Polisi Amankan Dua Orang Bawa Sajam Saat Demo Thamrin, BEM UI Tegaskan Keduanya Bukan Mahasiswa UI

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:12 WIB
Demo mahasiswa di Thamrin kembali diwarnai kejadian yang bikin perhatian tertuju ke lokasi aksi. Polisi mengamankan dua orang yang diduga membawa senjata tajam. Salah satunya disebut membawa pisau, sementara sebuah golok ditemukan di dalam ambulans yang diperiksa aparat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com
Demo mahasiswa di Thamrin kembali diwarnai kejadian yang bikin perhatian tertuju ke lokasi aksi. Polisi mengamankan dua orang yang diduga membawa senjata tajam. Salah satunya disebut membawa pisau, sementara sebuah golok ditemukan di dalam ambulans yang diperiksa aparat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com

RADARBONAG.ID — Demonstrasi mahasiswa di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), diwarnai penemuan senjata tajam.

Polisi mengamankan dua orang yang diduga membawa senjata tajam saat aksi berlangsung.

Kabar tersebut menjadi perhatian karena demonstrasi melibatkan sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Di tengah situasi tersebut, BEM Universitas Indonesia (UI) memastikan dua orang yang diamankan polisi bukan bagian dari mahasiswa UI yang mengikuti aksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol.

Budi Hermanto mengatakan, salah satu orang yang diamankan diduga membawa pisau dan disebut sebagai oknum mahasiswa.

Baca Juga: Google Hentikan Produksi Pixel di Tiongkok Mulai 2027, Vietnam dan India Disiapkan Jadi Basis Baru

Sementara satu orang lainnya diamankan setelah polisi menemukan senjata tajam berupa golok di dalam sebuah ambulans yang berada di sekitar lokasi demonstrasi.

Polisi Temukan Pisau dan Golok di Sekitar Lokasi Demo

Budi menjelaskan, polisi menemukan dua jenis senjata tajam dalam penanganan aksi tersebut.

Salah satu orang diduga membawa pisau. Polisi kemudian mengamankan orang tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kasus lainnya, aparat menemukan sebuah golok ketika melakukan pemeriksaan terhadap ambulans yang melintas di sekitar lokasi aksi.

Senjata tersebut disebut ditemukan di bagian sisi pengemudi ambulans.

Temuan tersebut membuat polisi melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan keberadaan senjata tersebut.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai siapa pemilik golok tersebut maupun bagaimana senjata itu bisa berada di dalam ambulans.

Polisi Masih Periksa Identitas dan Motif

Dua orang yang diamankan belum langsung ditetapkan memiliki keterkaitan tertentu dengan aksi mahasiswa.

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui identitas keduanya sekaligus menggali alasan mereka membawa senjata tajam ke kawasan demonstrasi.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah senjata tersebut memang berkaitan dengan aksi atau terdapat alasan lain di balik keberadaannya.

Hingga informasi terakhir, kepolisian juga belum mengungkap secara rinci identitas kedua orang yang diamankan.

Karena proses pemeriksaan masih berjalan, informasi mengenai status hukum maupun motif keduanya juga belum diketahui secara lengkap.

BEM UI Bantah Dua Orang Itu Mahasiswa UI

Di tengah kabar penangkapan tersebut, BEM UI memberikan klarifikasi.

Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra menegaskan bahwa dua orang yang diamankan polisi bukan merupakan mahasiswa Universitas Indonesia.

Ia memastikan mahasiswa UI yang mengikuti demonstrasi telah meninggalkan lokasi secara bersama-sama sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut Fatimah, seluruh mahasiswa UI yang mengikuti aksi meninggalkan lokasi dalam keadaan aman.

Ia juga mengaku belum menerima informasi mengenai adanya mahasiswa UI yang diamankan aparat kepolisian dalam kasus senjata tajam tersebut.

