3 Atlet Badminton Jatim yang Pernah Duduki Ranking 1 Dunia, Ada Peraih Emas Olimpiade

Bihan Mokodompit • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:29 WIB
Jawa Timur ternyata punya jejak panjang di puncak bulu tangkis dunia. Dari Alvent Yulianto dan Kevin Sanjaya di ganda putra hingga Alan Budikusuma yang membawa pulang emas Olimpiade Barcelona 1992. Salah satunya bahkan pernah jadi nomor 1 dunia. (Sumber foto: Instagram)
Jawa Timur ternyata punya jejak panjang di puncak bulu tangkis dunia. Dari Alvent Yulianto dan Kevin Sanjaya di ganda putra hingga Alan Budikusuma yang membawa pulang emas Olimpiade Barcelona 1992. Salah satunya bahkan pernah jadi nomor 1 dunia. (Sumber foto: Instagram) 

RADARBONANG.ID – Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi kuat dalam olahraga bulu tangkis.

Sejumlah pebulu tangkis kelahiran Jawa Timur bahkan pernah mencapai level tertinggi dalam persaingan dunia dan mencatatkan namanya sebagai bagian dari pemain atau pasangan yang menduduki peringkat 1 dunia.

Menariknya, tiga nama yang memiliki keterkaitan kuat dengan Jawa Timur tersebut berasal dari generasi berbeda dan memiliki perjalanan karier yang tidak sama.

Mereka adalah Alvent Yulianto, Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Alan Budikusuma.

Baca Juga: Aliansi GERAM Gelar Aksi di DPR 27 Agustus, Bawa 10 Tuntutan dan Desak Pimpinan Parlemen Turun

Alvent dan Kevin dikenal melalui sektor ganda putra, sedangkan Alan merupakan legenda tunggal putra Indonesia.

Salah satu dari ketiganya bahkan memiliki pencapaian yang sangat istimewa karena berhasil membawa pulang medali emas Olimpiade.

Berikut perjalanan tiga atlet badminton asal Jawa Timur yang pernah berada di puncak ranking dunia.

1. Alvent Yulianto, Pebulu Tangkis Banyuwangi yang Pernah Kuasai Ganda Putra Dunia

Nama Alvent Yulianto Chandra tidak bisa dilepaskan dari salah satu pasangan ganda putra terbaik Indonesia pada era 2000-an.

Alvent lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 11 Juli 1980.

Ia dikenal sebagai pemain spesialis ganda putra dan dalam perjalanan kariernya pernah berpasangan dengan Luluk Hadiyanto.

Duet Luluk/Alvent kemudian berkembang menjadi salah satu pasangan yang disegani di dunia. Pada 2004, keduanya berhasil mencapai posisi peringkat 1 dunia ganda putra.

Pencapaian tersebut datang setelah rangkaian performa impresif di berbagai turnamen internasional.

Luluk/Alvent berhasil meraih sejumlah gelar penting, termasuk Thailand Open, Korea Open, Singapore Open dan Indonesia Open.

Pada Indonesia Open 2004, pasangan Indonesia tersebut bahkan berhasil menjadi juara setelah mengalahkan wakil China, Fu Haifeng/Cai Yun, di pertandingan final dengan skor 15-8, 15-11.

Catatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Alvent sekaligus menunjukkan bahwa atlet kelahiran Banyuwangi pernah menjadi bagian dari pasangan yang menduduki takhta tertinggi bulu tangkis dunia.

2. Kevin Sanjaya Sukamuljo, Bintang Banyuwangi yang Pernah Jadi Nomor 1 Dunia

Nama berikutnya tentu sudah sangat familiar bagi pencinta bulu tangkis Indonesia.

Kevin Sanjaya Sukamuljo lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, dan kemudian menjelma menjadi salah satu pemain ganda putra paling populer pada era modern.

Karier Kevin semakin bersinar setelah berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon.

Duet yang kemudian dikenal luas sebagai Minions tersebut memiliki gaya bermain cepat, agresif dan penuh variasi.

Pada 16 Maret 2017, Marcus/Kevin resmi menduduki posisi peringkat 1 dunia ganda putra.

Saat itu, mereka naik empat tingkat dari posisi kelima setelah berhasil memenangkan All England 2017.

Berdasarkan ranking BWF yang dirilis ketika itu, Marcus/Kevin mengumpulkan 73.051 poin dan menggeser pasangan Malaysia Goh V Shem/Tan Wee Kiong dari posisi teratas.

