RADARBONAG.ID – Kursi kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA kembali mendapat sorotan.
Kali ini, desakan untuk mundur tidak hanya datang dari satu kelompok, tetapi melalui petisi global yang didukung sejumlah organisasi suporter sepak bola dari berbagai kawasan dunia.
Petisi tersebut menyerukan agar Infantino mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIFA sekaligus meminta reformasi besar-besaran terhadap tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut.
Gerakan ini dipelopori Football Supporters Europe (FSE) dan mendapat dukungan dari organisasi suporter dari Afrika serta Amerika Utara.
Sorotan terhadap Infantino mengemuka setelah muncul kontroversi terkait gagasan menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta.
Baca Juga: Gen Z Lagi Berburu Digicam 2000-an, Tapi Hati-hati Kamera Murah Bisa Bikin Boncos
Kelompok suporter menilai langkah tersebut berpotensi mengubah sepak bola menjadi sekadar komoditas bisnis dan mengesampingkan kepentingan masyarakat yang selama ini menjadi bagian utama dari olahraga tersebut.
Fans Menilai Infantino Telah Mengkhianati Sepak Bola
Dalam petisi tersebut, para pendukung sepak bola menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan Infantino.
Mereka menilai FIFA seharusnya menjadi lembaga yang melindungi dan mengembangkan sepak bola dunia, bukan organisasi yang terlalu berorientasi pada kepentingan komersial.
Salah satu isu yang paling disorot adalah proposal yang berkaitan dengan investasi swasta terhadap Piala Dunia.
Kelompok suporter menyebut rencana tersebut sebagai bukti bahwa kepentingan bisnis mulai terlalu jauh masuk ke dalam pengelolaan turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Petisi itu juga menyinggung sejumlah kontroversi lain yang pernah muncul selama kepemimpinan Infantino, termasuk persoalan transparansi, konsentrasi kekuasaan, hingga kebijakan yang dinilai kurang melibatkan suporter dan berbagai pemangku kepentingan sepak bola.
Bukan Hanya Minta Infantino Mundur
Menariknya, tuntutan dalam petisi tersebut tidak berhenti pada pergantian presiden FIFA.
Para penggagas juga meminta adanya perubahan mendasar terhadap sistem tata kelola FIFA.
Mereka menilai mengganti satu orang saja tidak cukup jika struktur yang memungkinkan terjadinya masalah masih tetap dipertahankan.
Salah satu tuntutan utama adalah meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan penting FIFA.
Kelompok suporter juga meminta adanya mekanisme pengawasan yang lebih kuat serta pembatasan terhadap konsentrasi kekuasaan di tingkat eksekutif.
Selain itu, mereka menginginkan keterlibatan yang lebih bermakna dari konfederasi, asosiasi anggota, liga, klub, pemain, hingga suporter dalam berbagai keputusan yang menentukan masa depan sepak bola dunia.
Kontroversi Piala Dunia Jadi Pemicu Baru
Proposal terkait kepemilikan atau investasi terhadap Piala Dunia menjadi salah satu pemicu terbaru munculnya gerakan tersebut.
Bagi kelompok suporter, Piala Dunia bukan sekadar produk olahraga yang dapat diperlakukan seperti aset komersial biasa.
Turnamen empat tahunan tersebut memiliki nilai sosial dan budaya yang sangat besar bagi jutaan orang di berbagai negara.
Karena itu, rencana yang dianggap membuka ruang bagi investor swasta mendapatkan penolakan keras.
FSE dan kelompok pendukung lainnya menilai keputusan strategis FIFA seharusnya dilakukan secara terbuka serta melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap sepak bola.
Kritik Meluas ke Tata Kelola FIFA
Desakan mundur terhadap Infantino juga berkaitan dengan persoalan yang lebih luas mengenai tata kelola FIFA.
Para penggagas petisi menilai sistem pengawasan internal belum cukup memberikan akuntabilitas terhadap kekuasaan eksekutif.
Mereka menginginkan adanya mekanisme checks and balances yang lebih kuat agar keputusan penting FIFA tidak terlalu bergantung pada satu pusat kekuasaan.
Dalam pandangan kelompok suporter, keterlibatan publik dan komunitas sepak bola harus diperkuat.
Suporter bukan hanya konsumen pertandingan, tetapi juga bagian dari ekosistem yang membuat sepak bola tetap hidup.
Petisi Didukung Organisasi Suporter dari Berbagai Negara
Gerakan tersebut mendapatkan dukungan dari beberapa organisasi suporter internasional.
Selain FSE, dukungan juga datang dari Football Supporters Africa dan Independent Supporters Council di Amerika Utara.
Sejumlah organisasi suporter nasional turut menjadi bagian dari gerakan tersebut.
Petisi itu muncul ketika sejumlah konfederasi sepak bola regional juga tengah membahas kemungkinan adanya mosi tidak percaya terhadap Infantino.
Dengan demikian, tekanan terhadap Presiden FIFA tidak hanya terjadi di ruang media sosial.
Kritik tersebut mulai menjadi gerakan yang lebih terorganisasi di antara kelompok-kelompok suporter.
FIFA Belum Memberikan Tanggapan
Hingga laporan terbaru, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terhadap seluruh tuntutan yang tercantum dalam petisi tersebut.
Reuters menyebut pihaknya telah menghubungi FIFA untuk meminta komentar mengenai petisi tersebut.
Situasi ini tentu menjadi perhatian karena FIFA berada di tengah persiapan berbagai agenda besar sepak bola dunia.
Desakan dari kelompok suporter juga menunjukkan bahwa persoalan tata kelola sepak bola kini semakin mendapat perhatian publik.
Bagi penggemar, keberhasilan sebuah turnamen tidak hanya diukur dari pertandingan yang menarik, tetapi juga bagaimana olahraga tersebut dikelola secara transparan dan dapat dipercaya.
Masa Depan FIFA Jadi Sorotan
Gelombang kritik terhadap Infantino memperlihatkan adanya perdebatan lebih besar mengenai arah sepak bola modern.
Di satu sisi, sepak bola membutuhkan investasi, teknologi, dan pengembangan bisnis agar terus berkembang.
Namun di sisi lain, semakin besarnya nilai ekonomi sepak bola juga menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang paling diuntungkan dari pertumbuhan tersebut.
Bagi kelompok suporter yang mendukung petisi, batas tersebut harus dijaga.
Mereka ingin sepak bola tetap menjadi olahraga yang memiliki hubungan kuat dengan klub, pemain, komunitas, dan jutaan penggemarnya, bukan semata-mata menjadi instrumen investasi.
Baca Juga: Changan Nevo Q05 Diuji Jakarta-Bogor Pulang Pergi, Konsumsi 11,8 kWh/100 Km dan Biayanya Bikin Kaget
Petisi ini pada akhirnya bukan hanya tentang Gianni Infantino.
Isinya juga menjadi bentuk tuntutan agar FIFA melakukan pembenahan dalam hal transparansi, pengawasan, dan keterlibatan seluruh elemen sepak bola.
Kini perhatian tertuju pada bagaimana FIFA merespons tekanan tersebut.
Apakah desakan mundur akan berkembang menjadi gerakan yang lebih besar, atau justru berakhir sebagai gelombang kritik sesaat?
Yang jelas, satu hal mulai terlihat: suporter sepak bola dunia sedang semakin berani mempertanyakan siapa yang berhak menentukan masa depan olahraga yang mereka cintai.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kompas.com