Bank Mandiri Jadi Sorotan, Netizen Ramai Serukan Pindahkan Dana ke Bank Lain

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:53 WIB
Netizen ramai menyerukan pemindahan dana dari Bank Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)
Netizen ramai menyerukan pemindahan dana dari Bank Mandiri. (Dok. Bank Mandiri)

RADARBONANG.ID - Media sosial belakangan ramai dengan seruan sejumlah netizen kepada nasabah Bank Mandiri untuk memindahkan dana mereka ke rekening bank lain.

Seruan tersebut muncul setelah beredar kabar mengenai rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, yang tidak dapat digunakan.

Rekening tersebut disebut memiliki saldo sekitar Rp80,9 juta. Dana di dalamnya dikabarkan berasal dari uang pribadi serta donasi masyarakat yang dikumpulkan untuk mendukung kebutuhan peserta aksi AMPB selama berada di Jakarta.

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi perbincangan luas di media sosial.

Sejumlah pengguna mempertanyakan alasan rekening tersebut tidak dapat digunakan hingga kemudian muncul ajakan untuk mengamankan dana dengan memindahkannya dari Bank Mandiri.

Baca Juga: Waspada Rekening Dormant! Tapi Tenang, Dana Nasabah Tetap Aman, Ini Penjelasan Lengkap dari BRI, Mandiri hingga Bank Daerah

Rekening Supriyono Tak Bisa Digunakan

Persoalan bermula ketika Supriyono bersama sejumlah warga Pati berada di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi. Di tengah kegiatan tersebut, dia disebut mengalami kendala ketika hendak menggunakan rekening untuk memenuhi kebutuhan logistik.

Supriyono kemudian menunjukkan kondisi rekeningnya melalui aplikasi Livin' by Mandiri.

 Saldo yang tercatat mencapai sekitar Rp 80,9 juta, tetapi dana tersebut tidak dapat digunakan.

Dana tersebut disebut bukan seluruhnya merupakan uang pribadi Supriyono. Sebagian di antaranya berasal dari donasi masyarakat yang dikumpulkan untuk mendukung kebutuhan massa selama mengikuti aksi di Jakarta.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran karena dana yang digunakan untuk kebutuhan operasional dan logistik massa tidak dapat diakses.

Kabar tersebut pun menyebar luas di media sosial dan memunculkan beragam reaksi dari netizen.

Netizen Serukan Pindahkan Dana

Di platform Threads, sejumlah pengguna mulai membicarakan persoalan tersebut. Bahkan, muncul seruan agar nasabah Bank Mandiri memindahkan dana mereka ke rekening bank lain.

Seruan tersebut tidak hanya muncul dari nasabah yang terlibat dalam persoalan Supriyono. Sejumlah pengguna media sosial lainnya juga mempertanyakan alasan di balik pemblokiran atau penundaan transaksi rekening tersebut.

Salah satunya akun Threads @alviedelia_ yang mengaku belum memahami alasan munculnya seruan untuk segera memindahkan dana dari Bank Mandiri.

"Baru buka thread trs baca berita suruh cepet-cepet amanin uang yg di MANDIRI entah diambil atau dipindah ke bank lain. Aku masih belum paham kenapanya, ada yg bisa jelasin?" tulisnya.

Baca Juga: DuckDuckGo Hadirkan Fitur Blokir Iklan YouTube Otomatis, Pengguna Bisa Nonton Video Lebih Nyaman Tanpa Gangguan

Perbincangan tersebut kemudian semakin ramai. Sebagian netizen mengaitkan seruan memindahkan dana dengan kekhawatiran terhadap keamanan dan akses rekening nasabah.

Namun, hingga kini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa seluruh rekening nasabah Bank Mandiri mengalami persoalan serupa. Kasus yang menjadi sorotan berkaitan dengan rekening milik Supriyono dan tindakan terhadap rekening tersebut.

Bank Mandiri Beri Klarifikasi

Menanggapi ramainya pembicaraan di media sosial, Bank Mandiri memberikan penjelasan melalui akun Threads resminya.

Bank Mandiri menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah. Perseroan juga menegaskan bahwa tindakan terhadap rekening Supriyono bukan merupakan keputusan sepihak dari pihak bank.

Bank Mandiri menyebut tindakan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.

"Halo Sahabat @alviedelia_, dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilaksanakan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku," tulis akun resmi @bankmandiri.

Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan prinsip good corporate governance (GCG), kepatuhan, serta kehati-hatian dalam memberikan layanan perbankan.

"Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip GCG, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan," lanjut keterangan tersebut.

Meski telah memberikan klarifikasi, Bank Mandiri belum menjelaskan secara rinci aparat penegak hukum mana yang mengajukan permintaan tersebut maupun dasar perkara yang menjadi alasan rekening Supriyono dikenai tindakan.

Polda Metro Sebut Penundaan Transaksi

Belakangan, muncul klarifikasi dari Polda Metro Jaya mengenai istilah yang digunakan dalam persoalan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan surat yang diajukan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kepada pihak bank bukan mengenai pemblokiran rekening, melainkan penundaan transaksi.

"Kami luruskan, bahwa surat yang diajukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya itu tentang penundaan transaksi," ujar Budi di Jakarta, Senin (24/8).

Menurut Budi, penundaan transaksi dilakukan untuk kepentingan penyelidikan terhadap aliran dana yang masuk ke rekening tersebut.

Di sisi lain, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menyatakan tidak mengajukan pemblokiran rekening milik Supriyono.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya telah mengecek informasi tersebut. Dia menyebut tidak ada tindakan pemblokiran yang diajukan PPATK terhadap rekening tersebut.

Dengan adanya klarifikasi dari Bank Mandiri, Polda Metro Jaya, dan PPATK, polemik mengenai rekening Supriyono masih menjadi perhatian publik.

Sementara itu, seruan netizen untuk memindahkan dana dari Bank Mandiri terus menjadi perbincangan di media sosial. Kendati demikian, masyarakat perlu membedakan antara persoalan rekening tertentu yang sedang dalam proses penanganan aparat dengan kondisi layanan rekening nasabah Bank Mandiri secara umum. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
bank mandiri AMPB Mas botok pindah bank lain