RADARBONAG.ID – Momen bersejarah dirasakan Celina Olivia Apriani Theo, pelajar asal Kalimantan Barat yang mendapat kepercayaan menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Celina menjadi bagian dari Paskibraka Tim “Indonesia Berdaulat” yang terdiri dari putra-putri terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.
Siswi kelas XI jurusan Akuntansi SMK Negeri 5 Pontianak itu mendapat salah satu tugas penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih di tingkat nasional.
Kepercayaan tersebut terasa semakin istimewa karena tahun 2026 menjadi pengalaman pertama Celina mengikuti seleksi Paskibraka.
Ia harus melewati rangkaian proses seleksi sebelum akhirnya berhasil terpilih dan dipercaya menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan di Istana Merdeka.
Pertama Kali Ikut Seleksi, Langsung Bertugas di Istana
Perjalanan Celina menuju Istana Merdeka dimulai dari seleksi Paskibraka tingkat Kota Pontianak pada Januari 2026.
Setelah berhasil melewati tahapan tersebut, ia melanjutkan proses seleksi di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Perjalanannya kemudian berlanjut hingga seleksi tingkat nasional di Jakarta.
Proses yang dijalani tidak sederhana. Para calon Paskibraka harus menunjukkan kemampuan dari berbagai aspek untuk memastikan mereka siap mengemban tugas dalam upacara tingkat nasional.
Celina mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes Peraturan Baris Berbaris atau PBB, psikotes, tes minat dan bakat, hingga wawancara.
Setiap tahapan menjadi bagian dari perjalanan panjang sebelum akhirnya ia mendapatkan posisi dalam formasi Paskibraka tingkat nasional.
Celina Dipercaya Membawa Baki Bendera
Dalam formasi utama Paskibraka Tim “Indonesia Berdaulat”, Celina dipercaya menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih.
Tugas tersebut menempatkannya sebagai salah satu sosok penting dalam prosesi pengibaran bendera di Istana Merdeka.
Bagi seorang pelajar yang baru pertama kali mengikuti seleksi Paskibraka, kesempatan tersebut tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Selain Celina, sejumlah pelajar dari berbagai provinsi juga mendapat tugas dalam formasi utama.
Eighteen Jeanette Hekboy dari Nusa Tenggara Timur ditunjuk sebagai pembawa baki cadangan.
Sementara posisi Komandan Kelompok 8 dipercayakan kepada Achmad Fachri Mubarok dari Jambi.
Adapun tugas sebagai pengerek bendera diberikan kepada I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Kalimantan Selatan. Ia merupakan siswa SMAN 7 Banjarmasin.
Formasi tersebut menunjukkan bagaimana Paskibraka tingkat nasional menjadi ruang bagi para pelajar dari berbagai daerah untuk membawa nama provinsi masing-masing dalam salah satu momentum kenegaraan paling penting di Indonesia.
Sebelum Jadi Paskibraka, Celina Aktif di Dunia Seni
Di balik tugasnya sebagai anggota Paskibraka, Celina ternyata memiliki pengalaman cukup kuat di bidang seni.
Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ia telah mengembangkan kemampuan dalam menyanyi dan menari. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kegiatan pengisi waktu luang, tetapi juga membawanya meraih sejumlah prestasi.
Celina pernah meraih juara dalam ajang FLS2N tingkat kabupaten. Ia juga berhasil menjadi Juara I Lomba Tari Langkau Etnik.
Selain itu, kemampuannya dalam bidang vokal turut menghasilkan sejumlah penghargaan bersama kelompok vokal yang diikutinya.
Pengalaman di dunia seni tersebut menjadi bagian dari perjalanan Celina sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi Paskibraka.
Dukungan Sekolah Jadi Salah Satu Pendorong
Keinginan Celina untuk mengikuti Paskibraka tumbuh dari lingkungan sekolah yang menurutnya memberikan pengalaman positif.
Ia melihat aktivitas organisasi di sekolah sebagai lingkungan yang dapat memberikan dukungan sekaligus pengalaman baru. Dari sana, muncul keinginan untuk mencoba mengikuti seleksi Paskibraka.
Keinginan tersebut juga mendapatkan dukungan dari keluarga dan pihak SMK Negeri 5 Pontianak.
Dukungan tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Celina untuk menjalani rangkaian seleksi yang cukup panjang. Apalagi, proses seleksi Paskibraka membutuhkan kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Celina kemudian membuktikan bahwa kesempatan pertama tidak selalu berarti harus berjalan tanpa hasil. Setelah mengikuti seleksi sejak tingkat kota, ia akhirnya mampu melangkah hingga tingkat nasional.
Dari Pontianak hingga Istana Merdeka
Perjalanan Celina menjadi Paskibraka nasional menjadi cerita tersendiri bagi seorang pelajar dari Kalimantan Barat.
Dimulai dari seleksi tingkat Kota Pontianak pada awal tahun, berlanjut ke tingkat provinsi, kemudian menuju Jakarta untuk mengikuti proses seleksi nasional, Celina akhirnya mendapatkan kepercayaan untuk berdiri dalam formasi Paskibraka di Istana Merdeka.
Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pengalaman tersebut mencapai puncaknya ketika Celina menjalankan tugas sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih.
Bagi Celina, kesempatan tersebut bukan hanya soal menjalankan tugas dalam sebuah upacara.
Momen itu juga menjadi bagian dari perjalanan prestasi dan pengalaman yang akan dikenang dalam perjalanan pendidikannya.
Kisah Celina menunjukkan bahwa kesempatan besar bisa datang dari keberanian mencoba.
Dari seorang pelajar yang aktif di bidang seni dan baru pertama kali mengikuti seleksi Paskibraka, ia akhirnya dipercaya mengemban tugas di hadapan para pejabat negara dalam upacara tingkat nasional.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan Kalimantan Barat.
Celina kini memiliki satu pengalaman istimewa yang melengkapi perjalanan dirinya sebagai pelajar: membawa baki Bendera Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com