RADARBONAG.ID — Keharmonisan dalam rumah tangga tidak selalu hadir dengan sendirinya. Dibutuhkan komunikasi, komitmen, kejujuran, serta kesediaan pasangan untuk terus memahami peran masing-masing agar hubungan tetap berjalan baik.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam program Spill D Tea, ketika Dude Harlino dan Cut Meyriska berbagi pandangan mengenai kehidupan pernikahan.
Keduanya memiliki pengalaman rumah tangga dengan perjalanan yang berbeda.
Dude Harlino telah menjalani pernikahan selama sekitar 12 tahun bersama Alyssa Soebandono, sedangkan Cut Meyriska telah membangun rumah tangga selama sekitar delapan tahun bersama Roger Danuarta.
Meski memiliki pengalaman yang berbeda, keduanya sepakat bahwa hubungan suami istri membutuhkan komunikasi yang terbuka serta kesediaan untuk terus melakukan evaluasi.
Dude Harlino Sebut Pernikahan sebagai Kesepakatan yang Terus Diperbarui
Menurut Dude, kehidupan rumah tangga tidak cukup hanya mengandalkan rasa cinta.
Setelah menikah, pasangan harus mampu membuat kesepakatan bersama dan memahami arah keluarga yang ingin dibangun.
Ia bahkan menggambarkan pernikahan seperti sebuah perjalanan yang membutuhkan arah dan tujuan.
“Rumah tangga itu isinya adalah kesepakatan satu sama lain yang bisa diperbaharui kapan pun, tapi bisa kita evaluasi kapan pun,” ujar Dude Harlino.
Baginya, kesepakatan dalam rumah tangga bukan sesuatu yang bersifat kaku.
Seiring berjalannya waktu, kondisi keluarga dapat berubah sehingga pasangan perlu kembali membicarakan berbagai hal yang dianggap penting.
Mulai dari cara berkomunikasi, pembagian tugas, pengasuhan anak, hingga bagaimana pasangan menghadapi persoalan bersama.
Suami Harus Menentukan Arah Keluarga
Dude juga berbicara mengenai peran suami dalam kehidupan rumah tangga.
Ia mengibaratkan suami sebagai nakhoda atau pilot yang memiliki tanggung jawab untuk menentukan ke mana keluarga akan diarahkan.
Menurutnya, tanggung jawab tersebut tidak berhenti pada kehidupan duniawi.
Sebagai keluarga yang memiliki nilai agama, arah rumah tangga juga harus mempertimbangkan pertanggungjawaban di akhirat.
“Memproyeksikan atau memplanningkan ini rumah tangga mau dibawa ke mana, perahu ada di tangan suami sebagai pilotnya. Jadi buat saya ini tanggung jawabnya bukan cuma di dunia tapi sampai nanti di akhirat,” ungkapnya.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Dude, menjadi suami bukan hanya mengenai status sebagai kepala keluarga. Ada tanggung jawab untuk memastikan keluarga memiliki tujuan dan nilai yang jelas.
Cut Meyriska Pilih Terbuka daripada Memendam Masalah
Sementara itu, Cut Meyriska memiliki pendekatan yang lebih praktis dalam menjaga hubungan dengan Roger Danuarta.
Perempuan yang akrab disapa Cika tersebut mengaku lebih memilih menyampaikan secara langsung ketika ada sesuatu yang tidak disukai.
Baginya, memendam persoalan terlalu lama justru berpotensi membuat masalah semakin besar.
“Kalau aku mah ngomong aja terus aku enggak suka apa atau aku enggak sregnya apa, aku ngomong ke Roger,” tutur Cika.
Keterbukaan tersebut menjadi salah satu cara yang ia gunakan untuk menjaga komunikasi dengan suami.
Dengan membicarakan persoalan secara langsung, pasangan memiliki kesempatan untuk mengetahui apa yang dirasakan satu sama lain sebelum masalah berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Tak Harus Sama, yang Penting Saling Memahami
Kisah Dude dan Cika menunjukkan bahwa setiap pasangan dapat memiliki cara berbeda dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Tidak ada satu pola komunikasi yang harus diterapkan oleh semua keluarga. Yang terpenting adalah pasangan mampu menemukan cara yang paling sesuai untuk saling memahami.
Dalam pernikahan, perbedaan pendapat merupakan hal yang mungkin terjadi. Namun, bagaimana pasangan menyelesaikan perbedaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempertahankan hubungan.
Komunikasi yang terbuka dapat membantu pasangan memahami sudut pandang satu sama lain, sementara kesediaan untuk mengevaluasi diri membuat hubungan memiliki ruang untuk berkembang.
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Bagi Peran dalam Mengasuh Anak
Selain komunikasi antara suami dan istri, pembagian peran dalam mengurus anak juga menjadi perhatian Cut Meyriska.
Cika menjelaskan bahwa dirinya dan Roger Danuarta memiliki pembagian tanggung jawab yang berbeda dalam urusan parenting.
Untuk persoalan akademis, sekolah, serta kegiatan les anak, Cika mengaku lebih banyak mengambil peran.
“Kalau masalah pelajaran kelas sekolah itu pasti aku lebih dominan buat anak-anak. Tapi kalau ngurus anak Roger sih,” jelasnya.
Sementara itu, Roger lebih banyak terlibat dalam pengasuhan sehari-hari.
Pembagian tersebut bukan berarti salah satu pihak memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Justru, keduanya memilih membagi peran berdasarkan kemampuan dan kondisi masing-masing.
Pembagian Peran Bisa Membuat Rumah Tangga Lebih Teratur
Pembagian tanggung jawab dalam keluarga dapat membantu pasangan menghindari kesalahpahaman mengenai siapa yang harus melakukan suatu hal.
Ketika masing-masing memahami tugasnya, pekerjaan rumah tangga maupun pengasuhan anak dapat dilakukan secara lebih teratur.
Namun, pembagian peran bukan berarti suami atau istri tidak dapat saling membantu.
Dalam kondisi tertentu, pasangan tetap perlu saling menggantikan dan memberikan dukungan ketika salah satu sedang membutuhkan bantuan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga pada dasarnya merupakan kerja sama dua orang.
Keharmonisan Bukan Berarti Tanpa Masalah
Dari pengalaman yang dibagikan Dude dan Cika, keharmonisan pernikahan bukan berarti sebuah keluarga tidak pernah mengalami perbedaan atau konflik.
Justru, hubungan dapat tetap bertahan ketika pasangan memiliki kemauan untuk menyelesaikan masalah bersama.
Baca Juga: Healing Murah Meriah! Liburan ke Pantai Sowan Tuban, Destinasi Estetik Jalur Pantura
Dude menekankan pentingnya kesepakatan dan arah keluarga, sementara Cika menyoroti keberanian untuk berbicara secara jujur.
Kedua pandangan tersebut memiliki satu kesamaan, yakni pentingnya komunikasi dan kesediaan untuk bergerak bersama.
Pada akhirnya, pernikahan membutuhkan proses yang terus berjalan.
Pasangan perlu belajar memahami perubahan, mengevaluasi kesepakatan, membagi peran, serta menempatkan kepentingan keluarga di atas ego pribadi.
Bagi Dude Harlino dan Cut Meyriska, menjaga rumah tangga tetap harmonis bukan soal mencari hubungan yang sempurna.
Lebih dari itu, dibutuhkan komitmen untuk terus memperbaiki diri dan memastikan keluarga tetap berjalan menuju tujuan yang sama.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : youtube.com/@TRANSTVofficial