus 7 Miliar Unduhan dan Buktikan Pemutar Media Masih Dicari
Di tengah situasi tersebut, harapan untuk menemukan korban selamat memang semakin kecil.
Namun, operasi pencarian tetap dilakukan untuk memastikan setiap korban dapat ditemukan dan keluarga mendapatkan kepastian.
Bencana ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan pegunungan memiliki risiko alam yang sangat kompleks.
Perubahan kondisi gletser, longsor, dan banjir bandang dapat terjadi dalam satu rangkaian peristiwa dengan dampak yang sangat besar.
Kini, perhatian Nepal tertuju pada proses pencarian korban, penyelamatan warga yang terdampak, serta upaya memulihkan kawasan yang porak-poranda setelah diterjang banjir bandang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : antaranews.com