Klarifikasi ini disampaikan untuk mencegah munculnya anggapan bahwa dua orang yang diamankan merupakan bagian dari massa BEM UI.

BEM UI Pastikan Tak Ada Mahasiswanya Membawa Sajam

Fatimah juga membantah adanya mahasiswa UI yang membawa senjata atau benda berbahaya selama demonstrasi berlangsung.

Menurutnya, mahasiswa UI yang berada di lapangan tidak membawa benda semacam itu.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena aksi yang berlangsung di kawasan Thamrin sebelumnya sempat mengalami ketegangan ketika massa mahasiswa tertahan di barikade aparat saat hendak bergerak menuju Bundaran HI.

BEM UI ingin memastikan bahwa keberadaan senjata tajam yang ditemukan polisi tidak dikaitkan dengan mahasiswa UI tanpa adanya bukti yang jelas.

Ambulans yang Diperiksa Disebut Bukan Milik Elemen UI

Selain membantah keterlibatan mahasiswa UI, Fatimah juga memberikan klarifikasi mengenai ambulans yang diperiksa polisi.

Ia mengatakan ambulans tersebut bukan merupakan bagian dari ambulans yang digunakan elemen UI selama aksi.

Fatimah mengaku telah melakukan pengecekan terhadap ambulans yang berada di bawah koordinasi pihaknya.

Dari pemeriksaan tersebut, ia memastikan tidak ditemukan senjata tajam di dalam ambulans milik mereka.

Menurutnya, penggunaan ambulans selama demonstrasi juga telah dikoordinasikan dengan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan medis bagi peserta aksi dapat berjalan dengan baik selama demonstrasi.

Dengan demikian, BEM UI menegaskan bahwa temuan golok di sebuah ambulans tidak berkaitan dengan ambulans yang mereka gunakan.

Demo Diikuti Mahasiswa dari Berbagai Kampus

Aksi demonstrasi di kawasan Thamrin tidak hanya diikuti mahasiswa UI.

Sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut bergabung dalam aksi tersebut.

Di antaranya mahasiswa dari Universitas Pancasila, Universitas Bung Karno, dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka atau UHAMKA.

Sebelumnya, aksi tersebut direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran HI.

Namun, massa mahasiswa tertahan oleh barikade aparat ketika berusaha bergerak menuju titik tersebut.

Situasi kemudian sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa dan polisi.

Di tengah demonstrasi, seorang mahasiswa UHAMKA juga dilaporkan pingsan dan mendapatkan pertolongan medis.

Rangkaian kejadian tersebut membuat pengamanan aksi menjadi perhatian, terutama setelah polisi menemukan senjata tajam di sekitar lokasi.

Polisi Belum Ungkap Keterkaitan Senjata dengan Aksi

Sampai saat ini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai keterkaitan dua orang yang diamankan dengan kelompok mahasiswa yang menggelar demonstrasi.

Identitas keduanya juga belum diungkap secara rinci kepada publik.

Baca Juga: Kabar Terbaru Perpres Ojol, DPR dan Pemerintah Kembali Duduk Bersama Bahas Aturan untuk Pengemudi dan Aplikator

Begitu pula dengan motif membawa pisau maupun keberadaan golok di dalam ambulans.

Polisi masih perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan asal-usul senjata serta pihak yang bertanggung jawab.

Sementara itu, BEM UI telah menyampaikan sikap bahwa kedua orang tersebut bukan mahasiswa UI dan ambulans yang ditemukan membawa golok juga bukan ambulans yang digunakan elemen mereka.

Perbedaan keterangan tersebut membuat proses pemeriksaan polisi menjadi penting untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Untuk sementara, masyarakat masih perlu menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum menarik kesimpulan mengenai siapa kedua orang tersebut dan apa motif mereka membawa senjata tajam di tengah demonstrasi.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
demo mahasiswa Thamrin BEM UI polisi amankan pembawa sajam golok dalam ambulans demo Jakarta 18 Agustus 2026