Awas Tertipu! Meterai Rp10.000 Bisa Dipalsukan, Begini 5 Cara Mudah Cek Keaslian Sebelum Digunakan

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Jangan buru-buru tempel meterai Rp10.000 sebelum mengeceknya!. Polda Metro Jaya bersama DJP mengungkap sindikat produksi dan penjualan meterai palsu dengan 16 tersangka. Ternyata ada beberapa cara sederhana untuk mengecek keasliannya, mulai dari hologram Garuda, tekstur kasar, perubahan warna magenta ke hijau, pola lubang, hingga harga jual. (warindo.de)
Jangan buru-buru tempel meterai Rp10.000 sebelum mengeceknya!. Polda Metro Jaya bersama DJP mengungkap sindikat produksi dan penjualan meterai palsu dengan 16 tersangka. Ternyata ada beberapa cara sederhana untuk mengecek keasliannya, mulai dari hologram Garuda, tekstur kasar, perubahan warna magenta ke hijau, pola lubang, hingga harga jual. (warindo.de)

RADARBONAG.ID — Meterai tempel mungkin terlihat seperti benda kecil yang tidak terlalu diperhatikan.

Namun, jangan sampai ukurannya yang kecil membuat masyarakat lengah ketika membelinya.

Pasalnya, Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan baru saja membongkar sindikat produksi dan penjualan meterai palsu. Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan 16 orang sebagai tersangka.

Kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih teliti ketika membeli meterai, terutama jika mendapatkannya dengan harga yang tidak wajar.

Menariknya, untuk membedakan meterai asli dan palsu ternyata tidak selalu membutuhkan peralatan khusus.

Masyarakat bisa melakukan sejumlah pemeriksaan sederhana dengan memperhatikan karakteristik fisik meterai.

Baca Juga: Bukan Cuma Berebut Hadiah, Ini Alasan Lomba Agustusan Selalu Jadi Hiburan Warga yang Dinanti Setiap Tahun

Meterai Asli Punya Sejumlah Tanda Keamanan

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean menjelaskan bahwa pemeriksaan meterai dapat dilakukan dengan prinsip yang mirip seperti ketika masyarakat mengecek keaslian uang.

Salah satu bagian yang dapat diperhatikan adalah tanda keamanan berupa hologram bergambar Garuda.

Tanda tersebut dapat terlihat ketika meterai diamati dengan cara tertentu.

Artinya, jangan hanya melihat nominal dan desain secara sekilas.

Meterai palsu bisa saja dibuat sedemikian rupa agar tampak menyerupai produk asli.

Karena itu, pemeriksaan secara kasat mata menjadi langkah awal yang cukup penting sebelum meterai digunakan.

Coba Rabakan Permukaannya

Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan meraba permukaan meterai.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa pada meterai asli terdapat bagian tertentu yang terasa kasar ketika disentuh.

Tekstur tersebut dapat dirasakan terutama pada angka nominal Rp10.000 dan tulisan "Meterai Tempel".

Jadi, jangan hanya mengandalkan penglihatan.

Ketika mendapatkan meterai, masyarakat dapat memperhatikan sekaligus merasakan teksturnya.

Jika seluruh permukaannya terasa terlalu halus atau karakteristiknya berbeda dari meterai yang seharusnya, konsumen patut lebih berhati-hati.

Perhatikan Perubahan Warna Saat Dilihat dari Sudut Berbeda

Ciri lain yang bisa diperhatikan adalah perubahan warna pada bagian tertentu.

Menurut Bimo, terdapat elemen pada meterai asli yang dapat berubah warna ketika dilihat dari sudut tertentu.

Warna tersebut dapat berubah dari magenta menjadi hijau ketika posisi atau sudut pandang digeser.

Cara ini cukup mudah dilakukan karena tidak membutuhkan alat khusus.

Pegang meterai, kemudian ubah sudut pandang secara perlahan.

Perhatikan apakah bagian yang dimaksud menunjukkan perubahan warna sebagaimana karakteristik meterai asli.

Jika tanda keamanan tersebut tidak terlihat atau tampak berbeda, sebaiknya jangan langsung menggunakannya.

Ada Pola Lubang yang Bisa Ikut Diperiksa

Selain tekstur dan perubahan warna, terdapat pula karakteristik lain pada meterai asli yang dapat diperhatikan.