Gelar All England menjadi momentum penting. Kevin/Marcus mengalahkan pasangan China Li Junhui/Liu Yuchen pada final dengan skor 21-19, 21-14.

Setelah mencapai puncak ranking, keduanya kemudian menjalani periode dominasi panjang di sektor ganda putra dunia.

Keberhasilan Kevin menjadi nomor satu dunia juga melanjutkan tradisi panjang pemain Indonesia yang mampu menguasai ranking tertinggi sektor ganda putra.

3. Alan Budikusuma, Legenda Surabaya yang Meraih Emas Olimpiade

Jika Alvent dan Kevin dikenal melalui ganda putra, nama Alan Budikusuma memiliki cerita berbeda.

Lahir di Surabaya pada 29 Maret 1968, Alan merupakan salah satu tunggal putra terbaik Indonesia pada era 1990-an.

Namanya semakin melekat dalam sejarah olahraga Indonesia setelah tampil di Olimpiade Barcelona 1992.

Alan berhasil mencapai final tunggal putra dan berhadapan dengan rekan senegaranya, Ardy Wiranata.

Dalam pertandingan tersebut, Alan keluar sebagai pemenang dan membawa pulang medali emas Olimpiade.

Yang membuat pencapaian tersebut semakin istimewa, Indonesia berhasil menciptakan sejarah dengan menempatkan dua wakilnya di posisi pertama dan kedua nomor tunggal putra. Alan meraih emas, sementara Ardy mendapatkan perak.

Alan juga tercatat pernah mencapai peringkat 1 dunia di sektor tunggal putra.

Prestasinya menjadikan Alan sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah bulu tangkis Indonesia, khususnya pada masa ketika tunggal putra Tanah Air menjadi salah satu kekuatan utama dunia.

Tiga Generasi, Satu Pencapaian di Puncak Dunia

Alvent Yulianto, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Alan Budikusuma berasal dari generasi yang berbeda.

Alvent menjadi bagian dari pasangan Luluk Hadiyanto yang mencapai puncak ranking dunia pada 2004.

Kevin kemudian mencapai posisi serupa bersama Marcus Fernaldi Gideon pada 2017.

Sementara Alan melakukannya sebagai pemain tunggal putra dan memiliki pencapaian tambahan berupa medali emas Olimpiade.

Ketiga nama tersebut memperlihatkan bahwa Jawa Timur memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bulu tangkis Indonesia.

Banyuwangi melahirkan Alvent dan Kevin yang kemudian bersinar di sektor ganda putra.

Sementara Surabaya menjadi tempat lahir salah satu legenda tunggal putra Indonesia yang berhasil mencatat sejarah di Olimpiade.

Bukan Sekadar Soal Ranking

Menduduki ranking 1 dunia tentu merupakan pencapaian luar biasa.

Namun, perjalanan ketiga atlet tersebut menunjukkan bahwa prestasi tidak lahir dalam waktu singkat.

Ada proses panjang, latihan, pertandingan, kekalahan dan berbagai tantangan yang harus dilewati sebelum seorang atlet bisa mencapai level tertinggi.

Alvent membangun reputasi bersama Luluk Hadiyanto melalui berbagai turnamen internasional.

Kevin membutuhkan waktu hingga akhirnya menemukan pasangan yang tepat bersama Marcus.

Baca Juga: Motor Cruiser Baru Honda Rebel 300 Resmi Meluncur, Harga Rp40 Jutaan Bawa Gaya Bobber Modern

Sementara Alan melewati persaingan ketat generasi emas tunggal putra Indonesia hingga akhirnya mencapai puncak di Olimpiade Barcelona.

Jejak mereka menjadi bukti bahwa talenta dari daerah mampu berkembang hingga menjadi kekuatan di panggung olahraga dunia.

Bagi Jawa Timur, keberadaan tiga nama tersebut juga menjadi bagian dari sejarah panjang pembinaan atlet bulu tangkis.

Alvent, Kevin dan Alan memang berasal dari generasi berbeda.

Namun, ketiganya memiliki satu kesamaan: pernah merasakan berada di puncak ranking dunia dan membawa nama Indonesia ke level tertinggi bulu tangkis internasional.

Dan di antara ketiganya, Alan memiliki satu catatan yang membuat kisahnya semakin istimewa: emas Olimpiade Barcelona 1992 yang hingga kini tetap menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah bulu tangkis Indonesia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : detik.com
atlet badminton Jatim ranking 1 dunia badminton Kevin Sanjaya Sukamuljo Alvent Yulianto Alan Budikusuma