Prabowo Belum Tinjau Gempa Flores, Ini Alasan Jadwal Kunjungan Presiden Berubah

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:14 WIB
Kunjungan kerja Prabowo ke Flores kembali mengalami perubahan jadwal. (Biro Pers Istana Kepresidenan)
Kunjungan kerja Prabowo ke Flores kembali mengalami perubahan jadwal. (Biro Pers Istana Kepresidenan)

RADARBONANG.ID - Rencana kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke wilayah terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami perubahan jadwal.

Semula, Prabowo dijadwalkan meninjau langsung kondisi korban gempa pada Sabtu (22/8). Namun, agenda tersebut kemudian ditunda dan direncanakan berlangsung pada Senin (24/8) atau Selasa (25/8).

Perubahan jadwal tersebut disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena. Meski demikian, hingga kini Istana belum memberikan kepastian mengenai tanggal keberangkatan Presiden ke wilayah terdampak.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan rencana Presiden untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak bencana tetap berjalan. Pemerintah masih mematangkan agenda kunjungan tersebut.

Baca Juga: Lansia 77 Tahun Kritis Pasca Gempa NTT Dievakuasi Pakai Helikopter Basarnas, Perjalanan 30 Menit Jadi Penentu

Publik pun masih diminta menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait kepastian jadwal kunjungan. Istana belum merilis waktu keberangkatan secara definitif.

Sebelumnya, pada Sabtu (22/8), ketika agenda kunjungan ke NTT semula dijadwalkan, Prabowo justru bertolak ke Kalimantan Barat. Presiden memimpin sekaligus memantau secara langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.

Sehari setelahnya, Minggu (23/8), Prabowo menghadiri pernikahan Sekretaris Pribadinya (Sespri) Rizky Irmansyah di Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam acara tersebut, Prabowo hadir sebagai saksi nikah bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Korban Gempa Flores Capai 91 Orang

Di sisi lain, penanganan dampak gempa bumi di Flores masih terus dilakukan. Kondisi di sejumlah wilayah terdampak membutuhkan perhatian dan penanganan intensif, terutama untuk proses evakuasi serta pemenuhan kebutuhan para pengungsi.

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 05.58 WIB. Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah permukiman dan infrastruktur.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia terus bertambah.

Berdasarkan pembaruan data yang disampaikan Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan pada Minggu (23/8) malam, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 91 orang.

Angka tersebut bertambah empat orang dibandingkan data sehari sebelumnya.

Selain pencarian dan evakuasi korban, tim gabungan di lapangan masih melakukan penanganan darurat. Bantuan logistik juga terus disalurkan kepada masyarakat yang terdampak maupun pengungsi.

Rencana kedatangan Presiden Prabowo ke Flores nantinya diharapkan dapat menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Namun, hingga Senin (24/8), kepastian tanggal kunjungan Presiden masih menunggu agenda resmi dari pemerintah. (*)

 
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : jawapos.com
flores ntt presiden prabowo subianto gempa bumi gempa