Gunung Sinabung Erupsi Lagi Setelah Melandai Sejak 2022, 2.451 Warga Dievakuasi ke Lokasi Aman

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:36 WIB
Gunung Sinabung kembali menunjukkan aktivitas vulkanik setelah sempat melandai sejak 2022. Statusnya kini naik menjadi Siaga atau Level III. Sebanyak 2.451 warga dari Desa Payung dan Kuta Tengah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.  (ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting)
Gunung Sinabung kembali menunjukkan aktivitas vulkanik setelah sempat melandai sejak 2022. Statusnya kini naik menjadi Siaga atau Level III. Sebanyak 2.451 warga dari Desa Payung dan Kuta Tengah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. (ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting)

RADARBONANG.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali menunjukkan peningkatan signifikan setelah dalam beberapa tahun terakhir cenderung melandai.

Kondisi tersebut memicu kenaikan status gunung api sekaligus membuat ribuan warga di kawasan terdampak harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Gunung Sinabung tercatat mengalami erupsi pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 10.17 WIB.

Dalam erupsi tersebut, gunung api melontarkan kolom abu vulkanik yang cukup tebal dengan ketinggian mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak.

Baca Juga: Mengenal Siapa Gus Lilur, Pengusaha Berlatar Belakang Santri NU yang Aktif Kritik NU

Kolom abu hasil erupsi kemudian bergerak ke arah timur dan tenggara.

Kondisi ini menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik Gunung Sinabung sebelumnya sempat mengalami penurunan sejak 2022.

Aktivitas Vulkanik Gunung Sinabung Kembali Meningkat

Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung tidak terjadi secara tiba-tiba.

Sebelum erupsi, sejumlah tanda peningkatan aktivitas vulkanik telah terpantau melalui rentetan kegempaan di sekitar gunung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 85 kali gempa vulkanik yang menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung.

Rangkaian aktivitas tersebut kemudian menjadi dasar bagi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk meningkatkan status gunung api tersebut.

Sebelumnya, Gunung Sinabung berada pada status Waspada atau Level II.

Namun, setelah mempertimbangkan perkembangan aktivitas vulkanik dan potensi ancaman yang dapat terjadi, statusnya dinaikkan menjadi Siaga atau Level III mulai Senin siang.

Kenaikan status ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Sinabung agar tidak mengabaikan perkembangan terbaru dari petugas maupun lembaga terkait.

Ribuan Warga Mulai Dievakuasi

Dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko apabila terjadi erupsi susulan, proses evakuasi warga dilakukan pada Selasa, 1 September 2026.

Sebanyak 2.451 warga dari dua desa terdampak dipindahkan menuju lokasi yang telah disiapkan.

Evakuasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dan tim gabungan untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Warga Desa Payung menjadi kelompok terbesar yang harus meninggalkan tempat tinggal sementara.

Sebanyak 2.051 jiwa dari desa tersebut dievakuasi menuju Desa Batukarang.

Sementara itu, 400 warga Desa Kuta Tengah dipindahkan ke Desa Sukatepu.

Pemindahan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta kebutuhan masyarakat selama berada di lokasi pengungsian.

TNI, Polri dan BPBD Turun Tangan

Proses evakuasi warga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, hingga Polri.

Tim gabungan dikerahkan untuk membantu proses pengosongan wilayah sekaligus memastikan warga dapat menuju tempat pengungsian dengan aman.

Selain melakukan evakuasi, petugas juga melakukan pengamanan di sejumlah lokasi yang ditinggalkan warga.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kawasan yang berpotensi terdampak dapat dikosongkan apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat.

Di sisi lain, kebutuhan dasar bagi masyarakat yang mengungsi juga mulai dipersiapkan. Sejumlah logistik, termasuk tenda darurat, telah didistribusikan ke titik-titik penampungan warga.

Ketersediaan tempat pengungsian dan kebutuhan dasar menjadi perhatian penting karena warga kemungkinan harus berada di lokasi pengungsian selama kondisi Gunung Sinabung belum dinyatakan aman.

Warga Diminta Patuhi Arahan Petugas

Dengan status Gunung Sinabung yang kini berada pada Level III atau Siaga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya erupsi susulan.

Potensi aktivitas vulkanik lanjutan masih menjadi perhatian, terlebih setelah munculnya peningkatan kegempaan dan erupsi yang menghasilkan kolom abu hingga ribuan meter.

Masyarakat di kawasan terdampak diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di area yang masuk dalam zona berbahaya.

Warga juga diminta mengikuti setiap arahan yang dikeluarkan petugas di lapangan dan informasi resmi dari PVMBG maupun pemerintah daerah.

Kepatuhan terhadap rekomendasi tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya korban apabila aktivitas Gunung Sinabung kembali mengalami peningkatan.

Durasi Pengungsian Menunggu Kondisi Gunung

Belum diketahui secara pasti berapa lama 2.451 warga tersebut akan berada di lokasi pengungsian.

Durasi pengungsian akan menyesuaikan perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan rekomendasi teknis dari PVMBG.

Pemerintah daerah bersama tim penanganan bencana akan terus memantau kondisi gunung sekaligus mengevaluasi situasi di wilayah terdampak.

Masyarakat juga diharapkan tetap tenang namun tidak lengah.

Baca Juga: Kisah Batu Bulat di Manggarai, Legenda Pria yang Berakhir Menjadi Sebuah Batu

Informasi mengenai aktivitas Gunung Sinabung sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi agar warga tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Kenaikan status menjadi Siaga menjadi pengingat bahwa aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat, kecepatan evakuasi, serta koordinasi antara pemerintah dan petugas di lapangan menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi erupsi berikutnya.

Untuk sementara, ribuan warga yang telah dievakuasi akan menjalani aktivitas di lokasi pengungsian sambil menunggu perkembangan terbaru mengenai kondisi Gunung Sinabung.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : cnnindonesia.com
Gunung Sinabung erupsi erupsi Gunung Sinabung 2026 Gunung Sinabung status Siaga warga mengungsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo