RADARBONANG.ID – Perjalanan tur Eropa tiga band ekstrem asal Indonesia, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, berubah menjadi situasi penuh drama.
Rombongan yang sedang menjalani Cataclysmic Summer Tour 2026 sempat terlantar di Dublin, Irlandia, setelah sejumlah kebutuhan tur disebut tidak dipenuhi oleh promotor.
Sebanyak 16 personel dan kru dari ketiga band tersebut harus menghadapi ketidakpastian mengenai akomodasi, transportasi hingga jadwal konser berikutnya.
Masalah itu bahkan menyebabkan dua agenda pertunjukan di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, batal.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan justru datang dari sesama warga Indonesia yang tinggal di Irlandia.
Baca Juga: Jantung Bukan Cuma Masalah Orang Tua, Kebiasaan Anak Muda Ini Mulai Jadi Perhatian Dokter
Dukungan diaspora membuat rombongan tiga band metal tersebut bisa mendapatkan tempat berlindung sekaligus bantuan finansial untuk melanjutkan perjalanan.
Masalah Muncul Setelah Konser Pembuka di Dublin
Cataclysmic Summer Tour 2026 sebenarnya dimulai dengan penampilan di Lost Lane, Dublin, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Pertunjukan pembuka tersebut berlangsung sesuai rencana.
Persoalan mulai muncul setelah konser selesai.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak band, promotor Diablo Productions tidak memenuhi sejumlah kebutuhan yang sebelumnya telah disepakati untuk mendukung perjalanan tur.
Masalah tersebut mencakup akomodasi, transportasi, kesiapan venue hingga komunikasi dengan pihak band dan kru.
Situasi semakin rumit karena rombongan harus segera berpindah kota untuk mengikuti jadwal berikutnya.
Konser di Cork pada 16 Agustus akhirnya batal. Sehari setelahnya, agenda di London juga ikut dibatalkan.
Untuk pertunjukan London, venue The Underworld Camden dilaporkan menyatakan bahwa pemesanan tempat belum dilakukan secara resmi oleh promotor.
Pihak promotor juga disebut sulit dihubungi.
16 Personel dan Kru Sempat Kehilangan Kepastian
Pembatalan konser bukan satu-satunya masalah yang dihadapi rombongan.
Sebanyak 16 orang yang terdiri dari personel dan kru harus mencari solusi sendiri setelah kebutuhan perjalanan yang dijanjikan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut membuat mereka sempat tidak memiliki kepastian mengenai tempat tinggal dan transportasi untuk melanjutkan perjalanan.
Situasi semakin berat karena mereka berada di negara lain dan harus menyesuaikan diri dengan kondisi setempat.
Pihak DeadSquad kemudian menyampaikan pernyataan resmi pada Senin, 17 Agustus 2026.
Dalam keterangannya, mereka menjelaskan persoalan yang terjadi sekaligus memberikan informasi kepada penggemar mengenai kondisi tur.
Ketiga band juga menekankan pentingnya kewaspadaan bagi musisi lain agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam perjalanan tur internasional.
Diaspora Indonesia Buka Pintu untuk Para Musisi
Ketika situasi semakin sulit, bantuan datang dari komunitas Indonesia di Irlandia.
Salah satu diaspora Indonesia, Ailsa Dempsey, dilaporkan membuka rumahnya untuk menampung rombongan yang terdiri dari 16 personel dan kru.
Bantuan tersebut menjadi penyelamat penting bagi para musisi yang sedang berada jauh dari Tanah Air.
Tidak berhenti pada tempat tinggal, dukungan juga berkembang menjadi penggalangan dana melalui GoFundMe.
Penggalangan tersebut berhasil mengumpulkan 5.557 euro atau sekitar Rp114 juta. Dana itu digunakan untuk membantu kebutuhan rombongan agar dapat melanjutkan perjalanan menuju lokasi tur berikutnya.
Kisah tersebut kemudian mendapat perhatian dari komunitas musik ekstrem, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di kalangan metalhead internasional.
Band Tegaskan Tak Buka Donasi di Indonesia
Di tengah banyaknya dukungan yang muncul, pihak band memberikan penjelasan penting kepada penggemar di Tanah Air.
DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit disebut tidak membuka penggalangan dana serupa di Indonesia.
Bagi penggemar yang ingin memberikan dukungan, mereka mengarahkan bantuan melalui pembelian merchandise kolaborasi ketiga band.
Langkah tersebut sekaligus menjadi cara bagi penggemar Indonesia untuk membantu perjalanan tur tanpa harus mengikuti penggalangan dana yang tidak resmi.
Tur Eropa Tetap Dilanjutkan
Meski sempat menghadapi persoalan serius, ketiga band tidak memilih menghentikan seluruh rangkaian tur.
Mulai 20 Agustus 2026, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit melanjutkan perjalanan dari Eindhoven, Belanda, dengan dukungan promotor baru, DF Bookings.
Promotor tersebut disebut memiliki pengalaman di skena musik ekstrem serta hubungan yang baik dengan para personel band.
Peralihan promotor diharapkan membuat perjalanan berikutnya berjalan lebih terorganisasi setelah kekacauan yang terjadi di awal tur.
Sisa perjalanan Cataclysmic Summer Tour 2026 dijadwalkan melewati sejumlah kota di Eropa, termasuk di Belanda, Jerman, Belgia, Austria hingga Swiss.
Rangkaian tur tersebut direncanakan berlangsung hingga 5 September 2026.
Kisah Ini Jadi Pengingat bagi Musisi yang Tur ke Luar Negeri
Peristiwa yang dialami DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit menunjukkan bahwa tur internasional bukan sekadar persoalan tampil di atas panggung.
Ada banyak aspek yang harus dipastikan sejak awal, mulai dari kontrak, venue, transportasi, akomodasi hingga komunikasi antara musisi dan promotor.
Ketika salah satu bagian tidak berjalan, dampaknya bisa dirasakan seluruh rombongan.
Namun, di tengah masalah tersebut, muncul sisi lain yang tidak kalah menarik.
Baca Juga: Rekening Donasi Demo 27 Agustus Diblokir, Ada Rp80,9 Juta di Dalamnya, Warga Pati Bertanya
Bantuan diaspora Indonesia di Irlandia memperlihatkan bagaimana komunitas perantauan dapat menjadi tempat bergantung bagi sesama warga Indonesia yang sedang menghadapi situasi sulit di luar negeri.
Dukungan tersebut menjadi salah satu alasan perjalanan tiga band ekstrem Indonesia itu tidak berhenti di Dublin.
Kini, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Tur yang sempat terancam berantakan akhirnya mendapatkan jalan keluar.
Bagi ketiganya, panggung Eropa masih berlanjut—dengan cerita Dublin yang kemungkinan akan menjadi salah satu pengalaman paling tidak terlupakan dalam perjalanan musik mereka.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kapanlagi.com