RADARBONAG.ID — Logo Bank Mandiri yang sebelumnya terpampang di sebuah gedung kawasan Jakarta Pusat mendadak dicopot dan videonya viral di media sosial.
Momen tersebut langsung menjadi bahan perbincangan karena terjadi ketika nama Bank Mandiri sedang ramai disorot terkait polemik rekening milik koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Dalam video yang beredar, sejumlah pekerja terlihat melakukan proses pelepasan tulisan “Mandiri” dari bagian atas gedung.
Rekaman tersebut kemudian disebarluaskan oleh berbagai akun media sosial dan memancing beragam komentar dari warganet.
Pencopotan logo itu disebut terjadi di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Sejumlah laporan menyebut logo tersebut masih terlihat pada Minggu (23/8), sebelum kemudian tidak lagi terpasang pada Senin (24/8).
Baca Juga: Hobi Bisa Jadi Petunjuk Sifat Narsistik? Psikolog Ungkap Kebiasaan yang Perlu Diperhatikan
Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyebut bahwa pencopotan logo tersebut berkaitan dengan polemik pemblokiran rekening milik aktivis Pati.
Logo Mandiri Dicopot, Warganet Langsung Mengaitkannya dengan Polemik Rekening
Momentum pencopotan logo menjadi perhatian karena Bank Mandiri memang tengah menjadi sorotan publik.
Sebelumnya, rekening milik Supriyono alias Botok, Koordinator AMPB, dilaporkan tidak dapat digunakan.
Rekening tersebut disebut menyimpan dana sekitar Rp80,9 juta yang berasal dari uang pribadi serta donasi masyarakat untuk mendukung kebutuhan massa aksi dari Pati.
Persoalan tersebut mencuat menjelang rencana aksi warga Pati di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
Supriyono menyebut rekeningnya mengalami pemblokiran ketika berada di Jakarta.
Kondisi itu kemudian menjadi perbincangan luas. Ketika video pencopotan logo Bank Mandiri beredar, sebagian warganet langsung menghubungkan kedua kejadian tersebut.
Padahal, sejauh informasi yang tersedia, belum terdapat bukti atau pernyataan resmi yang memastikan adanya hubungan antara pencopotan logo dengan persoalan rekening tersebut.
Karena itu, dugaan yang beredar di media sosial masih sebatas spekulasi publik.
Rekening Supriyono Berisi Dana Sekitar Rp80,9 Juta
Polemik rekening bermula dari pengakuan Supriyono yang menyebut dirinya tidak dapat mengakses rekening Bank Mandiri miliknya.
Rekening tersebut menjadi sorotan karena disebut menampung dana sekitar Rp80,9 juta.
Uang tersebut diklaim berasal dari tabungan pribadi dan donasi masyarakat yang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan peserta aksi, termasuk logistik dan keperluan selama berada di Jakarta.
Supriyono kemudian mempertanyakan alasan rekening tersebut tidak dapat digunakan.
Persoalan ini semakin ramai setelah muncul video yang memperlihatkan dirinya menjelaskan kondisi rekening tersebut di Jakarta.
Rencana aksi warga Pati sendiri berkaitan dengan sejumlah tuntutan, termasuk dorongan agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
Bank Mandiri Sudah Berikan Penjelasan
Berbeda dari informasi awal yang beredar, Bank Mandiri kini telah memberikan penjelasan mengenai persoalan rekening Supriyono.
Pihak Bank Mandiri menyatakan pemblokiran rekening tersebut dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum.
Dengan adanya keterangan tersebut, isu pemblokiran rekening tidak lagi sepenuhnya berada pada ranah dugaan sepihak.
Namun, persoalan mengenai dasar dan proses permintaan pemblokiran tersebut tetap menjadi perhatian publik.
Sejumlah pihak juga meminta agar persoalan tersebut dapat dijelaskan secara transparan sehingga masyarakat memahami alasan rekening tersebut tidak dapat digunakan.
Di sisi lain, pencopotan logo Bank Mandiri dari gedung Jakarta Pusat merupakan persoalan berbeda yang belum mendapatkan penjelasan resmi mengenai penyebabnya.
Video Pencopotan Logo Banjir Komentar Netizen
Video pencopotan logo tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial.
Sebagian warganet menganggap pencopotan logo dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya aksi massa.
Ada pula yang menyindir bahwa pencopotan simbol perusahaan tidak akan membuat masyarakat kesulitan menemukan lokasi gedung Bank Mandiri.
Komentar lain justru mengaitkan peristiwa tersebut dengan persoalan rekening Supriyono dan mempertanyakan dampaknya terhadap citra serta kepercayaan publik kepada bank.
Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa isu ini telah berkembang jauh melampaui sekadar video pencopotan sebuah logo.
Namun, komentar warganet tetap perlu dipisahkan dari fakta yang telah dikonfirmasi.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi yang memastikan bahwa pencopotan logo dilakukan karena kekhawatiran terhadap aksi massa atau sebagai dampak dari polemik pemblokiran rekening.
Benarkah karena Takut Demo? Ini yang Perlu Ditunggu
Spekulasi mengenai alasan pencopotan logo terus berkembang karena waktunya berdekatan dengan rencana aksi warga Pati di Jakarta.
Sejumlah pemberitaan menyebut pencopotan dilakukan menjelang aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Kondisi tersebut membuat publik semakin mudah menghubungkan kedua peristiwa.
Akan tetapi, hubungan tersebut belum dapat dipastikan.
Ada kemungkinan pencopotan berkaitan dengan pekerjaan teknis pada bangunan, perawatan, renovasi, perubahan tampilan gedung, atau alasan lain yang belum disampaikan kepada publik.
Karena itu, diperlukan keterangan langsung dari pihak terkait agar spekulasi tidak berkembang menjadi informasi yang keliru.
Publik Menanti Penjelasan Resmi soal Logo yang Dicopot
Viralnya video pencopotan logo Bank Mandiri memperlihatkan betapa cepat sebuah peristiwa visual dapat dikaitkan dengan isu yang sedang ramai.
Baca Juga: Elon Musk Tak Lagi Triliuner, Kekayaannya Anjlok Ratusan Miliar Dolar tapi Masih Terkaya di Dunia
Di satu sisi, pemblokiran rekening Supriyono memang telah mendapatkan penjelasan dari Bank Mandiri.
Di sisi lain, pencopotan logo merupakan peristiwa terpisah yang hingga kini belum memiliki penjelasan resmi mengenai motif atau alasan di baliknya.
Publik pun masih menunggu kejelasan apakah pencopotan tersebut sekadar pekerjaan teknis atau memang memiliki alasan lain.
Yang jelas, untuk saat ini belum ada bukti resmi bahwa pencopotan logo Bank Mandiri berkaitan dengan pemblokiran rekening aktivis Pati.
Perkembangan selanjutnya akan menarik untuk dinantikan, terutama jika pihak Bank Mandiri memberikan penjelasan mengenai alasan logo di gedung Jakarta Pusat tersebut dilepas.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com