RADARBONAG.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan dampak serius.
Hingga Senin (17/8/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 55 orang, sementara 132 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.
Petugas gabungan dikerahkan untuk mencari warga yang kemungkinan masih membutuhkan pertolongan sekaligus membantu proses evakuasi korban.
Kondisi di sejumlah daerah menjadi perhatian karena gempa menimbulkan kerusakan dan berpotensi diikuti gempa susulan.
Baca Juga: Wisata Gunung Dingklik Palang: Menikmati Pemandangan Hutan Jati dan Laut Tuban dari Ketinggian
Kepala Basarnas Turun Langsung ke Lokasi
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun langsung meninjau salah satu wilayah terdampak.
Ia bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendatangi Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Wilayah tersebut menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa.
Kehadiran pimpinan Basarnas di lokasi menjadi bagian dari pemantauan langsung terhadap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Syafii memastikan Basarnas terus mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk membantu masyarakat terdampak.
“Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa tersebut. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat,” ujar Syafii.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
Selain memastikan proses pencarian berjalan, Basarnas juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Bangunan yang sudah mengalami keretakan atau kerusakan dapat menjadi lebih berbahaya apabila terjadi gempa susulan.
Masyarakat juga diimbau memperhatikan arahan petugas dan mengutamakan keselamatan ketika melakukan aktivitas di sekitar lokasi terdampak.
Syafii turut mengajak masyarakat untuk saling membantu selama masa penanganan bencana.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, petugas SAR, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan proses pencarian, pertolongan, serta pemulihan dapat berjalan dengan baik.
Basarnas Kerahkan 119 Personel
Memasuki hari ketiga operasi SAR, Basarnas mengerahkan 119 personel ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
Sebanyak 11 personel ditugaskan di Nagekeo, lima personel di Ende, dan 12 personel di Manggarai Timur.
Selain itu, 14 personel dari tim pusat juga ikut memperkuat operasi di sejumlah lokasi.
Sementara itu, 21 personel diterjunkan ke Kabupaten Sikka dan sembilan personel ditempatkan di Manggarai Barat.
Operasi di Manggarai Barat turut mendapatkan tambahan dukungan 23 personel dari tim pusat.
Adapun Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reo, mendapat dukungan 17 personel.
Pengerahan tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah yang terdampak.
Helikopter Dikerahkan Bantu Pencarian
Operasi pencarian juga mendapatkan dukungan dari unsur udara.
Sebanyak tujuh kru helikopter HR 3604 dilibatkan untuk membantu proses pencarian dan pertolongan di lapangan.
Penggunaan dukungan udara menjadi penting dalam kondisi bencana, terutama ketika terdapat wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Helikopter dapat membantu petugas melakukan pemantauan wilayah terdampak sekaligus mendukung mobilitas personel dan kebutuhan operasi sesuai kondisi di lapangan.
Dengan dukungan berbagai unsur tersebut, proses pencarian diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan.
Total 711 Personel Terlibat dalam Penanganan
Operasi penanganan gempa NTT tidak hanya melibatkan Basarnas.
Secara keseluruhan, sebanyak 711 personel dari berbagai unsur ikut terlibat dalam penanganan bencana.
Mereka berasal dari TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.
Keterlibatan berbagai instansi tersebut diperlukan karena penanganan bencana membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Setiap unsur memiliki tugas masing-masing, mulai dari pencarian dan pertolongan, pengamanan, pemantauan kondisi cuaca dan gempa, pelayanan kesehatan, hingga dukungan logistik dan transportasi.
Fokus Utama pada Keselamatan Warga
Basarnas memastikan kesiapan personel dan berbagai sarana pendukung tetap dipertahankan selama operasi berlangsung.
Tim di lapangan terus melakukan pencarian dan pertolongan di wilayah yang membutuhkan penanganan.
Dengan jumlah korban yang mencapai puluhan orang meninggal dan lebih dari seratus orang mengalami luka-luka, proses penanganan menjadi pekerjaan besar bagi seluruh unsur yang terlibat.
Selain mencari korban, petugas juga perlu memastikan masyarakat yang selamat mendapatkan bantuan dan dapat berada di lokasi yang aman.
Masyarakat pun diharapkan terus mengikuti informasi serta arahan resmi dari petugas di lapangan.
Kewaspadaan menjadi sangat penting karena potensi gempa susulan dapat menambah risiko, terutama di kawasan dengan bangunan yang sudah mengalami kerusakan.
Hingga hari ketiga operasi SAR, pemerintah dan seluruh unsur terkait masih berupaya memberikan penanganan maksimal bagi masyarakat terdampak.
Pencarian dan pertolongan terus menjadi prioritas, sementara koordinasi lintas lembaga dilakukan untuk memastikan setiap wilayah yang membutuhkan bantuan dapat segera ditangani.
Di tengah situasi duka akibat bencana tersebut, dukungan masyarakat dan kerja sama seluruh pihak menjadi bagian penting untuk membantu warga NTT melewati masa darurat dan memulai proses pemulihan.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com