Bimo menyebut adanya lubang-lubang dengan bentuk tertentu, termasuk bulat, oval, dan bintang.

Detail kecil seperti ini mungkin tidak langsung diperhatikan ketika seseorang terburu-buru membeli meterai.

Padahal, justru elemen kecil tersebut dapat menjadi bagian dari sistem pengamanan.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat apakah tulisan dan gambar pada meterai terlihat mirip dengan produk resmi. Detail fisiknya juga perlu diperiksa.

Jangan Tergiur Meterai yang Dijual Terlalu Murah

Ada satu cara yang bahkan lebih sederhana untuk meningkatkan kewaspadaan, yakni memperhatikan harga.

Meterai dengan nominal Rp10.000 seharusnya membuat masyarakat curiga apabila ditawarkan jauh di bawah nilai tersebut.

Bimo mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap pihak yang menjual meterai dengan harga di bawah Rp10.000.

Harga murah memang sering kali terlihat menguntungkan.

Namun, jika selisih harganya tidak masuk akal, justru hal tersebut seharusnya menjadi alasan untuk memeriksa kembali keaslian produk.

Jangan sampai niat menghemat beberapa ribu rupiah malah membuat dokumen yang menggunakan meterai tersebut bermasalah.

Polisi Bongkar Sindikat Meterai Palsu

Kasus ini mencuat setelah Polda Metro Jaya bekerja sama dengan DJP Kementerian Keuangan mengungkap jaringan produksi dan penjualan meterai palsu.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk meterai palsu serta peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksinya.

Sebanyak 16 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Pengungkapan ini menunjukkan bahwa peredaran meterai palsu bukan sekadar persoalan konsumen mendapatkan barang yang tidak sesuai.

Ada jaringan yang memproduksi dan menjual produk tersebut sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Jangan Asal Tempel di Dokumen Penting

Meterai biasanya digunakan dalam berbagai dokumen yang memiliki konsekuensi administratif maupun hukum.

Karena itu, menggunakan meterai yang diduga palsu bukan sesuatu yang sebaiknya dianggap sepele.

Sebelum menempelkan meterai pada dokumen, pastikan terlebih dahulu produk yang digunakan berasal dari sumber terpercaya dan memiliki karakteristik keaslian yang sesuai.

Terlebih jika dokumen tersebut berkaitan dengan transaksi, perjanjian, atau kepentingan administrasi penting.

Jangan sampai meterai baru diperiksa ketika dokumen sudah diserahkan kepada pihak lain.

Cara Cepat Cek Meterai Sebelum Membeli

Jika ingin lebih praktis, masyarakat dapat mengingat beberapa langkah sederhana berikut:

1. Periksa hologram
Perhatikan keberadaan tanda keamanan dan hologram bergambar Garuda.

2. Rabakan permukaannya
Meterai asli memiliki tekstur kasar pada bagian tertentu, termasuk angka nominal dan tulisan "Meterai Tempel".

3. Ubah sudut pandang
Perhatikan bagian yang dapat berubah warna dari magenta ke hijau ketika sudut pandang digeser.

Baca Juga: Lansia 77 Tahun Kritis Pasca Gempa NTT Dievakuasi Pakai Helikopter Basarnas, Perjalanan 30 Menit Jadi Penentu

4. Perhatikan pola lubang
Cek karakteristik lubang dengan bentuk bulat, oval, dan bintang.

5. Jangan tergiur harga terlalu murah
Meterai nominal Rp10.000 yang dijual jauh di bawah harga tersebut patut dicurigai.

Pada akhirnya, ukuran meterai memang kecil, tetapi dampak penggunaannya pada dokumen bisa sangat besar.

Kasus sindikat meterai palsu menjadi pengingat bahwa masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat nominal dan desain ketika membeli meterai.

Sedikit waktu untuk memeriksa tekstur, hologram, perubahan warna, hingga harga bisa membantu menghindari risiko menggunakan meterai palsu.

Jadi, sebelum menempelkan meterai Rp10.000 pada dokumen penting, coba cek dulu. Jangan sampai baru sadar palsu setelah semuanya terlambat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : detik.com
meterai asli atau palsu cara cek meterai asli ciri meterai palsu meterai Rp10.000 sindikat meterai palsu