RADARBONANG.ID – Elon Musk kembali menjadi sorotan setelah statusnya sebagai orang pertama yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun harus berakhir.
Meski kekayaannya mengalami penurunan tajam, pendiri SpaceX dan CEO Tesla tersebut masih bertahan sebagai orang terkaya di dunia.
Perubahan tersebut terjadi setelah nilai sejumlah aset yang menjadi sumber utama kekayaan Musk mengalami pergerakan signifikan.
Kekayaan miliarder memang dapat berubah dengan cepat karena sebagian besar berasal dari kepemilikan saham dan aset perusahaan.
Forbes mencatat Musk masih menempati posisi teratas daftar orang terkaya dunia pada Agustus 2026.
Namun, kekayaannya telah turun jauh dari rekor yang sempat dicapai beberapa waktu sebelumnya.
Baca Juga: OpenAI Balik Arah, Kini Desak California Perketat Aturan Keamanan AI SB 53 yang Dulu Ditentangnya
Sempat Cetak Rekor sebagai Triliuner Pertama di Dunia
Perjalanan Musk menuju status triliuner berlangsung setelah SpaceX melantai di bursa saham pada Juni 2026.
Penawaran saham perdana perusahaan antariksa tersebut membuat valuasi SpaceX melonjak dan ikut mengerek nilai kepemilikan Musk.
Forbes mencatat Musk sempat menjadi manusia pertama dalam sejarah yang mencapai kekayaan US$1 triliun.
Bahkan, kekayaannya sempat mencapai sekitar US$1,45 triliun pada pertengahan Juni sebelum kemudian mengalami penurunan tajam.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak terbesar dalam sejarah kekayaan individu. Namun, status tersebut ternyata tidak bertahan lama.
Pergerakan harga saham SpaceX kemudian berbalik arah dan memberikan tekanan besar terhadap nilai kekayaan Musk.
Kekayaan Musk Anjlok Ratusan Miliar Dolar
Penurunan kekayaan Musk bukan berarti uang tunai dalam jumlah ratusan miliar dolar tiba-tiba hilang dari rekening pribadi.
Sebagian besar kekayaan miliarder seperti Musk berasal dari kepemilikan saham dan valuasi perusahaan.
Ketika harga saham atau nilai perusahaan berubah, estimasi kekayaan bersih pemilik saham tersebut ikut bergerak.
Forbes sebelumnya mencatat Musk mengalami salah satu penurunan kekayaan terbesar yang pernah terjadi dalam waktu singkat.
Pada Juli 2026, kekayaannya bahkan sempat turun di bawah US$700 miliar.
Meski demikian, posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia belum tergeser.
Jarak kekayaannya dengan para miliarder di posisi berikutnya masih sangat besar.
SpaceX dan Tesla Jadi Penentu Besar Kekayaan Musk
Dua perusahaan menjadi faktor utama di balik naik turunnya kekayaan Musk, yakni SpaceX dan Tesla.
SpaceX memberikan pengaruh besar setelah perusahaan antariksa tersebut menjadi perusahaan publik.
Perubahan harga saham SpaceX secara otomatis memberikan dampak besar terhadap nilai kepemilikan Musk.
Musk sendiri merupakan pemegang saham terbesar SpaceX.
Data kepemilikan yang dilaporkan Barron's menunjukkan Musk memiliki sekitar 48,4 persen saham SpaceX berdasarkan data kuartal kedua 2026.
Sementara itu, Tesla juga tetap menjadi bagian penting dari portofolio kekayaan Musk.
Sebagai salah satu tokoh utama di balik Tesla, perubahan harga saham perusahaan kendaraan listrik tersebut turut memengaruhi estimasi kekayaan bersihnya.
Kondisi ini membuat kekayaan Musk sangat sensitif terhadap sentimen pasar.
Status Triliuner Bisa Datang dan Pergi
Fenomena yang dialami Musk menunjukkan bahwa status triliuner bukanlah angka yang bersifat permanen.
Ketika harga saham perusahaan meningkat, nilai kekayaan pemegang saham besar dapat melonjak dalam waktu singkat.
Sebaliknya, ketika pasar mengalami koreksi, nilai tersebut juga dapat turun dengan cepat.
Itulah sebabnya daftar orang terkaya dunia dapat berubah dari waktu ke waktu.
Forbes bahkan menyebut Musk telah kehilangan status triliunernya setelah sebelumnya menjadi orang pertama yang mencapai angka tersebut.
Namun, ia tetap berada di posisi pertama daftar orang terkaya dunia.
Masih Jauh di Atas Miliarder Lain
Walaupun kekayaannya turun drastis, Musk belum kehilangan gelar sebagai orang terkaya.
Data yang dikutip dari Bloomberg menunjukkan kekayaan Musk masih berada di kisaran ratusan miliar dolar dan jauh mengungguli orang yang berada di posisi kedua.
Salah satu estimasi terbaru menempatkan kekayaannya sekitar US$873 miliar, sementara Larry Page berada di posisi berikutnya dengan sekitar US$295 miliar.
Selisih tersebut menunjukkan bahwa Musk masih memiliki jarak kekayaan yang sangat besar dibandingkan pesaing terdekatnya.
Dengan kata lain, kehilangan status triliuner tidak otomatis membuat Musk kehilangan posisi puncak.
Apakah Musk Bisa Menjadi Triliuner Lagi?
Pertanyaan berikutnya adalah apakah Musk dapat kembali menembus angka US$1 triliun.
Jawabannya sangat bergantung pada pergerakan nilai perusahaan yang menjadi sumber utama kekayaannya.
Baca Juga: OpenAI Balik Arah, Kini Desak California Perketat Aturan Keamanan AI SB 53 yang Dulu Ditentangnya
Jika saham SpaceX dan Tesla kembali mengalami kenaikan besar, estimasi kekayaan Musk berpeluang ikut terdongkrak.
Sebaliknya, tekanan terhadap harga saham kedua perusahaan dapat kembali membuat kekayaannya turun.
Situasi tersebut membuat perjalanan kekayaan Musk menjadi salah satu fenomena ekonomi yang menarik untuk diamati.
Dari menjadi manusia pertama yang mencapai US$1 triliun, kemudian kehilangan status tersebut dalam waktu relatif singkat, Musk tetap bertahan sebagai orang terkaya di dunia.
Perubahan ini juga menjadi pengingat bahwa kekayaan yang dihitung berdasarkan valuasi aset dapat berubah sangat cepat mengikuti kondisi pasar.
Jadi, meskipun Elon Musk kini tak lagi menjadi triliuner, satu hal belum berubah: ia masih berada di puncak daftar orang terkaya dunia.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kompas.com