RADARBONAG.ID — Persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah terkait hak asuh anak kembali menjadi sorotan.
Ruben melalui kuasa hukumnya menegaskan keberatan terhadap adanya syarat yang disebut diajukan Sarwendah ketika dirinya ingin bertemu anak-anak.
Sikap tersebut disampaikan di tengah proses mediasi perkara hak asuh anak yang kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Mediasi antara kedua pihak akhirnya belum menemukan titik temu sehingga persoalan tersebut berpotensi berlanjut ke persidangan.
Persoalan semakin menjadi perhatian karena sebelumnya Ruben disebut ingin merayakan ulang tahunnya bersama kedua putrinya, Thalia dan Thania.
Namun, rencana tersebut disebut tidak berjalan sesuai harapan setelah muncul pembicaraan mengenai syarat untuk pertemuan tersebut.
Baca Juga: Polisi Amankan Dua Orang Bawa Sajam Saat Demo Thamrin, BEM UI Tegaskan Keduanya Bukan Mahasiswa UI
Ruben Keberatan Jika Pertemuan dengan Anak Disertai Syarat
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa kliennya tidak ingin pertemuan dengan anak-anak dibatasi oleh persyaratan tertentu.
Menurut Minola, Ruben merasa sudah cukup lama berusaha mengalah dalam persoalan tersebut.
Ia kemudian menyampaikan kembali sikap Ruben terkait keinginannya bertemu anak.
Bagi Ruben, bertemu dengan anak-anak merupakan hal yang seharusnya tidak perlu dipersulit dengan ketentuan tambahan.
Sikap tersebut menjadi salah satu poin yang membuat persoalan antara kedua pihak belum menemukan jalan keluar dalam proses mediasi.
Sarwendah Bantah Memberikan Syarat Khusus
Di sisi lain, pihak Sarwendah memberikan penjelasan berbeda.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris, membantah anggapan bahwa kliennya melarang Ruben bertemu anak-anak atau memberikan syarat khusus sebagaimana yang dipersoalkan.
Menurut pihak Sarwendah, yang menjadi perhatian bukanlah pelarangan pertemuan, melainkan kewajiban orang tua untuk memastikan anak-anak berada dalam kondisi yang aman dan sehat ketika bertemu dengan orang tuanya.
Pihak Sarwendah juga menilai terdapat dasar yang membuat orang tua memiliki tanggung jawab untuk memastikan kondisi anak tetap baik.
Dengan demikian, kedua pihak tampaknya memiliki cara pandang berbeda dalam memahami persoalan tersebut.
Di satu sisi, Ruben melihat adanya persyaratan sebagai sesuatu yang menghambat pertemuannya dengan anak. Sementara pihak Sarwendah menyebut hal tersebut lebih berkaitan dengan kepentingan dan keamanan anak.
Keinginan Ruben Bertemu Anak Kembali Disorot
Persoalan ini semakin ramai setelah Ruben disebut ingin menghabiskan momen ulang tahunnya bersama anak-anak.
Keinginan tersebut sebenarnya terdengar sederhana. Ruben hanya ingin anak-anak hadir dalam hari spesialnya.
Namun, menurut penjelasan kuasa hukumnya, terdapat persyaratan yang muncul dalam komunikasi mengenai rencana tersebut.
Situasi itulah yang kemudian kembali memperlihatkan bahwa hubungan Ruben dan Sarwendah setelah perceraian masih menghadapi persoalan ketika menyangkut pengasuhan anak.
Bagi publik, isu tersebut juga menarik perhatian karena keduanya tetap harus mencari pola komunikasi yang dapat mengutamakan kepentingan anak-anak di tengah proses hukum yang berjalan.
Mediasi Hak Asuh Anak Belum Berhasil
Persoalan pertemuan dengan anak tidak berdiri sendiri. Ruben saat ini juga tengah mengajukan perkara terkait hak asuh anak terhadap Sarwendah.
Proses mediasi yang menjadi bagian dari perkara tersebut telah berlangsung, tetapi belum menghasilkan kesepakatan.
Laporan terbaru menyebut mediasi telah berlangsung selama 30 hari dan akhirnya dinyatakan tidak berhasil. Kedua pihak kemudian bersiap melanjutkan proses perkara ke tahap berikutnya.
Kegagalan mediasi tentu membuat persoalan hak asuh anak berpotensi dibahas lebih jauh di ruang persidangan.
Masing-masing pihak akan memiliki kesempatan untuk menyampaikan bukti dan argumentasi berdasarkan posisi hukumnya.
Kepentingan Anak Tetap Menjadi Perhatian
Di tengah perseteruan yang semakin panjang, persoalan paling penting sebenarnya bukan hanya mengenai siapa yang memiliki posisi lebih kuat.
Anak-anak menjadi pihak yang juga terdampak oleh konflik orang tua.
Karena itu, komunikasi dan pola pengasuhan setelah perceraian menjadi tantangan yang harus dihadapi kedua pihak.
Ruben ingin tetap memiliki hubungan dekat dengan anak-anaknya. Sementara Sarwendah juga menyatakan bahwa kepentingan dan kondisi anak harus menjadi perhatian ketika pertemuan dilakukan.
Perbedaan pandangan tersebut kini sedang mencari titik penyelesaian melalui jalur hukum.
Ruben dan Sarwendah Masih Harus Berhadapan di Pengadilan
Persoalan hak asuh anak membuat komunikasi antara Ruben dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik.
Meski keduanya telah resmi berpisah, hubungan sebagai orang tua tetap membuat mereka memiliki kepentingan yang sama terhadap masa depan anak-anak.
Namun, perbedaan pandangan mengenai pola pertemuan dan pengasuhan membuat persoalan tersebut belum selesai.
Dengan mediasi yang belum mencapai kesepakatan, proses hukum menjadi jalan yang kemungkinan akan ditempuh untuk menentukan penyelesaian perkara.
Untuk saat ini, pihak Ruben tetap pada pendiriannya menolak syarat yang dianggap menghambat pertemuan dengan anak. Sementara pihak Sarwendah menegaskan bahwa tidak ada larangan bertemu, melainkan terdapat tanggung jawab untuk memastikan anak berada dalam kondisi aman dan nyaman.
Perbedaan pernyataan inilah yang membuat perkembangan kasus Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus menjadi perhatian.
Pada akhirnya, publik tentu berharap persoalan tersebut dapat menemukan penyelesaian yang tidak hanya menyelesaikan sengketa orang tua, tetapi juga tetap menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas utama.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kapanlagi.com